Beristirahat Sejenak di Rest Area Bunder

Beristirahat Sejenak di Rest Area Bunder
Rate this post

Bagi orang yang sering melakukan perjalanan menuju ke kota Wonosari atau akan berwisata ke pantai-pantai di Gunungkidul pasti mengenal dengan kawasan Rest Area Bunder. Rest area ini terletak di tepi jalan raya penghubung kota Yogyakarta dengan kota Wonosari yang membelah kawasan hutan Bunder Wanagama.

Rest Area Bunder secara adiministratif berada di wilayah desa Gading, kecamatan Playen. Asal usul nama Bunder berasal dari nama desa Bunder yang berbatasan langsung dengan Desa Gading berupa Sungai Oyo. Lokasi desa Bunder lebih strategis untuk mengelola dan mengawasi rest area sehingga pengelolaan diberikan kepada desa Bunder yang bekerjasama dengan pemerintah daerah.

Saya sempat beberapa kali berhenti di Rest Area Bunder untuk sekedar menunggu kawan yang tertinggal dibelakang. Dari kejauhan cukup jelas papan petunjuk arah menuju ke rest area. Lokasi rest area ini terlihat ketika kita memasuki hutan Bunder dan jembatan yang dibawahnya mengalir sungai Oyo. Area parkir Rest Area Bunder cukup luas, mampu menampung puluhan kendaraan yang berukuran besar.

Untuk ukuran rest area atau tempat peristirahatan dan persinggahan sementara, Rest Area Bunder ini sudah cukup lengkap. Terdapat beberapa bangunan pendukung seperti mushola, toilet umum, dan pendopo atau joglo. Di sebuah sudut area parkir terdapat beberapa warung yang menjual minuman dan makanan ringan. Saya sempat mencoba bersantai di salah satu warung untuk membeli minuman sambil menikmati suasana Rest Area Bunder. Tidak ada menu makanan khas yang ditawarkan untuk pengunjung rest area ini namun cocok untuk sekedar membeli minuman untuk melepas dahaga.

Medan jalan di Gunungkidul yang berkelok-kelok dan naik turun cukup menguras tenaga sehingga banyak pengendara yang kelelahan setelah menempuh perjalanan. Keberadaan Rest Area Bunder cukup membantu pengendara kendaraan yang merasa kelelahan ketika menempuh perjalanan dari dan ke arah Wonosari.  Selain itu Rest Area Bunder ini menyediakan tempat untuk kegiatan camping, outbond dan jalur offroad motor untuk menjelajah hutan. Tidak heran bila suatu saat berhenti di rest area ini banyak terlihat anak-anak pramuka atau pecinta alam yang sedang melakukan kegiatan di kawasan ini.

Di dekat Rest Area Bunder terdapat tempat wisata menarik seperti budidaya dan penyulingan minyak kayu putih, budidaya sutra alam, penangkaran rusa, dan Sendang Mole. Obyek-obyek wisata yang berada satu kawasan dengan rest area ini dikelola oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Sejak dijadikan sebagai Taman Hutan Raya dengan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: SK.353/Menhut-II/2004 tanggal 28 September 2004, Hutan Bunder ini berfungsi sebagai hutan konservasi yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, budaya, pariwisata maupun rekreasi. (text/foto: annosmile)

Kirim pendapat