Bersantap Malam Dengan Sate Buntel Di Warung Sate Kambing Godril

Bosen dengan menu sate kambing yang hampir sama cara memasaknya, saya keliling kota Yogyakarta mencari kuliner sate kambing yang diolah dengan cara yang sedikit berbeda. Akhirnya pilihan jatuh kepada menu sate buntel di Warung Sate Kambing Godril yang terletak di jalan HOS Cokroaminoto tepatnya di sebelah utara Pasar Khlitikan Yogyakarta.

Warung Sate Kambing Godril terletak di Jalan HOS Cokroaminoto 36 Yogyakarta dan merupakan cabang dari warung utama di Jalan Godean KM 1 Yogyakarta. Menurut informasi, Warung Sate Kambing Godril berdiri sejak tahun 1950 dan saat ini telah membuka beberapa cabang.

Pelayan Warung Godril Sedang Membakar Sate

Lokasi cabang Warung Sate Kambing Godril ini cukup mudah diketahui karena berada tepat disebelah utara Pasar Klithikan Yogyakarta atau seberang jalan dari Warung Sate Kambing Pak Dakir yang pernah saya singgahi. Area parkir cukup tersedia untuk beberapa kendaraan roda empat dan roda dua sehingga memudahkan saya untuk memarkir kendaraan. Suasana warung terlihat sedikit sepi karena telah lewat waktu makan malam.

Memasuki Warung Sate Kambing Godril, saya langsung memesan sate buntel beserta minuman kemudian mencari tempat duduk yang kosong. Di warung ini juga tersedia menu sate kambing biasa yang dibakar dengan menggunakan kecap, sate ayam, dan beberapa menu lain yang terpajang di papan menu warung.

Sate buntel merupakan sejenis sate yang dibuat dari daging kambing cincang kemudian dibungkus dengan lemak kambing dan dibakar. Bumbu sate buntel yang utama adalah merica dan kecap manis. Sate buntel merupakan makanan khas Solo atau Surakarta.

Seporsi Sate Buntel

Sedikit lama menunggu akhirnya pesanan pun tiba, sepiring sate buntel berikut nasi putih dan minumnya. Ada sedikit yang menarik perhatian saya dimana dalam piring sate buntel tidak ditemukan tusuk sate dan kondisi sate benar-benar utuh tanpa dipotong kecil-kecil. Hiasan pelengkap dalam sate buntel sama dengan sate kambing yang lain yaitu terdapat potongan bawang merah, mentimun, kubis, dan bumbu kecap.

Baca Juga  Air Terjun Goa Kebon Kulon Progo, Daya Tarik Wisata Di Daerah Panjatan

Saat memotong sate buntel yang terlihat utuh, terlihat serat tipis yang saya perkirakan berupa lapisan lemak yang digunakan untuk membungkus daging. Dagingnya cukup lunak saat dipotong dan memiliki rasa yang unik ketika dikunyah. Tidak seperti bayangan saya bahwa daging yang terlihat utuh itu akan terlihat keras (alot) karena proses pemasakannya kurang sempurna dan membutuhkan waktu yang lama. daging yang empuk dengan bumbu sederhana berupa merica, kecap, dan beberapa bumbu dapur lainnya.

Secara keseluruhan sate buntel di Warung Sate Kambing Godril cukup menarik untuk dinikmati meskipun harga yang ditawarkan sedikit lebih mahal dibandingkan harga sate kambing biasa. Menu sate buntel dapat menjadi alternatif pilihan menu bila anda bosan dengan menu sate kambing biasa. (text/foto: annosmile)

Ada 2 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Mila:

    Gw suka nih sate buntel, tapi udah jaramg bgt yg jualan hiks

  2. jarwadi:

    kapan kamu mau nraktir aku ke situ mas?

Kirim pendapat