Sejenak di Tepi Danau Buyan

Sejenak di Tepi Danau Buyan
5 (100%) 1 vote

Ketika melintas Jalan penghubung Denpasar-Singaraja, saya melewati dua buah danau yang letaknya berada di sebelah kiri dan kanan jalan. Kedua danau tersebut bernama danau Beratan dan danau Buyan. Saya sedikit tertarik dengan danau kedua yang disebutkan dan penasaran ingin melihat apa saja yang menarik di kawasan danau tersebut.

Danau Buyan adalah sebuah danau yang terletak di kawasan Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali. Danau Buyan merupakan satu dari tiga danau kembar yang terbentuk di dalam sebuah kaldera besar.

Setelah menemukan celah jalan menuju ke tepi danau Buyan, saya membelokkan kendaraan dan menelusuri jalanan menuju ke tepian. Jalan menuju tepian danau ini juga menuju kawasan pemukiman yang ada disekitar danau Buyan. Sebelum ujung jalan terdapat area parkir yang disediakan bagi pengunjung danau Buyan.

Suasana kawasan sekitar area parkir danau Buyan tampak sepi. Hanya terlihat lalu lalang penduduk yang tinggal di pemukiman tidak jauh dari tepi danau. Sepertinya danau Buyan belum dioptimalkan sebagai kawasan pariwisata seperti halnya danau Beratan yang dikembangkan sebagai wisata religi yaitu Pura Ulun Danu dan wisata alam Bedugul yang merupakan atraksi permainan air di tepi danau.

Dari area parkir tepi danau Buyan sebetulnya bukan merupakan ujung jalan, akhirnya saya mencoba berjalan menuju ujung jalan dan berakhir pada sebuah jalan yang tergenang oleh air danau. Sepertinya pada waktu-waktu tertentu air danau meluap hingga menutupi sebagian jalan di tepi danau.

Pemandangan alam yang tampak dari danau Buyan sebetulnya cukup menarik dan alami. Sebuah danau dengan pemandangan gunung kecil mirip seperti pemandangan pada lukisan alam yang banyak dijual para pelukis di galeri seni. Ketika melihat pemandangan sedikit ke tengah danau, terlihat beberapa perahu kecil/sampan yang digunakan seseorang untuk memancing sedikit ke bagian tengah danau. Di beberapa sudut tepi danau juga di jumpai beberapa orang yang sedang memancing.

Sepertinya danau Buyan sedikit memberikan kebahagiaan bagi para penghobi memancing. Dalam perjalanan kembali ke area parkir, saya berpapasan dengan seorang pemancing yang membawa hasil tangkapannya. Lumayan memang dengan beberapa ikan seukuran tangan dan banyak ikan berukuran kecil.

Danau Buyan sebetulnya cukup berpotensi dikembangkan dan dimaksimalkan menjadi kawasan wisata seperti danau Beratan yang telah terkenal dengan wisata religi dan atraksi permainan airnya. Namun sepertinya pemerintah berkehendak lain dalam menangani danau Buyan. Sepertinya danau Buyan dibiarkan seperti itu agar terlihat lebih alami tanpa terlalu banyak mengalami komersialme karena banyak terdapat pemukiman penduduk di tepi danau. (text/foto: annosmile)

Ada 1 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. HeruLS:

    Pada foto pertama, geometrinya dapat banget

Kirim pendapat