Puncak Tugu Magir, Puncak Tertinggi Di Gunungkidul

Puncak Tugu Magir merupakan puncak tertinggi di pegunungan seribu (sewu) yang berada di kabupaten Gunungkidul. Keberadaannya dikembangkan sebagai kawasan wisata sejak diresmikannya Embung Batara Sriten yang dibangun berdampingan dengan puncak tersebut. Sebagai puncak tertinggi Gunungkidul, obyek wisata ini cukup membuat penasaran wisatawan untuk mengunjunginya.

Puncak Tugu Magir merupakan puncak tertinggi pegunungan Baturagung Utara berada di dusun Sriten, desa Pilangrejo, kecamatan Nglipar, kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Memiliki ketinggian sekitar 896 mdpl.

Tanda Di Puncak Tugu Magir Sriten Gunungkidul

Lokasi Puncak Tugu Magir berada dalam satu kawasan dengan Embung Batara Sriten yang baru saja selesai dibangun. Rute menuju Puncak Tugu Magir dari kota Yogyakarta dengan mengikuti jalan Wonosari hingga melewati bukit Patuk dan tiba di persimpangan Sambipitu. Dari pertigaan tersebut ambil jalan ke kiri menuju ke arah Nglipar. Selanjutnya ketika menemui pertigaan besar, ambil jalan ke arah kiri menuju ke arah Nglipar-Ngawen. Selang sekitar 3-4 perhatikan sebelah kiri ada gang masuk dengan papan petunjuk arah menuju Embung Batara Sriten.

Tantangan terberat menuju ke Puncak Tugu Magir dari gang masuk ini dimulai. Pengunjung dipaksa melewati jalan kampung yang sempit dan terbuat dari cor semen. Jalan beraspal hanya terlihat beberapa ratus meter membelah kawasan pemukiman penduduk. Medan jalan cor semen cukup menanjak tajam dan menguras tenaga kendaraan. Pengunjung disarankan mengecek kondisi kendaraan dalam kondisi prima dan layak melewati medan jalan tersebut. Disepanjang jalan menanjak terdapat pos pemberhentian untuk pengunjung agar kembali melakukan pengecekan baik saat menaiki jalan atau saat menuruni jalan.

Pemandangan Sisi Timur Dari Puncak Tugu Magir Sriten Gunungkidul

Kendaraan pengunjung Puncak Tugu Magir dapat diparkir di kawasan Embung Sriten kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki menaiki bukit kecil yag berada di samping embung. Kondisi jalan setapak sudah cukup baik dan tidak menyulitkan pengunjung dalam melangkah. Tidak sampai lima menit pengunjung telah tiba di puncak tertinggi di kabupaten Gunungkidul yaitu Puncak Tugu Magir.

Baca Juga  Pancuran 7 Baturaden, Sumber Air Panas Alami Di Kawasan Baturaden

Puncak Tugu Magir ditandai oleh bongkahan batu berwarna putih yang konon diberikan oleh Kraton Yogyakarta sebagai pengganti bangunan tugu lama. Menurut cerita bangunan tugu lama yang dibangun dari batu sering dicongkel oleh pengunjung kemudian dibawa pulang. Semakin hari kondisi bangunan tugu lama semakin memprihatinkan dan akhirnya diganti oleh kraton menjadi bongkahan batu berbentuk persegi panjang berwarna putih. Kejadian ini berlangsung lama dan tidak diketahui kapan peristiwa ini terjadi.

Pemandangan Rawa Jombor Dari Puncak Tugu Magir Sriten Gunungkidul

Kondisi sekeliling Puncak Tugu Magir hanya ditumbuhi oleh rerumputan saja tanpa ada pohon besar. Disebuah sudut terdapat sebidang tanah yang berisi dua buah nisan yang terdiri dari nisan besar dan nisan kecil. Mulanya pengunjung mengira nisan tersebut adalah makam manusia. Namun setelah mendapat penjelasan dari pengelola atau warga sekitar barulah diketahui bahwa nisan tersebut adalah Petilasan Syekh Walijati di Puncak Sriten. Sosok siapa Syekh Walijati tersebut belum terungkap dan tidak diketahui sejarahnya hidupnya hingga saat ini.

