Ragusa Es Italia Jakarta, Ketika Pelayanan Membuyarkan Rasa

Ragusa Es Italia Jakarta, Ketika Pelayanan Membuyarkan Rasa
3 (60%) 2 votes

Bagi pecinta kuliner es krim, nama Ragusta Es Italia sudah tidak asing lagi didengar. Sebuah outlet es krim yang berada di belakang Masjid Istiqlal ini memang memiliki daya tarik sebagai es krim legendaris di Jakarta. Tidak heran bila sebagian orang yang sedang di kawasan Gambir menyempatkan diri untuk mampir di outlet ini walaupun hanya sekedar menikmati kesegaran es krim sambil berteduh sejenak.

Ragusa Es Italia beramat di Jalan Veteran I No. 10, Gambir, Jakarta Pusat atau dibelakang Masjid Istiqlal Jakarta. Outlet ini telah berdiri sejak tahun 1932 dan bertahan hingga sekarang.

Luar Bangunan Es Krim Ragusa Jakarta Dipenuhi Pedagang Kakilima

Sama seperti sebagian orang, kami pun menyempatkan diri mampir di Ragusa Es Italia. Lokasi outlet es krim ini tidak jauh dari stasiun Juanda tempat kami akan meneruskan perjalanan. Jalan trotoar yang kami lalui cukup sepi hingga tiba pada keramaian pedagang kakilima di depan bangunan tua yang berhimpit dengan bangunan lain. Kami baru menyadari bahwa keramaian itu berada di depan outlet Ragusa Es Italia.

Sempat kami ragu untuk memasuki outlet Ragusa Es Italia yang tidak terlalu luas dan hanya menampung sekitar 40-an orang. Hampir seluruh tempat duduk terisi oleh pengunjung. Untung saja masih ada tempat duduk yang masih kosong dan kami segera menempatinya sebelum didahului oleh orang lain. Beberapa pelayan terlihat sibuk dan kami harus menunggu giliran untuk dilayani. Seorang pelayan tampak tergesa-gesa sambil memberikan daftar menu dan kertas pesanan tanpa sempat mengucapkan sepatah dua patah kata kemudian berpindah ke meja pelanggan yang lain.

Suasana Bangunan Tempoe Doeloe Es Krim Ragusa Jakarta

Kami langsung membaca daftar menu yang ada dan menuliskan daftar pesanan pada secarik kertas yang telah diberikan oleh pelayan. Kembali kami harus menunggu untuk diambil kertas pesanan oleh pelayan. Karena tidak sabar menunggu datangnya pelayan, kertas pesanan kami bawa langsung ke petugas kasir dengan harapan pesanan segera diantar. Sambil menunggu pesanan tiba, kami mengamati suasana sekeliling ruangan Ragusa Es Italia.

Suasana outlet Ragusa Es Italia tampak klasik dengan bangunan tua bergaya arsitektur Belanda dan hiasan foto-foto terpajang hampir memenuhi sebagian dinding ruangan. Sebagian foto yang terpajang merupakan foto dokumentasi Ragusa Es Italia sejak outlet tersebut dibuka hingga sekarang. Pada sudut ruangan tampak beberapa foto hitam putih tua bergambar pejabat dan orang-orang keturunan Belanda berfoto di depan Ragusa Es Italia. Sebagian lagi merupakan foto menu es krim yang disajikan di outlet ini. Tanpa membaca sejarahnya pun sudah tampak dari foto-foto bahwa Ragusa Es Italia menjadi primadona dari zaman ke zaman.

Outlet Es Krim Ragusa Jakarta Penuh Pengunjung

Tidak berapa lama akhirnya pesanan kami pun datang. Entah ada angin apa, tiba-tiba pelayan menyajikan es krim dengan setengah membentak saat kami menanyakan es krim apa saja yang disajikan supaya tidak tertukar. Untung saja kami menghiraukannya dan mulai menikmati es krim. Hal ini terkesan sepele namun bisa membuat outlet ini runtuh karena pelayanan yang buruk. Kejadian yang kurang mengenakkan tersebut membuat rasa akan Ragusa Es Italia perlahan sirna. Kami tidak dapat langsung menikmati daya tarik rasa es krim yang legendaris ini. Saat es krim yang kami makan hampir habis, perlahan-lahan kami baru menemui daya tarik rasa dari es krim ini. Sempat kami berpikir untuk memesan satu porsi es krim lagi namun akhirnya mengurungkan niat.

Variasi Menu Es Krim Ragusa Jakarta

Setelah membayar pesanan yang kami pesan di kasir, kami pun meninggalkan tempat ini sambil melewati kumpulan pedagang kakilima yang terasa berdesak-desakan di depan Ragusa Es Italia. Keberadaan pedagang kakilima di depan Ragusa Es Italia bukan menambah pilihan menu melainkan merusak cita rasa yang dibangun Ragusa Es Italia sejak pertama kali berdiri. Bau menyengat dari makanan yang dijajakan pedagang kakilima membuat rasa es krim yang kami nikmati terpecah menjadi dua. Sepertinya hal ini kurang mendapat perhatian dari pengelola yang terkesan mencari untung semata. (text/foto: annosmile)

Ada 3 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. HeruLS:

    Memprihatinkan. Bagiku, rasa dan pelayanan itu tak dapat dipisahkan, harus saling melengkapi. Rasa ok, pelayanan asal, cukuplah bagiku untuk memutuskan tidak akan mengunjunginya lagi.

  2. septia rahayu:

    semakin parah pelayanan di Ragusa ice cream,kemarin 25 september 2016 saya berkunjung lagi setelah 1,5 tahun tidak datang ,,,dan saya memutuskan TIDAK AKAN DATANG LAGI…!!!!!!sudah tidak seperti dulu kita datang di sambut pelayan,sekarang harus order dan ambil order sendiri,yang lebih menggelikan sekarang penyajian pakai stroform,dan pelayanan owner dan kasir sangat tidak sopan dan tidak ramah.kita masih makan main ambil aja tuh bekas ice cream yang kosong.padahal kita masih makan disitu,,ihhh parahhhhh deh RAGUSA…KAPOKKKKKKK .

    • admin:

      Hi septia rahayu,
      Turut prihatin, admin juga mengalami hal yg sama beberapa tahun yang lalu dan sepertinya belum ada perbaikan pelayanan dari restoran yang bersangkutan :(

Kirim pendapat