Puncak Becici Bantul, Lokasi Asyik Menikmati Senja Dari Ketinggian

Puncak Becici atau sebelumnya diberi nama Puncak Pinus Becici merupakan daya tarik wisata baru disekitar Dlingo Bantul dengan panorama alam berupa pemandangan dari puncak bukit. Hamparan pohon pinus yang berjajar rapi dan cukup luas menyapa pengunjung sebelum tiba di kawasan puncak. Obyek wisata ini cocok menjadi salah satu tempat menikmati senja di sekitar Yogyakarta karena posisinya menghadap ke arah barat.

Puncak Becici atau bernama lain Hutan Sudimoro 1 atau Becici Asri berada di dalam kawasan RPH (Resort Pengelolaan Hutan) Mangunan, wilayah kerja Dishutbun Provinsi Yogyakarta atau secara administratif berada di dusun Gunung Cilik, desa Muntuk, kecamatan Dlingo, kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.

Area Parkir Puncak Becici Dlingo Bantul

Lokasi Puncak Becici Dlingo berada dalam satu kawasan dengan wisata Hutan Pinus Mangunan Dlingo yang dikelola oleh RPH Mangunan yang berada di Jalan Imogiri-Patuk. Ada dua rute atau akses jalan menuju ke lokasi Puncak Becici Dlingo, yang pertama melalui jalur Imogiri-Dlingo dari arah kabupaten Bantul dan yang kedua melalui jalur Patuk-Dlingo dari arah kabupaten Gunungkidul. Selisih kedua akses jalan bila ditempuh dari pusat kota Yogyakarta tidak berbeda jauh karena letak Puncak Becici berada tengah-tengah jalan dari kedua akses jalan tersebut.

Papan nama dan petunjuk arah Puncak Becici Bantul mulai terlihat ketika memasuki kawasan RPH Mangunan atau hutan yang banyak ditumbuhi pohon pinus. Ikuti papan petunjuk arah yang melewati jalan tanah membelah kawasan hutan pinus hingga area parkir. Akses jalan tanah saat ini sudah lebar dan mampu dilewati hingga kendaraan roda empat. Pengunjung Puncak Becici dipersilakan parkir di area parkir yang telah disediakan oleh pengelola wisata.

Penampungan Getah Pinus Di Puncak Becici Dlingo Bantul

Asal-usul nama “Becici” berasal dari gabungan kata “ambeg” yang berarti berdiam diri dan kata suci, dua kata yang merujuk pada cerita turun temurun kepercayaan masyarakat setempat.  Awal mulanya hutan pinus ini dikelola sebagai hutan produksi penghasil getah pinus untuk bahan dasar terpentin dan gondorukem. Seiring dengan berjalannya waktu, makin banyak orang yang mengunjung tempat ini untuk menikmati pemandangan dari atas bukit dari tepian hutan pinus ini. Akhirnya kawasan yang semua menjadi hutan lindung dan hutan produksi menjadi destinasi wisata. Pengelolaan wisata hutan pinus ini dilakukan oleh masyarakat atas ijin RPH Mangunan dengan memperhatikan aspek-aspek kelestarian lingkungan.

Baca Juga  Mie Ayam Pak Yadi Glagahsari Yogyakarta

Fasilitas pendukung wisata dibangun secara swadaya dan gotong royong oleh masyarakat sekitar. Fasilitas pendukung wisata yang saat ini telah tersedia adalah akses jalan menuju area parkir, area parkir yang mampu menampung beberapa kendaraan roda empat dan puluhan kendaraan roda dua, bangku dari bambu, gasebo, kamar mandi umum, hingga gardu pohon atau biasa dikenal dengan nama rumah pohon.

Gasebo Peristirahatan Puncak Becici Dlingo Bantul

Perjalanan menuju Puncak Becici bantul dilanjutkan dengan menyusuri jalan setapak yang berada di tengah hutan pinus. Pemandangan hutan pinus di kawasan Puncak Becici cukup menarik dan memiliki kemiripan dengan Hutan Pinus Mangunan. Pohon pinus tumbuh cukup tinggi dan ditanam dengan jarak yang cukup rapi. Lokasi ini disediakan untuk pengunjung yang ingin melakukan outbound atau kegiatan alam di kawasan Puncak Becici. Beberapa tempat duduk bambu disediakan secara gratis oleh pengelola untuk bersantai pengunjung di kawasan hutan pinus. Selain itu kantong-kantong sampah diletakkan di berbagai titik strategis dan diharapkan pengunjung Puncak Becici agar membuang sampah ditempatnya. Namun diantara mereka masih saja membuang sampah di sembarang tempat dan belum memiliki kesadaran akan kebersihan lingkungan.

