Pura Uluwatu, Eksotisme Pura di Tebing Karang Laut

Rate this post

Siapa yang tidak kenal dengan Pura Uluwatu? Pura yang terletak di tebing karang yang tinggi di tepi laut ini merupakan salah satu obyek wisata yang tidak terlewatkan ketika berkunjung ke Pulau Bali. Pemandangan alam dari Pura Uluwatu terlihat menarik dengan hamparan lautan yang luas dari ketinggian tanpa terhalang apapun. Selain itu lokasi pura ini cukup unik karena berada di tengah-tengah hutan yang dihuni ribuan monyet liar.

Pura Luhur Uluwatu atau Pura Uluwatu adalah termasuk salah satu obyek wisata pura terkenal di Bali. Pura Uluwatu terletak di ujung barat daya Pulau Bali, di atas tebing batu karang yang terjal dan tinggi serta menjorok ke laut. Tidak jauh dari Pura Uluwatu terdapat Pantai Pecatu yang menjadi salah satu lokasi favorit peselancar dan event-event bertaraf internasional.

Lokasi Pura Uluwatu berada di kawasan Bukit Ungasan sebelah selatan Pulau Bali. Rute menuju pantai ini dari pusat kota Denpasar ke arah selatan menuju Jalan Bypass Ngurah Rai. Memasuki simpang empat Bandara Ngurah Rai dan Tol Mandara Bali, pilih jalan lurus ke selatan menuju ke arah Benoa. Saat menemukan perempatan besar pertama pilih jalan ke kanan menuju Jimbaran. Kemudian ada pertigaan kecil ambil jalan ke arah kiri dan susurilah Jalan Raya Uluwatu. Ikuti petunjuk jalan yang mengarah ke Unggasan, Garuda Wisnu Kencana (GWK), dan Pura Uluwatu. Pengunjung yang memasuki gerbang masuk Pura Uluwatu dipersilakan membayar retribusi parkir kemudian dipersilakan memarkir kendaraan di tempat yang telah disediakan.

Pengunjung dipersilakan mengenakan kain yang telah disediakan sama seperti memasuki pura yang lain. Selain itu terdapat himbauan untuk menyimpan aksesoris seperti anting, gelang, kalung, topi, kacamata, dan sebagainya karena menarik minat monyet-monyet untuk merampasnya. Seperti yang kita tahu bahwa sekitar kawasan Pura Uluwatu terdapat banyak monyet-moyet liar yang berkeliaran bebas dan menjadi penghuni tempat ini.

Pura Uluwatu terletak pada ketinggian 97m di atas permukaan laut dan berada di wilayah Desa Pecatu, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Pulau Bali. Pura ini merupakan Pura Sad Khayangan yang oleh umat Hindu dipercaya sebagai penyangga dari 9 mata angin.

Dari pintu masuk, pengunjung dipersilakan berjalan kaki melewati jalan setapak menuju ke kawasan Pura Uluwatu. Jalan setapak tersebut membelah kawasan hutan yang rimbun sebagai tempat tinggal para monyet. Sebagian besar monyet-monyet tersebut tampak bergelantungan diatas pohon. Beberapa monyet liar turun mendekati wisatawan untuk meminta makanan. Bahkan terlihat seekor monyet besar berani menaiki punggung wisatawan.

Keberadaan monyet-monyet liar ini justru menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian wisatawan. Pemandangan ini cukup langka dan jarang ditemui karena kebanyakan monyet-monyet liar sering takut melihat manusia. Beberapa wisatawan berhenti sejenak memperhatikan sekumpulan monyet kemudian memberi mereka makan. Bila wisatawan tidak membawa makanan namun ingin memberi makan, di sekitar Pura Uluwatu terdapat pula penjual makanan monyet seperti kacang dan pisang.

Pura Uluwatu pada mulanya digunakan sebagai tempat untuk memuja Empu Kuturan, seorang pendeta suci dari abad ke-11.

Monyet Liar di Uluwatu

Ketika tiba di halaman Pura Uluwatu, semakin banyak monyet-monyet liar yang berkeliaran mulai dari yang paling kecil hingga yang paling besar. Sebagian dari mereka masih bergelantungan di pohon-pohon yang ada di sekitar halaman. Kami baru tahu kalau ternyata pengelola obyek wisata Pura Uluwatu sedang memberi makan monyet-monyet liar tersebut. Sedikit informasi yang di dapat, pemberian makan untuk monyet liar dilakukan sehari dua kali oleh pengelola wisata.

Pemandangan monyet-monyet liar yang sedang makan ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang kebetulan hadir. Apalagi moyet-monyet tersebut makan secara rombongan atau bersama-sama dalam jumlah yang banyak. Kami sempat mengabadikan beberapa monyet yang sedang makan dan berlarian berebut makanan dengan monyet yang lain.

Pemandangan Pura Uluwatu

Perjalan dilanjutkan dengan memasuki area Pura Uluwatu yang tampak bersih dan terawat dengan baik. Di dalam kawasan pura tidak tampak satupun monyet yang berkeliaran. Sepertinya monyet-monyet liar tersebut menghormati keberadaan Pura Uluwatu ini. Bangunan Pura Uluwatu tidak jauh berbeda dengan pura-pura lain di Pulau Bali. Namun uniknya, letak Pura Uluwatu ini tepat berada di tepi tebing yang berbatasan langsung dengan laut.

Disarankan untuk mengunjungi Pura Uluwatu pada waktu sore hari karena selain dapat menikmati pesona matahari terbenam dari atas tebing, kita dapat menyaksikan salah satu pertunjukkan tari khas Bali yaitu Tari Kecak. Pertunjukkan Tari Kecak di Pura Uluwatu merupakan salah pertunjukkan terbaik di Pulau Bali dengan panggung yang didesain khusus di tempat terbuka di dekat area pura. Perpaduan antara kesenian Tari Kecak dan pemandangan matahari terbenam menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan baik nusantara maupun mancanegara. (text/foto: annosmile)

-----------

Ada 3 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. EventJogja.Com:

    keindahan bali dan kesadaran bersama masyarakatnya untuk menjaga wisata, termasuk salah satunya uluwatu, patut diacungi jempol :)

  2. profijo:

    Blasukkan ra ngajak-ajak

Kirim pendapat

error: Content is protected !!