Pura Ulun Danu Beratan Bali Dan Gambar Mata Uang Pecahan 50ribu

Pura Ulun Danu Beratan atau dikenal dengan nama Pura Ulun Danu merupakan pura air yang dibangun di tepian danau Beratan Bali. Letaknya yang berada ditepi danau membuat pura ini tampil indah dengan latar danau dan gunung yang mengelilinginya. Pura ini menjadi daya tarik wisata pura peribadatan yang unik setelah Pura Tanah Lot yang berada di atas pulau kecil tepian laut.

Pura Ulun Danu Beratan terletak di desa Candikuning, kecamatan Baturiti, kabupaten Tabanan, Bali.

suasana-taman-di-wisata-pura-ulun-danu-danau-beratan-bali

Lokasi Pura Ulun Danu Beratan berada di tepi Danau Beratan Bali yang berada di dekat jalan raya penghubung antara kabupaten Tabanan dengan kabupaten Buleleng/Singaraja. Rute dari kota Denpasar ke arah barat menuju ke arah Tabanan hingga tiba di simpang Mengwi. Dari simpang Mengwi ambil jalan ke arah utara menuju ke arah kabupaten Buleleng. Ikuti jalan raya tersebut hingga menaiki kawasan pegunungan dan tiba di area danau Beratan. Posisi obyek wisata Pura Ulun Danu Beratan berada setelah Pasar Candikuning dan Wahana Wisata Air Danau Beratan/Bedugul.

Pura Ulun Danu Beratan berada dalam ketinggian  1.239 meter di atas permukaan laut (dpl). Kawasan wisata pura ini terdiri dari 5 kompleks bangunan pura dan sebuah stupa buddha yang berada diluar area pura. Kondisi udara disekitar pura cukup sejuk dengan temperatur udara antara 18-22 derajat celcius. Fasilitas pendukung wisata di tempat ini cukup lengkap karena menjadi destinasi wisata utama para wisatawan baik nusantara maupun mancanegara yang datang ke Pulau Bali.

Baca Juga  Daftar Nama dan Alamat Pura Di Kubu Raya

pura-kecil-di-kawasan-pura-ulun-danu-danau-beratan-bali

Sejarah pendirian Pura Ulun Danu Beratan dapat dilacak pada salah satu kisah yang terekam dalam Lontar Babad Mengwi. Dalam babad tersebut dituturkan mengenai seorang bangsawan bernama I Gusti Agung Putu yang mengalami kekalahan perang dari I Gusti Ngurah Batu Tumpeng. Untuk bangkit dari kekalahan tersebut, I Gusti Agung Putu bertapa di puncak Gunung Mangu hingga memperoleh kekuatan dan pencerahan. Selesai dari pertapaannya, ia mendirikan istana Belayu (Bela Ayu), kemudian kembali berperang melawan I Gusti Ngurah Batu Tumpeng dan memperoleh kemenangan. Setelah itu, I Gusti Agung Putu yang merupakan pendiri Kerajaan Mengwi ini mendirikan sebuah pura di tepi Danau Beratan yang kini dikenal sebagai Pura ulun Danu Beratan.

Wisatawan yang memasuki kawasan wisata Pura Ulun Danu Beratan disambut dengan keindahan taman yang luas dan sejuk. Pada bagian tengah terdapat anak tangga dan tangga lurus menuju ke komplek pura dan area tepi Danau Beratan. Untuk menuju ke area pura di tepi danau bisa melewati tengah-tengah komplek pura atau berjalan mengelilingi komplek pura pada sisi kanan dan sisi kiri. Namun pilihan bijak bila memiliki jalan ke arah kanan karena dari tempat ini akan langsung disambut pemandangan tepi Danau Beratan dan pelabuhan perahu wisata keliling danau.

pura-ulun-danu-danau-beratan-bali

Toleransi dan kerukunan umat beragama juga ditonjolkan umat Hindu pada kompleks wisata Pura Ulun Danu Beratan dimana terdapat stupa buddha yang masih digunakan sebagai tempat ibadah. Posisinya berada pada bagian tengah bila ditarik garis lurus antara Pura Ulun Danu Beratan dengan bangunan masjid yang berada di sekitar area pemukiman tepi Danau Beratan.

Baca Juga  Masjid Agung Al Munawwar Tulungagung

Hal menarik lain dari Pura Ulun Danu Beratan digunakan sebagai gambar pada pecahan mata uang Rupiah 50ribuan yang saat ini masih sah digunakan untuk transaksi jual beli. Gambar pura ini berada di sebalik atau dibelakang gambar pahlawan dari Pulau Bali yaitu I Gusti Ngurah Rai. Seperti yang diketahui bahwa I Gusti Ngurah Rai adalah pahlawan nasional yang gugur dalam pertempuran Puputan Margarana dalam mempertahankan kemerdewkaan Republik Indonesia. (text/foto: annosmile)

INFORMASI
Pura Ulun Danu Beratan
Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali

Retribusi
Tiket Masuk WNI (Domestik) Dewasa : Rp 10.000,-/orang
Tiket Masuk WNI (Domestik) Anak-Anak : Rp 7.500,-/orang
Tiket Masuk WNA (Asing) Dewasa : Rp 30.000,-/orang
Tiket Masuk WNA (Asing) Anak-Anak : Rp 15.000,-/orang
Parkir Motor : Rp 2.000,-
Parkir Mobil (roda 4) : Rp 5.000,-
Parkir Bus : Rp 10.000,-

Ada 1 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. kalkulatorgrosir:

    menarik sekali jalan2x ke bali liat pura yang terkenal

Kirim pendapat