Ranu Pakis Lumajang, Melihat Pemandangan Danau Dari Atas Bukit

Ranu Pakis Lumajang, Melihat Pemandangan Danau Dari Atas Bukit
3.8 (75%) 4 vote[s]

Ranu Pakis Lumajang merupakan salah satu danau yang berada dalam segitiga ranu yaitu Ranu Bedali, Ranu Klakah, dan Ranu Pakis. Sama seperti Ranu Klakah, Ranu Pakis juga terbentuk dari letusan Gunung Lemongan (Lamongan). Kondisinya masih sangat alami dan belum tersentuh pembangunan kawasan wisata.

Ranu Pakis terletak di desa Ranu Pakis, kecamatan Klakah, kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Danau ini berada dalam ketinggian sekitar 600 mdpl dengan luas 50 hektar dan kedalaman sekitar 26 meter.

Jalan Menuju Ranu Pakis Lumajang

Rute menuju Ranu Pakis dari pusat kota Lumajang melewati jalur utama pernghubung antara kabupaten Lumajang dengan kabupaten Probolinggo. Memasuki pusat kecamatan Klakah disekitar pasar belok ke arah timur atau ambil jalan ke arah desa Tegal Randu menuju lokasi Ranu Klakah. Dari Ranu Klakah ikuti jalan terus sejauh 1 (satu) kilometer hingga menemui pintu masuk menuju Ranu Pakis. Akses jalan saat ini dapat dilalui kendaraan roda dua hingga roda empat.

Pemandangan Ranu Pakis Lumajang

Berbeda dengan Ranu Klakah, pengunjung Ranu Pakis Lumajang hanya dapat menikmati pemandangan ranu atau danau dari atas bukit. Pengunjung bebas memarkir kendaraan di tepi jalan karena ketiadaan kawasan parkir dan petugas parkir. Dari tepi tebing atau bukit, pengunjung bisa melihat indahnya Ranu Pakis yang dikelilingi perbukitan dan pada salah satu sudutnya terdapat area pemukiman. Tampak sebuah bangunan masjid yang cukup megah berdiri di tepi danau.

Baca Juga  Kelenteng Tjoe Hwie Kiong Kediri

Masjid Di Tepi Ranu Pakis Lumajang

Kondisi alam disekitar bukit Ranu Pakis Lumajang terlihat alami dan jarang tersentuh campur tangan manusia. Pepohonan lebat yang memenuhi tebing perbukitan hingga pinggir danau menjadi tempat tinggal hewan-hewan liar. Saat pagi hari sering terlihat sekumpulan kera liar di sekitar tebing yang dipenuhi pepohonan. Selain itu kicauan berbagai macam burung sering terdengar di kawasan ini.

Aktivitas masyarakat setempat di sekitar Ranu Pakis Lumajang hampir sama dengan Ranu Klakah. Para pencari ikan dengan alat jaring terlihat di beberapa sisi danau meskipun tidak sebanyak di kawasan Ranu Klakah. Menjelang siang hari aktivitas di sekitar Ranu Pakis tampak sepi karena para pencari ikan sudah pulang ke rumah masing-masing.

Aktivitas Menjaring Ikan Di Ranu Pakis Lumajang

Fasilitas pendukung wisata di Ranu Pakis Lumajang belum tersedia walaupun hanya sekedar kamar mandi atau wc umum. Ketiadaan fasilitas pendukung wisata dalam kawasan wisata seharusnya tidak dibebankan retribusi masuk kepada wisatawan. Alasannya wisatawan tidak mendapatkan timbal balik atas pembayaran retribusi yang dikenakan. Seharusnya pemerintah daerah menyadari hal tersebut dan membangun fasilitas pendukung wisata yang layak atau menghilangkan pungutan retribusi wisata. (text/foto: annosmile)

Kirim pendapat