Sejenak di Kota Tua Jakarta

Sejenak di Kota Tua Jakarta
Rate this post

Ketika berkunjung ke Jakarta di bulan puasa, saya sempat diajak berkeliling di kota Jakarta oleh sahabat saya yang bernama Lathiful Amri. Setelah sebelumnya sempat kesulitan menentukan lokasi bertemu, akhirnya kami Bertemu di halte bus TransJakarta di kawasan Mampang Prapatan. Tanpa menunggu lama, saya langsung diajak berkeliling kota Jakarta.

Tujuan pertama kami menuju ke kawasan pusat belanja di kota Jakarta. Ketika tiba dilokasi kami hanya berjalan-jalan dan melihat-lihat barang yang diperjualbelikan. Menjelang sore akhirnya kami meluncur ke arah Kota Tua Jakarta kembali dengan menggunakan bus Transjakarta. Dari halte kami berjalan beberapa ratus meter untuk menuju ke kawasan Kota Tua Jakarta.

Terlihat dari jalan utama, terdapat dua buah bangunan tua yang berdiri megah dan tinggi yang diantaranya terdapat sebuah jalan kecil. Jalan kecil tersebut merupakan pintu masuk kawasan Kota Tua Jakarta. Dari kejauhan, jalan kecil tersebut terlihat ramai dipenuhi oleh orang. Saat mendekat jalan tersebut ditutup untuk kendaraan umum dan hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki dan sepeda saja.

Kami berjalan menyusuri jalan di kawasan Kota Tua Jakarta tersebut. Di samping kiri dan kanan berdiri bangunan tua peninggalan Belanda dengan bermacam-macam arsitektur dan ukuran. Beberapa sudah mengalami renovasi dan beberapa masih dibiarkan terbengkalai begitu saja. Diujung jalan terdapat sebuah lapangan yang cukup luas dan dipinggirnya terdapat beberapa bangunan yang cukup terkenal yang paling menonjol adalah Museum Sejarah Jakarta yang bangunannya dulu digunakan sebagai Kantor Gubernur Jendral VOC pada masa penjajahan Belanda.

Akhirnya kami bersantai di depan Museum Sejarah Jakarta untuk menikmati senja di kawasan ini. Hari telah berganti malam dan suasana semakin bertambah ramai. Di sebuah sudut bangunan tua terlihat berjajar beberapa sepeda tua yang disewakan untuk berkeliling dan berfoto di kawasan Kota Tua Jakarta. Sebelum meninggalkan kawasan ini, saya berfoto dengan latar Museum Sejarah Jakarta.

Ada 3 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. jarwadi:

    wah plesiran neng njakarta :D

  2. Rojak is Reza:

    saya orang jakarta, dan gak pernah ke sana -_-