Sejarah Perkebunan Teh Kemuning Karanganyar

Hamparan Kebun Teh Di Perkebunan Teh Kemuning Karanganyar

Sejarah Perkebunan Teh Kemuning yang berada di kawasan lereng Gunung Lawu bagian barat didirikan pada zaman penjajahan Belanda. Perkebunan teh ini didirikan oleh perusahaan dari Negeri Belanda yang bernama NV. Cultur Mascave Kemuning. Pemerintah Kolonial Belanda memberi Hak Guna Usaha (HGU) kepada pemilik perusahaan yang dipimpin kakak beradik warga Belanda bernama Johan dan Van Mender Voort dalam jangka waktu 50 tahun. Keputusan tersebut dikeluarkan pada tanggal 11 April 1925 berdasarkan UU Pemerintah Belanda tahun 1854 pasal 62 dan UU Agraria tahun 1870 pasal 62 tentang HGU.

Penanaman tanaman teh mulai dilakukan setelah perusahaan NV. Cultur Mascave Kemuning mendapat izin dari Pemerintah Kolonial Belanda. Area lahan yang ditanami tanaman teh mencakup kawasan sisi barat Gunung Lawu termasuk wilayah Desa Kemuning Kecamatan Ngargoyoso dan Kecamatan Jenawi di Kabupaten Karanganyar dengan total area 1.051 Ha. Seluruh lahan yang ditanami tanaman teh berada pada ketinggian lebih dari 1000 meter diatas permukaan laut. Setelah proses penanaman tanaman teh selesai, Johan merubah nama perusahaan tersebut menjadi NV. Cultuur Maatschappij Kemuning dan pengelolaannya diserahkan kepada Firma Watering and Labour yang berkedudukan di Bandung.

Pada tahun 1942-1945 atau Zaman Pendudukan Jepang, Perkebunan Teh Kemuning diambil alih pemerintah Jepang. Selepas Kemerdekaan Republik Indonesia atau rentang tahun 1945 hingga 1948, Perkebunan Teh Kemuning diambil alih dan dikelola oleh Kadipaten Mangkunegaran Surakarta yang dikepalai Ir. Sarsito. Tahun 1948-1950, Pemerintah Militer Republik Indonesia mengambil alih pengelolaan dan hasil produksinya digunakan untuk membiayai perjuangan mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Baca Juga  Asal Usul Bulus Jimbung Klaten

Pengelolaan Perkebunan Teh Kemuning berpindah lagi ke Koperasi Perusahaan Perkebunan Kemuning (KPPK) yang dibentuk oleh intern karyawan. Hal ini merujuk pada keputusan yang dikeluarkan pada tanggal 1 Januari 1953 berdasar UU No.03/1952/RI tentang penyerahan HGU pada pihak manapun. Pada tahun 1965, KPPK dibubarkan pemerintah karena mayoritas pegawainya terlibat G30S PKI dan untuk sementara diambil alih oleh KODAM Diponegoro.

Pada awal tahun 70an tepatnya tanggal 3 Nopember 1971, pengelolaan Perkebunan Teh Kemuning diserahkan kepada Yayasan Rumpun Diponegoro. Pemindahan pengelolaan ini secara resmi tercantum dalam SK. Mendagri No.17/HGU/DA/71. Yayasan Rumpun Diponegoro membentuk divisi khusus untuk mengelola perkebunan dengan nama PT. Rumpun. Pada tahun 1980 PT. Rumpun dipecah menjadi 2, yaitu:

1. PT. Rumpun Antan dengan komoditi karet, kopi, kelapa, cengkeh, dan randu yang meliputi perkebunan:

  1. Perkebunan Carui/Rejodadi di Cilacap.
  2. Perkebunan Samudra di Banyumas.
  3. Perkebunan Darmokradenan di Banyumas.
  4. Perkebunan Ciuwak di Pati.
  5. Perkebunan Jati Ablengan di Semarang.

2. PT. Rumpun Teh dengan komodoti teh yang meliputi:

  1. Perkebunan Kemuning di Karanganyar, Surakarta.
  2. Perkebunan Medini di Kendal.
  3. Perkebunan Kaliginting di Semarang.

Pada tahun 1990 sampai 30 April 2004, PT. Rumpun selaku pengelola Perkebunan Teh Kemuning menjalin kerjasama dengan PT. Astra Agro Lestari di Jakarta Timur. PT. Astra mendapat bagian manajemen perusahaan sedangkan PT. Rumpun Sari Kemuning mengendalikan bagian produksi. Sebenarnya HGU PT. Astra selama 45 tahun, namun karena mengalami kebangkrutan maka pada 1 Mei 2004 diambil alih oleh PT. Sumber Abadi Tirta Sentosa sampai sekarang. (sumber: dari berbagai sumber)

LOKASI

Lokasi Perkebunan Teh Kemuning I berada dilereng gunung Lawu sebelah barat, sekitar 15 km dari Tawangmangu dan 40 km dari Stasiun Balapan Surakarta. Apabila dilihat dari wilayahnya, perkebunan Rumpun Sari Kemuning I termasuk dalam wilayah:

  • Kelurahan : Kemuning
  • Kecamatan : Ngargoyoso
  • Kawedanan : Karangpandan
  • Kabupaten : Karanganyar
  • Karesidenan : Surakarta
  • Propinsi : Jawa Tengah
Baca Juga  Sejarah Perkebunan Teh Tambi Wonosobo

BATAS

Sedang perkebunan ini dibatasi oleh:

  • Utara : Kecamatan Jenawi
  • Selatan : Nggadungan, Kecamatan Ngargoyoso
  • Timur : Daerah hutan pinus Wonomarto
  • Barat : Kebun karet PTP. XVIII Kebun Batu Jamus
LETAK GEOGRAFIS

Lokasi perkebunan teh PT. Rumpun Sari Kemuning terletak antara 11,1-11,25 BT dan 7,4-7,6 LS dan terletak pada ketinggian tanah antara 800-1540 m diatas permukaan laut. Perkebunan teh Kemuning memiliki curah hujan sepanjang tahun antara 3000-4000 mm pertahun, tanpa musim kemarau yang panjang. Keadaan angin normal, kelembaban berkisar antara 60-80% dan intensitas penyinaran 40-55% dengan suhu rata-rata 21,5ºC. Jenis tanah diwilayah ini adalah andosol 60% dan latosol 40%.

LUAS

Luas areal menurut tata guna tanahnya dibagi dalam 5 macam, yaitu:

  1. Areal tanaman menghasilkan seluas 391,97 Ha
  2. Areal tanah cadangan seluas 12,26 Ha
  3. Emplasement seluas 4,33 Ha
  4. Jalan, jurang, makam, parit/sungai seluas 14,97 Ha
  5. Areal tanaman Albasiah dan tanah yang tidak bisa ditanami seluas 14,29 H

Luas areal perkebunan teh Kemuning adalah 437,82 Ha yang terbagi dalam dua afdeling (wilayah), yaitu:

  • Afdeling A dengan luas areal 222,26 Ha
  • Afdeling B dengan luas areal 215,56 Ha

Kirim pendapat