Sego Gurih, Salah Satu Simbol Perayaan Sekaten Yogyakarta

Sego Gurih, Salah Satu Simbol Perayaan Sekaten Yogyakarta
Rate this post

Sego Gurih merupakan salah satu daya tarik kuliner yang dijajakan setiap tahun di halaman Masjid Besar Kauman Kraton Yogyakarta menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad. Makanan ini mulai dijajakan saat Perayaan Sekaten dimulai atau saat Miyos Gongso (turunnya gamelan kraton ke halaman masjid) hingga Kondur Gongso (kembalinya gamelan kraton ke dalam bangsal kraton).

Sego Gurih merupakan salah satu santapan khas saat Perayaan Sekaten di Yogyakarta. Pada dasarnya Sega Gurih adalah nasi yang dimasak dengan santan, garam, dan daun salam. Proses pemasakannya memerlukan beberapa tahapan yang menghasilkan nasi yang akas atau tidak lembek.

Bahan Pembuat Nasi Gurih

Jumlah pedagang Sego Gurih cukup banyak dan hampir memenuhi sebagian halaman Masjid Besar Kaman Yogyakarta. Rata-rata rasa Sego Gurih yang dijual hampir sama dan harganya tidak jauh berbeda. Namun perlu berhati-hati apabila mendapati Sego Gurih yang basi karena kecurangan pedagang yang nakal. Harga yang ditawarkan berkisar Rp 5.000,- per porsi meskipun ada yang lebih mahal. Namun jangan harap bisa kenyang karena porsinya tidak sebanyak ketika membeli di warteg atau nasi padang.

Sego Gurih sendiri memiliki makna simbol keberkahan dan kemakmuran. Manusia yang lahir di dunia ini telah diberikan Allah (Tuhan) rezeki melimpah tinggal bagaimana manusia mampu mengelolanya atau tidak. Ada pula yang mengatakan bahwa makan Sego Gurih sambil mendengarkan alunan gamelan sekaten akan membuat awet muda dan menjadi magnet untuk kembali menyantapnya di tahun mendatang.

Sepiring Nasi Gurih

Komposisi Sego Gurih cukup bervariasi dimana terdiri dari nasi gurih, kedelai putih goreng, kedelai hitam goreng, rese (kulit udang kering) goreng, sambel pecel, daging ingkung suwir, telur bumbu opor, sambal goreng krecek, kemangi, ketimun, kobis, bawang goreng, kacang tanah goreng, krecek goreng, emping melinjo, irisan kubis, dan peyek gereh atau krupuk. Karena lauk bermacam-macam, penyajian lauk dalam Sego Gurih hanya sedikit demi sedikit sehingga tidak terlihat jenis lauk yang dominan.

Seiring berjalannya, Sego Gurih ini masih menjadi daya tarik dan salah satu simbol Perayaan Sekaten di Yogyakarta. Rasa yang ditawarkan dari Sego Gurih cukup unik karena berbeda dari nasi kuning yang biasa diperjualbelikan. Sebagian orang berpendapat bahwa belum lengkap rasanya ketika mendengarkan musik gamelan kraton tidak menikmati hidangan menarik ini. Pendapat ini secara tidak langsung diturunkan dari anak dan cucu mereka sehingga menonton Perayaan Sekaten menjadi agenda rutin setiap tahun. Selain itu ada beberapa kuliner lain khas Perayaan Sekaten yang perlu dicicipi yaitu endog abang. (text/foto: annosmile)

Ada 1 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. attayaya @ Riau Magz:

    ditempat kami namanya nasi lemak

    i love jogja

Kirim pendapat