Sejarah Perkebunan Teh Jolotigo Pekalongan

Sejarah Perkebunan Teh Jolotigo Pekalongan
4.3 (86.67%) 3 vote[s]

Sejarah Perkebunan Teh Jolotigo yang berada diantara kabupaten Pekalongan dengan kabupaten Batang didirikan pada zaman penjajahan Belanda. Perkebunan ini dirintis dan didirikan pada tahun 1875 oleh Johannes Van Hall dengan tanaman awal berupa teh, kopi, karet, dan kina. Selanjutnya kebun teh ini dikelola oleh Pemerintah Belanda hingga tahun 1942. Saat pendudukan Jepang pada rentang tahun 1942-1947 perkebunan teh Jolotigo diambil alih oleh Jepang.

Pada tahun 1947 atau selepas Indonesia merdeka, perkebunan teh Jolotigo kembali diambil alih oleh Belanda. Pada tahun 1957 dalam rangka nasionalisasi atas perusahaan-perusahaan perkebunan eks milik swasta Belanda/Asing (antara lain : Inggris, Perancis dan Belgia) dibentuklah Perusahaan Perkebunan Negara (PPN Jolotigo) dengan Administratur pertama R.Soemardjo. Pada tahun 1961  perusahaan ini berubah status menjadi Perusahaan Perkebunan PPN Baru Unit Jawa Tengah IV dan menerima penyerahan Kebun Tombo-Wonodadi dari Pemerintah Dati II Pekalongan.

Periode tahun 1963 – 1968 Perusahaan Perkebunan PPN Baru dikelompokkan kedalam PPN Aneka Tanaman XI dengan menerima penggabungan Kebun Doro dari Kebun Belimbing. Pada tahun 1973 berubah lagi menjadi PPN XVIII (Persero) Kebun Jolotigo Tombo-Wonodadi/Doro. Pada tahun 1995 kebun teh Jolotigo digabung dengan kebun Blimbing menjadi Kebun Blimbing/Jolotigo dengan kantor administrasinya berkedudukan di Blimbing. Tahun 1996 melalui rekontruksturisasi perkebunan negara pengelolaan kebun Blimbing/Jolotigo masuk kelompok PTPN IX (Persero) bersama dengan PTP XV/ XVI dengan kedudukan Direksi di Surakarta dan Semarang. Terakhir pada tahun 1999 Kebun Jolotigo dipisah kembali dengan Kebun Blimbing menjadi Perkebunan Teh Jolotigo hingga sekarang. (text: annosmile *dari berbagai sumber*)

Kirim pendapat