Rosid, Sang Penemu Telur Asin Panggang

Rosid sebagai pemilik Toko Telur Asin Panggang Rosid menjual telur bebek asin lain daripada telur bebek asin yang biasa dijual di toko-toko penjual telur asin di sekitar Brebes Jawa Tengah. Telur bebek asin yang dijual oleh Rosid ini menggunakan teknik pemasakan yang berbeda dimana menggunakan teknik pemasakan telur asin dengan cara dipanggang. Pada umumnya teknik pemasakan telur asin dengan cara direbus di dalam air hingga matang.

Toko Telur Asin Panggang Rosid terletak di Jl. Sultan Agung No 13, Saditan, Brebes.

Toko yang terletak di salah satu sudut kota Brebes ini sampai saat ini belum membuka cabang. Tidak ada yang istimewa ketika melihat bangunan Toko Telur Asin Panggang Rosid ini. Namun ketika memasuki bagian dalam toko, Anda akan melihat banyak hiasan dinding yang ternyata piagam penghargaan dan kliping tentang toko telur asin Rosid ini.

Pemilik Toko Telur Asin Panggang Rosid yang memiliki nama lengkap Muhammad Nurosidin juga merupakan guru SMP 1 Wanasari. Beliau bercerita bahwa dia adalah orang pertama di Indonesia yang menjual telur asin panggang pada tahun 2004. Sebelumnya beliau melakukan eksperimen untuk menyajikan telur asin pedas namun gagal dan beralih mencoba telur asin panggang dengan menggunakan oven. Ia memulai dengan menjajal memasukkan 10 telur ke dalam oven dan ternyata meledak. Ia menghabiskan sampai 300 butir telur sebelum akhirnya menemukan cara agar telur tidak meledak didalam oven. Kelebihan telur panggang olahan Rosid adalah kadar air lebih sedikit yang tentu saja lebih awet dan tahan lama, rasa sudah pasti berbeda dan unik, tekstur dan warna agak kasar, kesat, agak berminyak, dan lebih gelap dari telur bebek asin biasa. Selain itu tidak tampak bau amis khas telur bebek asin sehingga cocok buat orang yang tidak suka makanan yang berbau amis. Kelemahannya adalah beberapa orang belum beradaptasi dengan warna telur yang agak gelap dan tekstur telur asin yang berminyak tersebut.

Baca Juga  Sebuah Cerita Tentang Candi Losari dan Bapak Badri

Omset harian menurutnya, cukup lumayan hingga dapat menjual sekitar 700 butir telur. Di tahun 2007, beliau pernah mendaftarkan telur panggang bikinannya ke Badan POM Semarang dan telah mendapatkan hal patennya. Ironis, saat ini di beberapa toko di kota Brebes juga menjual telur panggang dengan inovasi yang sama walaupun ada perbedaan pada proses pembuatan dan pemanggangannya. Namun beliau tidak kecewa dan marah, dia tidak akan menuntut toko-toko yang menjual produk telur bebek asin panggang yang merupakan idenya, tanpa seizinnya dan menganggap rezeki sudah ada yang mengatur. Salut terhadap jiwa besar pak Rosid dalam mengembangkan usahanya dan mensyukuri rezeki yang diperolehnya. (text/foto: annosmile)

Kirim pendapat