Puncak Sikunir Dieng, Salah Satu Sunrise Terbaik Di Jawa

Puncak Sikunir Dieng, Salah Satu Sunrise Terbaik Di Jawa
4.8 (95%) 4 votes

Puncak Sikunir merupakan salah satu tempat atau titik terbaik menikmati matahari terbit (sunrise) di pulau Jawa bahkan di Indonesia. Bahkan tempat ini mendapat sebutan dari para wisatawan dengan Golden Sunrise dari Negeri Khayangan”. Tidak heran bila banyak orang atau pihak merekomendasikan tempat ini ketika seseorang akan berlibur ke Dataran Tinggi Dieng. Bila kondisi sedang cerah, pengunjung dapat melihat matahari terbit dari arah timur dan beberapa jajaran puncak gunung di sekitar Jawa Tengah seperti gunung Sindoro, Sumbing, Merapi, Merbabu, dan Ungaran.

Bukit Sikunir atau ada yang menyebutnya dengan Gunung Sikunir memiliki ketinggian sekitar 2.350 mdpl terletak di desa Sembungan, kecamatan Kejajar, kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Menunggu Matahari Terbit Di Puncak Bukit Sikunir Dieng

Lokasi Puncak Sikunir berada di ujung Desa Sembungan atau yang dikenal dengan sebutan desa tertinggi di Pulau Jawa. Rute dari Kompleks Candi Arjuna ke arah Desa Sembungan melewati depan Telaga Warna Dieng. saat menemui pertigaan kecil ambil jalan ke kiri menuju ke arah Sembungan/Dieng Theatre. Selanjutnya ada pertigaan lagi pilih jalan lurus ke arah Sembungan/Sikunir melewati area pemukiman penduduk hingga tiba lokasi parkir samping Telaga Cebong dan pos penarikan retribusi. Kondisi jalan sudah cukup baik meskipun lebar jalan masih sempit. Transportasi umum yang tersedia menuju ke tempat ini baru ada ojek motor dari terminal kecil di pertigaan Jalan Raya Dieng

Setelah membayar tiket masuk yang saat ini sudah dijaga petugas, kami langsung bergegas menuju ke puncak bukit Sikunir melalui jalan setapak. Jalan setapak menuju ke puncak Bukti Sikunir sebagian telah dibuat jalan dan tangga permanen. Suasana gelap masih tampak sehingga kami menggunakan senter untuk menerangi jalanan.

Pemandangan Kabut Dari Puncak Bukit Sikunir Dieng

Perjalanan melewati jalan tanah yang cukup menanjak dan di samping jalan setapak merupakan jurang yang dalam. Pendakian bukit selama kurang lebih setengah jam hingga tiba di pos pertama (1) puncak bukit Sikunir. Pos pertama puncak bukit Sikunir memang menjadi primadona untuk menikmati pemandangan matahari terbit karena merupakan jarak terdekat dan tidak terhalang oleh pohon atau bukit lain.

Terlihat sudah cukup banyak orang di pos pertama puncak bukit Sikunir yang areanya cukup sempit, akhirnya saya langsung memotong jalan menuju ke pos 4 puncak Bukit Sikunir yang merupakan titik tertinggi bukit Sikunir. Perjalanan selama 10 menit akhirnya kami tiba di pos 4.

Gunung Sindoro Dari Puncak Bukit Sikunir Dieng

Di pos 4 puncak bukit Sikunir merupakan puncak tertinggi ini kami bertemu dengan para pendaki yang bermalam di pos ini. Beberapa tenda dibangun dibalik bukit yang lebih rendah untuk menghindari angin kencang. Merekapun juga sedang menunggu saat-saat matahari terbit tiba sambil menyalakan perapian untuk menghangatkan tubuh. Akhirnya matahari mulai muncul dari horizon langit dan mulai menerangi bumi.

Samar-samar mulai terlihat gagahnya Gunung Sindoro yang dekat dengan puncak bukit Sikunir yang dibelakangnya berjajar Gunung Merbabu, Gunung Merapi, Gunung Ungaran, Gunung Lawu, Gunung Telomoyo, dan Gunung Andong. Sedangkan Gunung Sumbing tertutup oleh Gunung Sindoro. Kabut tipis terlihat di dasar gunung dan samar-samar terlihat kontur pemukiman dan pesawahan.

Pemandangan matahari terbit dari bukit Sikunir memang menakjubkan. Pemandangannya tidak kalah dengan pesona matahari terbit dari puncak Gunung Pananjakan yang berlatar Gunung Bromo, Gunung Batok, Gunung Semeru, dan gunung-gunung kecil lainnya. Tidak heran bila puncak bukit Sikunir menjadi salah satu kawasan terindah menikmati pesona matahari terbit di Pulau Jawa.

Matahari terbit yang pertama kali muncul memancarkan sinar kuning kemerahan ini sering disebut sunrise gold dan beberapa saat ketika matahari secara sempurna terbit dari ujung timur disebut sunrise silver karena sinar matahari berubah menjadi terang atau berwarna putih. Kedua moment ini sangat diharapkan ketika mendaki bukit Sikunir dan beruntung sekali pada kesempatan pertama kami dapat menikmati kedua moment sekaligus dalam satu waktu. (text/foto: annosmile)

Ada 6 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. applausr:

    selamat ya sudah sampai dieng… seneng rasanya bisa sampai puncaknya… kangen juga ya diatas gunung gitu.. 

  2. arif:

    namanya unik, si kunir, kayak bumbu dapur

  3. Sigit:

    naik ke gunung sikunir, bertepatan dengan festival dieng yang?

  4. Antyo:

    Nah, dolan terus to? Bikin iri saja :D

  5. wibisono:

    belum pernah ke dieng mas. perlu diagendakan nih.

  6. HeruLS:

    kyaaa, istimewa kak.
    tak sia-sia perjuanganmu, setidaknya tak cuma wacana, hihi

Kirim pendapat