Puncak Bucu Piyungan, Alternatif Tempat Camping Dan Menyambut Senja

Puncak Bucu Piyungan, Alternatif Tempat Camping Dan Menyambut Senja
2.4 (48%) 5 votes

Puncak Bucu merupakan daya tarik wisata perbukitan di daerah Piyungan Bantul selain Bukit Bintang dan Watu Amben Pandeyan. Keberadaannya belum lama dikembangkan oleh masyarakat desa setempat sebagai obyek wisata. Daya tarik yang ditawarkan oleh wisata perbukitan ini adalah sebagai lokasi menikmati matahari terbenam dan lokasi camping (berkemah).

Puncak Bucu terletak di padukuhan atau dusun Ngelosari, desa Srimulyo, kecamatan Piyungan, kabupaten Bantul.

tulisan-puncak-bucu-bantul

Lokasi Puncak Bucu berada di daerah perbukitan Piyungan Bantul. Ada dua rute menuju bukit ini dari pusat kota Yogyakarta. Rute pertama dari pusat kota Yogyakarta ke arah timur melewati Jalan Wonosari. Setelah melewati Pasar Piyungan Baru dan sebelum pertigaan Piyungan-Prambanan, ada perempatan kecil tanpa lampu lalulintas ambil jalan ke arah kanan. Ikuti jalan tersebut sejauh 6 kilometer hingga tiba di sebuah pertigaan desa dengan papan petunjuk arah menuju Puncak Bucu. Mulai dari tempat ini hingga area parkir kondisi jalan masih berupa jalan batu bercampur tanah. Namun jalanan sudah cukup lebar dan mampu dilewati oleh kendaraan besar semacam mobil dan truk. Rute kedua sebenarnya hampir sama dan juga melewati Jalan Wonosari. Bedanya kendaraan belok ke kanan di perempatan timur Kid’s Fun menuju ke Air Terjun Tuwondo Banyakan. Dari pertigaan sebelum tiba di Air Terjun Tuwondo ada petunjuk arah menuju ke Puncak Bucu. Kondisi jalan yang dilalui relatif lebih baik namun sedikit jauh dan banyak tikungan tajam.

menara-pandang-puncak-bucu-bantul

Puncak Bucu Piyungan secara geografis berupa bukit yang dikelilingi dataran rendah sehingga dapat melihat pemandangan dari ketinggian dari sebagai penjuru arah. Tempat ini memiliki ketinggian yang hampir sama dengan Bukit Bintang namun kalah tinggi dibandingkan Bukit Watu Amben Pandeyan. Bila memandang ke arah utara akan melihat Gunung Merapi yang terlihat utuh ketika tidak diselimuti awan. Sedangkan bila melihat ke arah timur dan selatan akan melihat pemandangan pegunungan seribu yang memanjang dan berbukit-bukit. Pemandangan ke arah barat tidak kalah menarik yaitu area persawahan, pemukiman warga, dan pemandangan kota Yogyakarta dari kejauhan.

Area Puncak Bucu Piyungan berbentuk mendatar atau tidak lancip sehingga cukup mudah untuk di daki oleh pengunjung. Bebatuan yang ada terbentuk dari bekuan lava gunung berapi seperti bebatuan yang berada di Gunung Api Purba Nglanggeran. Sepertinya belum ada penelitain mengenai bebatuan di kawasan perbukitan ini namun dapat ditarik kesimpulan sementara jenis batuan yang ada tidak jauh berbeda karena lokasinya dengan Gunung Api Purba Nglanggeran cukup berdekatan. Kondisi area puncak yang berbatu membuat udara di puncak bukit ini cukup panas pada siang hari yang terik. Pengunjung disarankan datang ke tempat ini pada saat pagi hari atau sore hari.

pengunjung-pesepeda-di-puncak-bucu-bantul

Waktu yang tepat untuk mengunjung Puncak Bucu Piyungan adalah sore hari untuk menikmati matahari terbenam atau sunset. Puncak perbukitan ini cocok digunakan untuk menikmati matahari terbenam karena ada bagian yang menghadap ke arah barat. Disamping itu pemandangan ke arah barat tidak terhalang bukit lain seperti bukit Watu Adeg sebelah barat Hutan Pinus Pengger. Selain itu tempat ini juga menarik digunakan sebagai tempat menikmati lampu perkotaan dan lampu area pedesaan dengan bonus kelap-kelip bintang pada malam hari. Tidak heran bila pengelola wisata setempat juga mengembangkan obyek wisata ini sebagai lokasi berkemah atau camping.

Bila dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu, saat ini kawasan Puncak Bucu Piyungan sudah mengalami pembangunan cukup pesat dimana telah disediakan area parkir kendaraan, paving jalan sejauh 200 meter hingga lokasi tangga naik menuju puncak bukit, gardu pandang, gasebo, hingga papan tulisan raksasa bertuliskan “Puncak Bucu”. Hanya saja fasilitas kamar mandi umum belum tersedia karena ketersediaan air di daerah ini sangat terbatas karena berada di perbukitan berkapur atau berbatu. Pengelola wisata ini berharap dengan adanya pembangunan kawasan wisata dapat menarik wisatawan untuk datang ke tempat ini.

senja-di-puncak-bucu-bantul

Pengunjung Puncak Bucu Piyungan saat ini tidak sebanyak ketika bukit ini baru diresmikan sebagai obyek wisata. Tempat ini hanya terlihat ramai ketika akhir pekan saja dan tampat sepi pada hari-hari biasa. Sepertinya sebagian besar pengunjung yang datang karena penasaran dengan tempat yang belum mereka kunjungi. Disamping itu saat ini makin banyak wisata baru yang bermunculan dan membuat seseorang menunda untuk mengulang tempat yang sama untuk dikunjungi. Secara keseluruhan Puncak Bucu dapat menjadi alternatif pilihan berwisata murah untuk menikmati matahari terbenam dan camping di sebelah timur kota Yogyakarta. (text/foto: annosmile)

Ada 9 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Elisabeth Murni:

    Barusan buka blog mawmblusuk ada artikel tentang Puncak Bucu, sampai sini pun disuguhi tulisan tentang puncak Bucu. Apakah ini pertanda dari semesta bahwa daku harus bergegas kesana? #halah

    • admin:

      Hi Elisabeth Murni,
      Semesta masih di kotabaru, belum pindah #halah

  2. Ceritaeka:

    Terus jadi kangen sunset di sini. Bhiks

  3. Frutablend:

    Cocok banget untuk menikmati sunset,,

    • admin:

      Hi Frutablend,
      Lumayan lah wisata murah meriah :-)

  4. bersapedahan:

    puncak bucu sepertinya sedang di kemas supaya semakin menarik ya … menikmati moment matahari terbit di puncak bukit memang selalu mengasikkan

    • admin:

      Hi bersapedahan,
      Iya benar menikmati sunrise dan sunset di atas ketinggian memang mengasyikkan :-)

  5. Heyru:

    Jadi pengen kesana sore-sore buat nonton sunset

    Btw kalau pulang malem2 dari sana emang nggak horor ya, kan jalannya masih sepi?
    hehehe

  6. nbsusanto:

    akhirnya dipageri.. 3,5 tahun lalu survey kkn masih belum ada bangunan apapun.. tempat ini memang apik kok.. :D

Kirim pendapat

porno izle ücretsiz porno porno izle