Sejenak di Sendang Ngembel

Sejenak di Sendang Ngembel
Rate this post

Setelah berkunjung ke Curug Banyunibo, rugi kalau tidak sekalian mengunjungi sebuah sendang kecil yang bernama Sendang Ngembel yang lokasinya tidak jauh dari curug tersebut. Lokasi Sendang Ngembel hanya berada di dusun sebelah yang jaraknya kurang lebih satu kilometer ini cukup ditempuh kurang dari lima menit.

Sendang Ngembel terletak di Dusun Beji Wetan, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul


Lokasi Sendang Ngembel cukup dekat dengan jalan raya penghubung Pajangan dengan jalur Srandakan sehingga kami tidak kesulitan menuju ke sendang ini. Ketika tiba di sore hari suasana sendang ini tampak sepi, tidak tampak aktivitas lalu lalang penduduk di jalan yang melewati tepian sendang ini.

Sendang ini terlihat alami dengan tidak adanya dinding beton yang mengelilingi area sendang. Di sebelah ujung terlihat pintu air yang digunakan untuk irigasi ke area persawahan. Sendang Ngembel dikelilingi oleh pohon-pohon yang ukurannya cukup tinggi berfungsi memelihara mata air sendang dan area peresapan air.

Sendang Ngembel sebenarnya dikenal juga dengan nama Sendang Beji. Nama Beji digunakan untuk menamai dusun di wilayah sendang ini berada. Sendang ini dinamai Sendang Ngembel karena pada waktu ditemukan airnya bercampur lumpur. Lumpur dalam bahasa Jawa sering disebut dengan istilah mbel. Selain itu istilah mbel lebih mengacu kepada pengertian lumpur yang pekat (sumber: anonim).

Kondisi Sendang Ngembel terlihat kurang terawat, kondisi air terlihat keruh dan kotor penuh sampah dedaunan yang membusuk. Di beberapa titik terlihat tiang pancang dari bambu yang sepertinya digunakan untuk membuat karamba namun sepertinya tidak diterawat dan dipakai kembali. Pemandangan tiang-tiang yang bekas karamba tersebut cukup mengganggu pemandangan sendang ini.

Sendang Ngembel pertama kali ditemukan oleh seorang janda yang bernama Nyai Sariti. Nyai Sariti adalah warga setempat yang kala itu bertempat tinggal tidak terlalu jauh dari kompleks Sendang Ngembel. Temuan ini sangat membantu kehidupan Nyai Sariti terutama dalam pemenuhan akan kebutuhan air, sebab sumur milik Nyai Sariti hampir selalu kering bila musim kemarau tiba.

Dibagian tengah terlihat sebuah pulau kecil yang dibuat jalan sempit menuju ke arah pulau. Di area pulau tersebut terdapat tiga pohon yang lumayan tinggi dan sebuah meja mirip altar yang sepertinya digunakan untuk persembahan sesaji. Sepertinya tempat ini dianggap wingit karena setelah pulang dari tempat ini dan mencoba mencari tahu informasi kawasan Sendang Ngembel ini, saya menemukan beberapa artikel yang menjelaskan bahwa di sebelah ujung terdapat bangunan rumah kecil (cungkup) yang sering digunakan untuk tirakatan dan meletakkan sesaji. Cungkup memiliki sebuah pintu yang mengarah ke barat. Cungkup ini dianggap menjadi kediaman penunggu Sendang Ngembel yang disebut sebagai Kyai dan Nyai Beji yang dikenal juga dengan nama Kyai dan Nyai Temburu. Pada cungkup ini pula sering diletakkan sesaji.

Ada 1 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Antyo:

    Edan tenan cah iki! Tau aja ada tempat “asing” dan “baru”. Saya nggumun dan iri :)

Kirim pendapat