Ritual Sedekah Candi Gunung Wukir, Tradisi Baru Di Sekitar Salaman Magelang

Ritual Sedekah Candi Gunung Wukir, Tradisi Baru Di Sekitar Salaman Magelang
4 (80%) 1 vote[s]

Ritual Sedekah Candi Gunung Wukir merupakan sebuah ritual atau tradisi untuk menghormati keberadaan Candi Gunung Wukir yang berada di sebuah perbukitan di kabupaten Magelang. Sebelumnya tradisi atau ritual ini sama sekali belum diselenggarakan di kawasan Candi Gunung Wukir ada dengan kata lain pertama kali digelar. Tujuan lain penyelenggaraan tradisi ini adalah untuk mengenalkan Candi Gunung Wukir sebagai tempat ditemukannya salah satu prasasti tertua di Indonesia.

Ritual Sedekah Candi Gunung Wukir diselenggarakan di Kompleks Candi Gunung Wukir, Dusun Carikan, Desa Kadiluwih, Kecamatan Salam, Magelang. Ritual atau prosesi ini adalah sebagai bentuk penghormatan, rasa syukur, dan pengenalan kembali peninggalan sejarah Situs Candi Gunung Wukir.

Barisan Berpakaian Adat Jawa Warna Biru Dalam Kirab Sedekah Candi Gunung Wukir Magelang

Ritual Sedekah Candi Gunung Wukir pada tahun 2014 ini merupakan ritual yang pertamakali diselenggarakan. Saat saya tanyakan kepada penduduk sekitar, tahun-tahun sebelumnya bahkan berpuluh-puluh tahun belum pernah ada ritual atau prosesi semacam ini. Jadi kesimpulan sementara terhadap ritual ini adalah bukan murni berasal dari masyarakat sekitar.

Sesuai rencana, Ritual Sedekah Candi Gunung Wukir dimulai dengan arak-arakan keliling desa dengan menggunakan sepeda motor. Arak-arakan berhenti di area panggung dan dilakukan upacara pembukaan yang dipimpin oleh ketua panitia dan sambutan oleh bupati. Selanjutnya dilakukan inti acara yaitu Ritual Sedekah Candi Gunung Wukir.

Baca Juga  Candi Sukuh, Candi Unik Nan Saru

Prosesi Mengelilingi Candi Dalam Ritual Sedekah Candi Gunung Wukir Magelang

Ritual Sedekah Candi Gunung Wukir dimulai dari rombongan umat kejawen berjalan dari area bawah Gunung Wukir atau panggung pentas seni menuju ke atas Gunung Wukir. Mereka berjalan beriringan melewati jalan setapak kecil dan menanjak untuk menuju ke  Kompleks Candi Gunung Wukir.

Barisan depan rombongan Sedekah Candi Gunung Wukir terdapat beberapa orang yang menggunakan kostum wayang dan seorang yang dipercaya sebagai guru spiritual. Diantaranya ada seorang wanita berpakaian kebaya yang membawa tumpeng untuk persembahan. Di barisan belakang terdapat barisan pengiringberpakaian adat jawa dengan warna dominan biru tua.

Memasuki Candi dalam Ritual Sedekah Candi Gunung Wukir Magelang

Saat tiba di pintu masuk Candi Gunung Wukir, ritual dilanjutkan dengan berjalan mengelilingi bangunan candi utama Gunung Wukir. Suasana berubah menjadi hening ketika rombongan Sedekah Candi Gunung Wukir melafalkan mantera dan doa. Prosesi ini mirip dengan ritual pradaksina mengelilingi candi saat Perayaan Waisak Candi Borobudur dan Prosesi Tawur Agung Candi Prambanan.

Ritual Sedekah Candi Gunung Wukir dilanjutkan dengan menaiki bangunan utama Candi Gunung Wukir dan berjalan ke arah Yoni. Tepat di depan Yoni rombongan tersebut mengucapkan mantera dan berdoa untuk keselamatan. Acara Ritual Sedekah Candi Gunung Wukir ditutup dengan pelatakan nasi tumpeng dan uba rampe diatas Yoni. Ritual selesai dan rombongan kembali turun ke bawah. Di area panggung kembali dipentaskan kesenian lokal yang cukup menarik untuk disimak dan ditonton.

Baca Juga  Bekas Jembatan Kereta Api Krasak Merana

Rutual Doa dan Menyerahan Tumpeng Diatas Yoni Candi Gunung Wukir Magelang

Secara keseluruhan Ritual Sedekah Candi Gunung Wukir menarik untuk disaksikan dan menambah keberagaman budaya di Indonesia. Meski Ritual Sedekah Candi Gunung Wukir bukan merupakan tradisi lokal yang turun menurun, keberadaannya mampu memberikan warna dan hiburan bagi masyarakat sekitar Desa Kadiluwih dan sekitarnya. Selain itu keberadaan acara ini untuk mengajak masyarakat untuk lebih mengenal peninggalan sejarah yang banyak ditemukan di Indonesia.

Sesaji Sedekah Candi Berupa Tumpeng Diatas Yoni Candi Gunung Wukir Magelang

Harapan bila kembali diselenggarakan, harusnya yang menyelenggarakan dan menjalankan Ritual Sedekah Candi Gunung Wukir adalah warga yang mendiami kawasan disekitar Candi Gunung Wukir bukan orang dari luar wilayah. Sehingga tradisi baru yang muncul selaras dengan adat dan budaya masyarakat sekitar tanpa campur tangan dari pihak luar atau asing. Saya melihat campur tangan masyarakat sekitar sangat sedikit dan hanya terwakilkan oleh pemuka dusun dan desa saja. Sedangkan masyarakat sekitar yang lain hanya menjadi penonton dan tamu di daerahnya sendiri. (text/foto: annosmile)

INFORMASI
Candi Gunung Wukir
Dusun Carikan, Desa Kadiluwih, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah

Kirim pendapat