Puro Pakualaman

Puro Pakualaman
Rate this post

Puro Pakualaman merupakan merupakan kraton kecil yang berada di lingkungan Kraton Yogyakarta dan merupakan kraton termuda dari pecahan Kraton Mataram Islam. Lokasinya berada di sebelah timur Kraton Yogyakarta sejauh kurang lebih dua kilometer. Saat ini Kompleks Puro Pakualaman masih berfungsi sebagai tempat tinggal raja.

Kompleks Puro Pakualaman beralamat di Jl. Sultan Agung, Kecamatan Pakualaman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55112. Berdiri pada tahun 17 Maret 1813 atas dasar kontrak politik dengan Pemerintah Inggris pada waktu itu.

Tidak seperti Kraton Yogyakarta yang dibuka untuk umum setiap hari sebagai museum, Kompleks Puro Pakualaman ini tidak dibuka untuk umum sewaktu-waktu. Namun kita bisa mengunjungi dan melihat koleksi kraton yang terdapat di ruangan sebelah dalam Puro Pakualaman dengan meminta izin kepada petugas jaga (abdi dalem) yang berjaga di gerbang paling depan dan harus didampingi petugas jaga selama berkeliling ke Kompleks Puro Pakualaman.

Bangunan Istana Puro Pakualaman berada dalam satu kompleks seluas 5,4 hektar dan dikelilingi pagar tembok tinggi. Sebagaimana istana lainnya, Pura Pakualaman juga dilengkapi dengan alun-alun, masjid, kantor administrasi, pasar, istal (kandang kuda), dan kandang menjangan (rusa). Kondisinya saat ini masih utuh dan rutin mengalami perbaikan setiap beberapa tahun sehingga terlihat terawat dan bersih.

Hal-hal yang bisa dilihat selama berkunjung ke Puro Pakualaman adalah memasuki halaman sebelah dalam dan pendopo atau Bangsal Utomo Sewotomo yang diperbolehkan dimasuki masyarakat biasa dan ruangan yang berisikan koleksi seragam militer lama, kostum tari, wayang, gamelan, dan gambar tokoh-tokoh Pakualaman sebelumnya. Diruang terpisah terdapat kereta-kereta kerajaan, termasuk sebuah kereta yang baru-baru ini direnovasi. Kereta ini diberikan kepada Paku Alam I oleh Thomas Stamford Raffes pada tahun 1814. Pada hari-hari tertentu, Puro Pakualaman masih melaksanakan ritual tradisi kraton sama seperti yang diselenggarakan di lingkup Kompleks Kraton Yogyakarta. (text/foto: annosmile)

Ada 2 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Fajar:

    waiki…mulih..nang ngomah..ki..

  2. Muh Nahdhi Ahsan:

    Wah, gubernur jenderal saja pernah menghadiahi Paku Alam 1 ternyata. Hebat ya…

Kirim pendapat