Sate Ngasem Bantul, Lunturnya Cita Rasa Kuliner Legendaris

Sate Ngasem Bantul, Lunturnya Cita Rasa Kuliner Legendaris
2 (40%) 1 vote

Warung Sate Ngasem merupakan salah satu kuliner legendaris yang berada di sebelah selatan kota Yogyakarta. Tidak banyak yang mengetahui bahwa warung sate ini berdiri sejak tahun 1941 dan didirikan oleh seorang yang bernama Surojo. Saat ini usaha jualan sate ini dilanjutkan oleh generasi ketiga yaitu cucu dari bapak Surojo di tempat yang sama dan tidak membuka cabang di tempat lain.

Sate Ngasem terletak di Jalan Keloran Selatan, Rt 04 Rw 08 dusun Pluragan, desa Tirtonirmolo, kecamatan Kasihan, kabupaten Bantul, DI Yogyakarta 55181.

Lokasi Warung Sate Ngasem berada di sebelah utara dari miniatur Masjid Raya Banda Aceh. Rute termudah menuju ke warung sate kambing ini melalui Jalan Ringroad Selatan Yogyakarta. Rute pertama dari Jalan Bantul Pojok Beteng Kulon Pugeran ke arah selatan hingga perempatan Dongkelan Ringroad Selatan. Ambil jalan ke kanan atau ke barat hingga menemui perempatan lampu merah Madukismo yang terdapat bangunan miniatur Masjid Raya Banda Aceh. Pilih jalan ke kiri atau ke arah utara dan ikuti jalan sejauh 200 meter. Posisi warung sate berada di sisi kanan jalan diantara area persawahan yang mulai berkurang menjadi area pemukiman. Warung sate ini hanya menyediakan area parkir untuk kendaraan roda dua saja. Parkir kendaraan roda empat diarahkan di pinggir jalan sempit yang kadang mengganggu lalu lintas kendaraan. Hal ini sering dikeluhkan oleh pengguna jalan yang sering lewat. Diharapkan pembeli warung ini menghormati penggunakan jalan lain dengan membawa kendaraan roda dua saja ke warung ini.

Menu yang ditawarkan Warung Sate Ngasem antara lain sate kambing, tongseng kambing, gulai kambing, nasi goreng dan sate goreng. Penyajian menu tongseng daging kambing di Warung Sate Ngasem menggunakan piring berukuran tanggung berwarna putih. Porsinya terbilang standar dan cukup untuk porsi satu orang. Penampilan tongseng kepala seperti tongseng pada umumnya dengan kuah berwarna coklat kental. Sebagian irisan dagingnya cukup empuk dan sebagian irisan daging lainnya terasa alot. Bumbu tongseng cukup terasa meski terasa agak hambar khususnya kurang rasa manis dan asin. Entah apakah masakan warung ini kurang konsisten dimana kadang bumbunya pas dan kadang tidak. Namun hal tersebut wajar mengingat usaha ini merupakan usaha turun temurun dan telah berulangkali berganti juru masaknya. Bagi saya pribadi cita rasa masakan di Warung Sate Ngasem masih lebih baik dibandingkan Warung Sate Petir Pak Nano yang hanya mengandalkan cita rasa pedas saja. Harga yang ditawarkan Warung Sate Ngasem tergolong standar harga sate kambing di sekitar Yogyakarta. (text/foto: annosmile)

INFORMASI
Sate Ngasem
Jl. Keloran Selatan, Rt 04 Rw 08 dusun Pluragan, desa Tirtonirmolo, kecamatan Kasihan, kabupaten Bantul, DI Yogyakarta 55181

Jam Buka
Setiap hari mulai pukul 11.00 s/d 18.00 WIB

Ada 1 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. eko magelag:

    Ijin share din FB ku ya bos…suwun

Kirim pendapat