Se’i Sapi Lamalera Bandung Dan Uniknya Sambal Lu’at Khas NTT

Se’i Sapi Lamalera merupakan salah satu pilihan bersantap di kota Bandung. Nama lLamalera mengingatkan kita pada sebuah daerah di Indonesia tepatnya di pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT). Masakan Se’i Sapi Lamalera mengadopsi menu se’i dari daerah asalnya yaitu se’i babi namun diganti dengan daging sapi dan ayam agar halal disantap umat Islam.

Se’i Sapi Lamalera beralamat di Jalan Emong No. 9, kelurahan Burangrang, kecamatan Lengkong, kota Bandung, Jawa Barat 40262.

Lokasi salah satu cabang Se’i Sapi Lamalera berada di Jalan Emong Bandung. Rute menuju rumah makan ini dari Jalan Karapitan belok ke kanan arah Jalan Emong. Area parkir yang disediakan cukup luas untuk menampung beberapa kendaraan roda empat dan roda dua.

Menu makanan yang ditawarkan Se’i Sapi Lamalera adalah Se’i Sapi, Se’i Lidah Sapi, Se’i Ayam, dan Se’i Iga Sapi dengan variasi masakan. Variasinya antara lain dimasak dengan Sambal Luat, Rica-Rica, Sambal Matah, Sambal Ijo, dan Lada Hitam. Selain itu rumah makan ini menyediakan menu Balado Teri Pete dan Sop Brenebon Iga Sapi. Pengunjung dipersilakan memilih tempat duduk yang kosong kemudian menuliskan pesanan dan membayar terlebih dahulu di kasir. Selanjutnya pesanan akan diantarkan ke meja tempat pengunjung duduk.

Penyajian menu Sei Sapi Sambal Lu’at di Rumah Makan Sei Sapi Lamalera menggunakan tiga piring penyajian. Piring pertama berisi nasi putih. Piring kedua berupa mangkuk berisi kuah kaldu. Dan piring ketiga berisi daging sapi asap, sambal lu’at, dan tumis daun pepaya-daun singkong. Se’i Sapi dibuat dengan cara daging sapi diris tipis-tipis dan dimasak dengan menggunakan asap sehingga ada rasa sangit dalam daging sapinya. Daging sapinya cukup empuk dan tidak terkesan alot sehingga cocok disantap untuk segala usia. Bumbu yang digunakan cukup sederhana antara bawang putih, ketumbar, dan garam mirip seperti bumbu Sate Klathak.

Baca Juga  Mie Ayam Sido Mampir, Alternatif Kuliner Mie Ayam Di Sekitar Palagan Rejodani Sleman

Sambal Lu’atnya menarik dengan cita rasa pedas dan sedikit asam. Sambal ini konon berasal dari (Nusa Tenggara Timur) NTT tepatnya daari Kupang sehingga masih jarang terdengar dibandingkan dengan jenis sambal yang lain. Cita rasa tumis daun ketela-pepaya cukup menarik dengan bumbu yang pas dan tidak berasa pahit. Harga yang ditawarkan tergolong standar dan sebanding dengan cita rasa yang ditawarkan. Secara keseluruhan rumah makan ini dapat menjadi salah satu pilihan bersantap di pusat kota Bandung. (text/foto: annosmile)

CABANG
  • Jl. Bagus Rangin No. 24a, kelurahan Lebakgede, kecamatan Coblong, kota Bandung, Jawa Barat 40132
  • Jl. Emong No. 9, kelurahan Burangrang, kecamatan Lengkong, kota Bandung, Jawa Barat 40262

Kirim pendapat