Puncak Suroloyo Kulon Progo, Puncak Tertinggi Perbukitan Menoreh

Puncak Suroloyo Kulon Progo, Puncak Tertinggi Perbukitan Menoreh
3.3 (66.67%) 3 votes

Puncak Bukit Suroloyo merupakan puncak tertinggi Perbukitan Menoreh yang memanjang dari selatan kabupaten Kulon Progo hingga batas kabupaten Magelang yang ada disebelah utaranya. Daya tarik utama dari puncak bukit ini adalah panorama alam dari atas ketinggian. Bila cuaca sedang cerah dan tidak berkabut, wisatawan dapat melihat gugusan beberapa gunung seperti Merapi, Merbabu, Sindoro, dan Sumbing dari tempat ini. Selain itu tampak kejauhan Candi borobudur yang dikelilingi rerimbunan pohon.

Puncak Suroloyo merupakan salah satu bukit tertinggi di pegunungan Menoreh tepatnya di Dusun Keceme, Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo yang berbatasan dengan Kabupaten Magelang. Bukit Suroloyo Memiliki ketinggian sekitar 1.000 meter dari permukaan air laut.

Tangga Menuju Puncak Suroloyo Kulon Progo

Kendaraan yang kami kendarai hanya dapat mengantar kami hingga area bawah bukit Suroloyo. Kami segera memarkir sepeda motor kami dan memulai mendaki tangga demi tangga untuk menuju Puncak Bukit Suroloyo. Tangga naik tersebut dibangun beberapa tahun yang lalu dan saat ini kondisinya perlu renovasi. Beberapa bagian anak tangga mengalami kerusakan akibat longsor dan para pendaki tangga diharapkan berhati-hati dalam melangkah karena jurang berada di sisi kanan dan kiri tangga.

Di beberapa titik dibangun gasebo permanen yang berfungsi sebagai tempat beristirahat, bersantai, maupun berteduh dari panas matahari dan hujan. Dari gasebo tersebut, kita dapat beristirahat sambil melihat pemandangan luas dan jauh ke bawah. Bila hari libur, di gasebo tersebut ada beberapa penjual yang menjajakan makanan dan minuman. Untuk menuju puncak tidak diperlukan waktu yang cukup lama, dalam waktu 15 menit akhirnya kami sampai di Puncak Suroloyo.

Menurut informasi, Puncak Suroloyo memiliki kaitan sejarah dengan Kerajaan Mataram Islam. Dalam Kitab Cabolek yang ditulis Ngabehi Yasadipura pada sekitar abad ke-18 menyebutkan, suatu hari Sultan Agung Hanyokrokusumo yang kala itu masih bernama Mas Rangsang mendapat wangsit agar berjalan dari Keraton Kotagede kearah barat. Petunjuk itupun diikuti hingga dia sampai di puncak Suroloyo ini. Karena sudah menempuh jarak sekitar 40 km, Mas Rangsang merasa lelah dan tertidur di tempat ini. Pada saat itulah, Rangsang kembali menerima wangsit agar membangun tapa di tempat dia berhenti. Ini dilakukan sebagai syarat agar dia bisa menjadi penguasa yang adil dan bijaksana.

Pemandangan Dari Puncak Suroloyo Kulon Progo Ke Perbukitan Disampingnya

Ketika tiba Puncak Suroloyo, terdapat area puncak yang cukup sempit yang hanya dapat menampung sekitar kurang dari 40 orang. Di dekat tangga dibangun lampu suar setinggi sepuluh meter namun tidak dapat dipanjat karena tidak tersedia tangga. Pagar permanen mengelilingi kawasan puncak Suroloyo ini untuk mengamankan wisatawan dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Di ujung sebelah timur Puncak Suroloyo dibangun sebuah gardu pandang berukuran 3×3 meter dan terdapat sebuah arca Dewa Siwa berukuran 1 meter yang diletakkan di tepi gardu pandang. Sayang kondisi gardu pandang banyak terdapat corat-coret oleh perilaku orang yang tidak bertanggung jawab.

Mitos Puncak Suroloyo sebagai pusat atau titik tengah Pulau Jawa. Sebagian masyarakat Jawa percaya, jika ditarik lurus dari utara ke selatan, serta dari barat ke timur di atas pulau jawa, maka akan bertemu di Puncak Suroloyo.

Pemandangan Dari Puncak Suroloyo Kulon Progo Ke Arah Candi BorobudurCuaca yang mendung ditambah waktu yang sudah siang membuat pemandangan alam yang tampak dari Puncak Suroloyo tidak begitu jelas. Kami sedikit kecewa, tidak bisa melihat pemandangan hingga titik terjauh. Pemandangan hanya sampai ke kawasan perbukitan kecil yang berada di sebelah bawah Puncak Suroloo dan selebihnya tertutup kabut. Disarankan bagi yang akan mengunjungi kawasan ini datang pagi-pagi sekaligus bisa melihat matahari terbit.

