Sate Kambing Sumber Pak Dahlan, Sajian Sate Kambing Khas Solo

Sate Kambing Sumber Pak Dahlan, Sajian Sate Kambing Khas Solo
3.5 (70%) 2 vote[s]

Sate Kambing Sumber Pak Dahlan merupakan salah satu warung yang menyajikan menu sate kambing khas Solo. Warung sate kambing ini cukup terkenal di daerah Banjarsari atau kota Solo bagian utara. Warung ini telah lama dibuka dan tidak membuka cabang dimanapun untuk menjaga daya tarik yang ditawarkan.

Warung Sate Kambing Sumber Pak Dahlan terletak di daerah Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah. Menyediakan menu utama berupa sate, gulai, tongseng, tengkleng khas Solo.

Warung Sate Kambing Sumber Pak Dahlan Dari Depan

Lokasi Warung Sate Kambing Sumber Pak Dahlan berada di salah satu jalan utama di sebelah timur Bandara Adi Sumarmo Solo, sebelah utara Stadion Manahan Solo, dan tidak jauh dari Terminal Tirtonadi Solo. Posisinya warungnya tepat berada di simpang lima pertemuan Jalan Kutai Timur dengan Jalan Ki Mangun Sarkoro. Warung ini terlihat jelas di pinggir jalan ketika kita tiba di lampu lalu lintas persimpangan jalan.

Suasana Warung Sate Kambing Sumber Pak Dahlan

Ruangan Warung Sate Kambing Sumber Pak Dahlan cukup luas dan mampu menampung hingga 50 orang. Pelayanan langsung mendatangi pengunjung warung begitu pengunjung duduk di meja kursi yang mereka pilih. Menu makanan yang disediakan oleh warung ini terpampang cukup jelas di dinding bangunan warung. Sebut saja beberapa macam sajian sate kambing, tongseng kambing, gulai kambing, tengkleng, sumsum, dan nasi goreng. Menu selain olahan daging kambing yang ditawarkan adalah sate ayam. Pemilik warung menyediakan menu selain olahan daging kambing bagi segelintir pengunjung yang memiliki pantangan untuk menyantap daging tersebut.

Baca Juga  Bukit Cemuris Dan Melihat Pelepasan Lampion Waisak Borobudur Dari Atas Bukit

Daftar Menu Warung Sate Kambing Sumber Pak Dahlan

Sate kambing di Warung Sate Kambing Sumber Pak Dahlan disajikan tanpa menggunakan tusuk sate. Potongan daging kambing yang telah dibakar dilepas dari tusuknya kemudian ditaruh diatas piring. Pada bagian atas potongan daging kambing dilapisi bumbu kecap, potongan kubis, irisan bawang merah, irisan cabe, dan sedikit taburan bubuk merica. Menu lain seperti tengkleng khas Solo disajikan dengan menggunakan piring berukuran sedang dengan porsi yang cukup banyak.

Dapur Warung Sate Kambing Sumber Pak Dahlan

Rasa yang ditawarkan menu sate kambing dari Warung Sate Kambing Sumber Pak Dahlan cukup menarik untuk dinikmati. Racikan bumbu kecap yang digunakan disebut-sebut sebagai penyebab sate kambing di warung ini menjadi digemari oleh pengunjung. Dominasi rasa yang tampak dari bumbu kecap adalah rasa manis bercampur gurih dengan sedikit asin.

Sajian tengkleng khas Solo menggunakan tulang belulang kambing dengan sedikit daging khusunya pada bagian tulang iga dan kaki kambing. Porsinya cukup besar dan potongan tulang hampir memenuhi isi piring. Daging yang melekat pada tulang-tulang kambing tersebut cukup empuk dan mudah terlepas. Kuahnya terasa gurih dan segar karena tidak menggunakan santan.

Tengkleng Solo Khas Warung Sate Kambing Sumber Pak Dahlan

Warung Sate Kambing Sumber Pak Dahlan buka sejak pagi hingga malam hari dan cocok digunakan untuk sarapan, makan siang, ataupun makan malam. Warung ini dapat menjadi pilihan diantara sekian banyak warung sate kambing yang ada di sekitar kawasan tersebut. Harga yang ditawarkan terhitung diatas rata-rata dibandingkan warung yang lain namun sebanding dengan rasa yang ditawarkan. (text/foto: annosmile)

INFORMASI
Sate Kambing Sumber Pak Dahlan
Jl. Letjend Suprapto, Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57138
Telepon: (0271) 7550511
Buka pukul 09.00 s/d 21.00

PETA

Ada 1 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Keke Naima:

    saya belum pernah makan tengkleng. Jadi penasaran :D

Kirim pendapat