Selo Langit Dan Potensi Wisata Perbukitan Prambanan

Selo Langit Dan Potensi Wisata Perbukitan Prambanan
4 (80%) 1 vote

Selo Langit merupakan daya tarik wisata perbukitan yang berada di daerah Prambanan Sleman. Daya tarik utama obyek wisata ini sebagai tempat menikmati matahari terbit atau sunrise. Selain itu dari tempat ini juga menawarkan pemandangan dari ketinggian dengan obyek utama Gunung Merapi di sisi utara.

Selo Langit (Selolangit) terletak di dusun Gedhang Atas, desa Sambirejo, kecamatan Prambanan, kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.

Lokasi Selo Langit berada di kawasan perbukitan Prambanan atau tepatnya disebelah timur dari Situs Candi Ijo. Rute menuju obyek wisata ini dari kota Yogyakarta ke arah timur dengan mengikuti petunjuk arah menuju wisata Tebing Breksi dan Candi Ijo. Dari kawasan Candi Ijo perjalanan masih dilanjutkan naik atau ke arah timur sejauh 2-3 kilometer hingga tiba di kawasan wisata Selo Langit. Area parkir yang disediakan terbatas untuk kendaraan beroda dua saja. Untuk kendaraan beroda empat hanya dapat parkir di area bawah saja.

Kawasan wisata Selo Langit berada di sebuah puncak bukit dengan pemandangan ke arah utara, timur, dan tenggara. Bukit yang dikembangkan sebagai tempat wisata ini sebenarnya unik karena merupakan gunung api purba. Tebing wisata Selo Langit ini dulunya merupakan bibir kawah purba yang berumur jutaan tahun. Menurut penelitian batuan di kawasan Selo Langit berumur paling tua sekitar 18 juta tahun. Namun kita tidak dapat melihat bentuk gunung api purba secara utuh seperti halnya Gunung Api Purba Nglanggeran yang ada di sebelah selatannya karena proses yang cukup lama menyebabkan kawasan ini lebih menyerupai perbukitan.

Hal yang unik dari sisa-sisa gunung api purba di kawasan Selo Langit adalah keberadaan Watu Payung. Watu Payung adalah susunan dua buah batu dimana menyerupai bentuk seperti payung. Batu tersebut berjenis batu apung yang terbentuk dari buih lava purba jutaan tahun yang lalu atau disebut dengan batu pumice. Bila diperhatikan lebih jelas batuan tersebut memiliki rongga cukup banyak khususnya pada bagian sisi samping.

Pemberian nama Watu Payung atau Batu Payung sendiri sebenarnya bukan tanpa sebab. Pada zaman penjajahan dahulu, tempat ini digunakan sebagai tempat berlindung atau bersembunyi dari tentara Belanda. Dan konon katanya area perbukitan ini sempat menjadi ladang pertempuran antara pejuang Indonesia dengan tentara Belanda. Hanya saja tidak ada bukti sejarah seperti prasasti atau makam pejuang yang gugur yang memperkuat cerita ini.

Pengelola mengembangkan kawasan wisata Selo Langit sebagai lokasi camping atau berkemah, outbound, hingga sebagai tempat menikmati matahari terbit atau sunrise. Posisinya dirasa cukup strategis karena menghadap ke arah timur dan bisa menikmati sunrise tanpa melihat posisi matahari terbit. Fasilitas yang sudah dibangun antara lain spot selfie, kamar mandi, dan gasebo untuk istirahat. Bagi saya pribadi pemberian nama Selo Langit sudah cukup tepat mengingat bila menggunakan nama Watu Payung sudah terlalu umum. Di sekitar Yogyakarat sendiri ada beberapa obyek wisata yang menggunakan nama Watu Payung antara lain Watu Payung Turunan, Watu Patung Kemuning, dan Watu Payung Semin. Secara keseluruhan Selo Langit dapat menjadi salah satu pilihan menikmati matahari terbit atau sunrise di daerah Sleman selain dari Spot Riyadi Prambanan. (text/foto: annosmile)

INFORMASI
Selo Langit
Dusun Gedhang Atas, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta

Retribusi
Tiket Masuk : *gratis*
Parkir Motor : Rp 2.000,-
Parkir Mobil : Rp 5.000,-

Ada 1 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Djangkaru Bumi:

    Watu payung, Payung Batu menjadi pesona dan daya tarik tersendiri. Tapi saya orang jogja belum pernah kesana, maklum masih sibuk urusan kerja. Semoga lain waktu bisa piknik dan berwisata ke selo langit.

Kirim pendapat