Menurut informasi yang kami dapat, dari Puncak Suroloyo bisa melihat pemandangan candi Borobudur dari atas dengan menggunakan teropong karena obyek sulit terlihat oleh mata telanjang akibat jaraknya terlalu jauh. Namun di area Puncak Suroloyo belum terpasang atau belum terdapat persewaan teropong untuk melihat lokas candi Borobudur sehingga sementara pengunjung harus membawa teropong sendiri.

Menurut pendapat beberapa teman yang pernah berkunjung ke Puncak Suroloyo, momen terbaik ketika menjelang matahari terbit (sunrise), pemandangan alam cukup jelas dan bila beruntung akan melihat Candi Borobudur dari Puncak Suroloyo dengan menggunakan teropong. Selain itu bisa melihat empat gunung dari kejauhan yakni Gunung Merapi, Merbabu, Sindoro, dan Sumbing.

TeamTouring Di Puncak Suroloyo Kulon Progo

Sebelum menuruni Puncak Suroloyo, kami menyempatkan berfoto dibeberapa spot yang terletak di Puncak Suroloyo. Di gardu pandang dan bendera merah putih menjadi spot yang kami pilih untuk berfoto bersama. Akhirnya kami menuruni Puncak Suroloyo dan mengakhiri perjalanan kali ini. Sebetulnya di dekat Puncak Suroloyo terdapat puncak bukit yang lain seperti Puncak Sariloyo yang terdapat arena flying fox dan Puncak Kaendran. Namun karena kami sudah cukup lelah, lain kali saja kami berkunjung ke puncak tersebut. (text/foto: annosmile)

== Tiket Masuk

Dewasa : Rp2.000,-/orang

== Rute

Rute 1 : Jalan Godean – Sentolo – Kalibawang

Rute 2 : Jalan Magelang – Pasar Muntilan – Kalibawang

Ada 25 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. mursid:

    Yang jelas aku belum pernah nyampe situ.. :p

  2. mawi wijna:

    waktu itu kesana dan berkabut! beh

  3. Nurrahman:

    Pengen mrono,wingi yo bar diiming-imingi konco kos

  4. geblek:

    wah segan poso poso mendaki :)

    eh Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1431 H

  5. hasssan:

    wah, pengen ke sana ni,

  6. genthone kontrakan:

    kapan touring lagi kk??

  7. pututik:

    mirip mirip sama gunung lawu ya

  8. sibair:

    muantep…. :D udah ke semeru belom bang ? :D

  9. budies:

    sekilas tadi aku baca judulnya puncak suroboyo, bareng baca ada kaitannya dengan menoreh, baru lihat judulnya lagi…ee salah

  10. Tongkonan:

    Wah, enak bgt nih.. bisa touring terus. :)

  11. fahmarahman:

    wah, viewnya apik . .

    tak pikir mendaki tenanan mas, ternyata mendaki anak tangga. hhe

  12. bang FIKO:

    Semangat terus team touring…. Berbagi aneka objek wisata dan petualangan. Kereeennn…

  13. Fir'aun NgebLoG:

    Kunjungan pertama Gan!
    Wah, mantab nich postingannya,
    Met Sukses yach :D

  14. nurrahman:

    eh ternyata tiket e murah yo

  15. julicavero:

    wow..asik deh kyknya touring jalan2 ya sob

  16. neo renggana:

    asyik tuh,,, :D

  17. arifudin:

    wah jadi pngin kesana hiks, lama ga’ naik gunung :)

  18. aming:

    cool……
    bikin ngiri aja bro….

  19. pututik:

    indonesia memiliki wisata alam yang begitu indah, sayang sekali jika pemerintah kita malah pada tour ke luar negeri dan hanya menghabiskan uang negara. 2000 aja cukup nggak sampai 5jt hihihih

  20. ary vitax:

    puncak suroloyo dah sering sy daki…karna dkt dengan tempat saya
    di GODEAN.yogyakarta..suasana pegunungan nya yang asri n indah
    bwat hati tenang n lepas pikiran

  21. z4nx:

    tour seperti ini memang melelahkan, tapi ada kebahagiaan dan kebanggaan yang lebih dari sekedar membayar lunas kelelahan..
    happy touring..

  22. denmasaji:

    alah-alahhhhhhh

  23. rara:

    asyik tuh kayaknya ,,,lain kali gabung ahhh

  24. monic:

    jdi pgn….. uiii

  25. Muslimah:

    Kapan ada touring lg ke pegunungan menoreh dan puncak suroloyo? Gabung ne…

Kirim pendapat