Batu nisan sebagai petilasan tersebut terdapat huruf jawa bertuliskan “Raden Kasto Pramudyo” dan huruf arabnya bertuliskan “Syaikh Wali Jati”. Perjalanan Syekh Walijati ke Puncak Tugu Magir atau Sriten masih misteri dan alasannya mengapa pada zaman tersebut beliau tiba ditempat itu. Ada sebuah sumber mengatakan bahwa beliau tiba di puncak tersebut kemudian menghilang ke atas langit.

Penggunaan batu nisan (kijing) bagi orang jawa memiliki filosofi “elingo yen siro bakal bali marang asal usul iro, ojo dumeh lan ojo sembrono” (ingatlah bahwa kelak engkau pasti kembali ke asal usulmu, jangan sombong dan jangan terlena). Itu membuat orang jawa menghormati dan menjaga sikap. Jika ditempat tersebut diberi tugu/prasasti, akan sangat memungkinkan jika dirusak/ dikotori oleh tangan2 jahil dan filosofi agar mereka bisa menjaga sikap pun akan hilang seketika akibat tertutup oleh euforia kubjubgan wisata.

Petilasan Syekh Walijati Di Puncak Tugu Magir Sriten Gunungkidul

Pemandangan dari Puncak Tugu Magir saat cerah sangat menarik karena dapat melihat beberapa tempat dari ketinggian dengan jelas. Sebut saja Rawa Jombor berada tepat di sebelah utara dan Gunung Merapi. Pada sisi yang lain terlihat sebagian wilayah kabupaten Gunungkidul yang berbukit-bukit dan diantaranya terdapat terasering sawah. Pada musim-musim tertentu, kawasan Puncak Tugu Magir diselimuti kabut sehingga tidak terlihat pemandangan dari ketinggian di tempat ini.

Baca Juga  Daftar Lokasi Parkir Inap Mobil Di Sekitar Yogyakarta

Pengembangan kawasan Puncak Tugu Magir dengan dibangunnya Embung Batara Sriten membuat daya tarik wisata serasa lengkap. Sejak diresmikannya Embung Batara Sriten, arus pengunjung ke tempat ini semakin hari semakin bertambah. Bahkan ada segerombolan orang yang melakukan camping atau berkemah di sekitar Puncak Tugu Magir untuk menikmati suasana malam dan pamorama matahari terbit dari puncak tertinggi Gunungkidul ini. (text/foto: annosmile)

Ada 9 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. rizal:

    Saya kira itu kuburan

  2. warm:

    wah saya belum pernah kesini, ntar kesana ah kalo ada waktu, makasih infonya mas

  3. Sugeng Prastawa:

    Embug Batara sriten emang hebat dan menakjubkan bila 3 lokasi jadi 1 paket wisata lebih indah , khususnya yg suka petualangan pakai speda motor dari Ngawen menuju gardu pandang gedang sari jl. yg dilalui terjal dan menatang, diteruskan ke Embung sriten kearah timur menu7 gunung gambar atau semilir pokoknya puas….asssss

    • admin:

      Benar pak, terima kasih atas saran rute petualangannya :-)

  4. Tupan Hardjo:

    puncak Magir memang indah dan masih sangat alami hanyak embung dan rumah yang merubah suasana. jalan menuju ke lokasi masih sangat-sangat berbahaya rawan dan mengerikan bagi pengunjung dari luar daerah. Tanjakan dan turunan sanga ekstrim dan tidak ada pengaman kecualu jurang yg dalam. serta kayu2 yg tumbuh disisi jalan. Untuk yang diatas perlu dibenahi dengan taman untuk duduk2 santai. dan yang lebih penting harus dikasih rambu-rambu untuk tidak melakukan perbuatan yang tidak sopan/senonoh. untuk menjaga kesucian tempat yang bersejarah ini. sekaligus menjaga harkat dan martabat warga Sriten.

    • admin:

      setuju pak, terima kasih atas komentarnya :-)

  5. Nasirullah Sitam:

    Temanku yang bersepeda udah pada foto di sini :-(

  6. nbsusanto:

    asumsi dari kota yogya berapa jam perjalanan mas? 1,5 jam nyampe? soalnya ada rencana dolan ke gunungkidul tapi waktunya terbatas.. cuma 6 jam selonya dan dari bantul.. :mrgreen:

    • admin:

      Hi nbsusanto, sekitar 1,5-2jam mas tergantung kendaraannya :D

Kirim pendapat