Saat memasuki pinggir bukit dan jalanan mulai menanjak, itulah tanda tidak lama lagi akan tiba di kawasan Puncak Becici Bantul. Di sepanjang jalan menanjak terdapat beberapa gasebo yang disediakan untuk beristirahat dan bersantai bagi pengunjung tempat ini. Diantara gasebo tersebut terdapat sebuah petilasan makam pendiri desa Muntuk. Keberadaan makam tersebut konon sesuai permintaan pendiri desa yang ingin dimakamkan di puncak bukit tersebut saat meninggal dunia.  Sebagian besar orang yang melewati tempat itu tidak menyadari bahwa susunan keramik itu adalah makam. Awalnya pun kami mengira susunan keramik itu semacam monumen peresmian.

Gardu Pohon Puncak Becici Dlingo Bantul

Area Puncak Becici dibagi menjadi dua area yang letaknya cukup berdekatan. Area pertama merupakan area paling tinggi yang tidak terhalangan oleh pepohonan. Dari area pertama ini kita bisa melihat pemandangan luas ke arah barat dan ke arah utara. Pemandangan yang terlihat bila menghadap ke barat adalah area persawahan, kota yogyakarta dari ketinggian, dan panorama matahari terbenam atau sunset. Pemandangan bila menghadap ke sebelah utara adalah Gunung Sumbing dan Gunung Merapi dari kejauhan bila cuaca sedang cerah dan langit cukup bersih.

Baca Juga  Soto Mbah Saleh, Alternatif Kuliner Soto Di Tepi Jalan Wates

Pemandangan Matahari Terbenam Di Puncak Becici Dlingo Bantul

Area Puncak Becici kedua letaknya lebih rendah daripada area pertama. Area kedua ini menghadap ke arah barat dan ke arah selatan. Suasana area kedua ini terasa cukup teduh karena banyak terdapat pepohonan pinus yang tumbuh cukup tinggi. Tiga buah pohon pinus yang letaknya paling tepi atau pinggir bukit dibuat gardu pohon mirip seperti gardu pohon yang berada di Wisata Alam Kalibiru Kulon Progo. Hal yang lebih menarik lagi pengunjung bebas naik ke atas gardu pohon tersebut tanpa harus membayar seperti di Wisata Alam Kalibiru. Dengan jumlah gardu pohon sebanyak tiga buah, pengunjung Puncak Becici tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk mengantri menaiki gardu pohon tersebut. Namun pengunjung diharapkan untuk berhati-hati ketika menaiki rumah pohon karena ketiadaan penjagaan dari pengelola.

Pemandangan dari atas gardu pohon Puncak Becici Bantul hampir sama dengan pemandangan dari atas gardu pohon Wisata Alam Kalibiru. Sebuah pemandangan alam dari ketinggian atas atas bukit yang tidak terhalang oleh apapun. Hal yang membedakan adalah pemandangan dari atas gardu pohon Puncak Becici tidak terdapat pemandangan waduk atau danau seperti Kalibiru. Namun dari tempat ini dapat menikmati keindahan matahari terbenam dan jajaran gunung seperti Gunung Merapi dan Gunung Sumbing. Inilah kelebihan Puncak Becici yang tidak dimiliki oleh Wisata Alam Kalibiru.

Pemandangan Gunung Merapi Yang Tertutup Awan Dari Puncak Becici Dlingo Bantul

Secara keseluruhan, keberadaan Puncak Pinus Becici Bantul menambah pilihan wisatawan untuk menikmati pesona matahari terbenam dari atas ketinggian di sekitar Yogyakarta. Selain itu pemandangan pagi di Puncak Becici juga tidak kalah bagusnya karena kabut tebal berada di bawah tempat ini dan seperti negeri diatas awan. Lokasinya yang masih alami dan jauh dari keramaian cocok bagi wisatawan yang jenuh dengan kebisingan dan mencari suasana tenang. Pengunjung diharapkan selalu menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari perbuatan yang merusak alam dimanapun berada. (text/foto: annosmile)

INFORMASI
Puncak Becici (Puncak Pinus Becici)
RPH (Resort Pengelolaan Hutan) Mangunan, Wilayah Kerja Dishutbun Provinsi Yogyakarta
Dusun Gunung Cilik, Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, DIY

Retribusi
Tiket Masuk : Gratis
Parkir Motor : Rp 2.000,-
Parkir Mobil : Rp 10.000,-

Ada 4 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. wildan:

    Wouw…offroad tuh, pemandangannya keren

  2. erwin:

    keren lagi kalau sampai sana pakai sepeda, mungkin sensasi sampai puncak lebih amazing

    • admin:

      Hi erwin, betul sekali. Jalur tanjakannya cukup menantang bagi penghobi sepeda :-)

  3. nbsusanto:

    wakss sebagai wong bantul malah saya belum sampai sini.. udah rame duluan.. :mrgreen:

Kirim pendapat