Sejarah Perkebunan Teh Jamus Ngawi

Dinding Bertuliskan Kebuh Teh Jamus Ngawi

Sejarah Perkebunan Teh Jamus yang berada di kawasan lereng Gunung Lawu bagian utara didirikan pada zaman penjajahan Belanda. Perkebunan teh ini mulai dirintis pada tahun 1866 oleh warga negara Belanda bernama Van der Rappart. Pada tahun 1910, Van der Rappart meninggal dunia di Kebun Teh Jamus. Pengelolaan kebun teh dilanjutkan oleh anaknya yang bernama H. M. Ridder von Rappart. Pada tahun 1928, dibangun pabrik pengelolaan teh dan PLTA di dalam kawasan Kebuh Teh Jamus.

Kebun Teh Jamus akhirnya dijual kepada perusahaan asal Belanda di Indonesia yang bernama NV Geowehrij setahun kemudian atau pada tahun 1929. NV Geowehrij kembali memperluas pabrik pengolahan teh di Kebun Teh Jamus pada tahun 1930 atau setahun setelah membeli perkebunan tersebut. Pada tahun 1942-1945 atau Zaman Pendudukan Jepang, Perkebunan Teh Jamus diambil alih pemerintah Jepang.

Selepas Republik Indonesia merdeka, status kepemilikan Kebun Teh Jamus diambil alih oleh pemerintah RI namun tidak terkelola atau mangkrak. Hal ini menyebabkan masyarakat sekitar memanen hasil perkebunan teh tersebut. Pada tahun 1948 tepatnya setelah Peristiwa Madiun, anggota PKI mulai ada yang bertempat tinggal di sekitar Kebun Teh Jamus. Kebun Teh Jamus akhirnya kembali dikelola oleh perusahaan yang bernama NV Tani pada tahun 1952. NV Tani menjadi perusahaan yang pertama kali mengelola Kebun Teh Jamus setelah Kemerdekaan RI dan setelah lama berhenti beroperasi. Namun tidak sampai setahun, pengelolaan Kebun Teh Jamus berpindah ke perusahaan bernama NV Panca Arga. Namun NV Panca Arga juga tidak bertahan lama karena mengalami kebangkrutan. Pada tahun 1953 pengelolaan Kebun Teh Jamus diambil alih oleh Serikat Buruh Perkebunan RI (SARBUPRI).

Baca Juga  Air Terjun Watu Ondo Magetan, Antara Kekecewaan dan Jauhnya Perjalanan

Rentang tahun 1957 hingga 1965 merupakan kemunduran dari Kebun Teh Jamus. Pada rentang waktu tersebut kondisi kebun teh tersebut mengalami penurunan dan banyak tanaman rusak. Puncak kemunduran Kebun Teh Jamus ketika pecah pemberontakan PKI yang dikenal dengan peristiwa G30S/PKI. Tentara Nasional Indonesia menyerang kawasan Kebun Teh Jamus yang banyak dihuni oleh anggota PKI. hal yang menarik dalam rentang tahun ini adalah pemberian nama baru pada kebun teh yaitu Kebun Teh Jamus Baru. Pada tahun 1966, Kebun Teh Jamus dikuasai oleh Kodam V Brawijaya untuk diamankan dari pengaruh PKI dan pengelolaannya diserahkan kepada KOREM-081 Madiun.

Pada tahun 1973, pengelolaan Kebun Teh Jamus kembali diserahkan pada swasta yaitu PT Candi Loka. Pemindahan pengelolaan secara resmi baru dikeluarkan setahun kemudian tepatnya tanggal 8 November 1976. PT Candi Loka memeperoleh Hak Guna Usaha atas kebun seluas 478,20 Ha dengan SK Menteri Dalam Negeri No. SK-GG/HGU/DA/76 yang berlaku sampai dengan 31 Desember 2001. Sebelum masa berlaku habis, pada tanggal 26 Juli 2001 PT Candi Loka memperoleh perpanjangan Hak Guna Usaha atas pengelolaan tanah perkebunan Jamus dengan SK Kepala Badan Pentanahan Nasional RI No. 12/HGU/BPN/2001 yang berlaku sampai dengan 31 Desember 2026

Kirim pendapat