Berpetualang Ke Pulau Mengkudu

Berpetualang Ke Pulau Mengkudu
1 (20%) 1 vote

Pulau Mengkudu merupakan nama sebuah pulau kecil tidak berpenghuni yang berada di ujung utara Pulau Bangka. Nama pantai tersebut mungkin memiliki kesamaan atau kemiripan nama dengan gugus kepulauan lain di Indonesia Keberadaan pulau ini dikeramatkan dan diyakini memiliki kaitan dengan leluhur penduduk Pantai Pesaren yang tinggal dekat dengan pulau tersebut.

Pulau Mengkudu adalah sebuah pulau kecil yang masih perawan dan belum dihuni oleh manusia. Pulau ini merupakan sebuah bongkahan batu raksasa karena disekelilingnya berupa batuan. Terletak di sebelah timur laut dari pantai Pesaren dengan jarak kira-kira 5 km.

Lokasi atau letak Pulau Mengkudu Bangka berada di sisi utara Pulau Bangka tepatnya di seberang Pantai Pesaren Belinyu. Rute menuju tempat dari dari kota Pangkal Pinang atau kota Sungailiat ke arah utara menuju ke kota kecamatan Belinyu. Sesampai di Belinyu arahkan kendaraan menuju ke Pantai Pesaren yang berada di desa Bintet. Pengunjung yang ingin menuju ke Pulau Mengkudu harus melapor dan meminta izin terlebih dahulu kepada juru kunci pulau yang tinggal di sekitar Pantai Pesaren atau dusun Pesaren Pantai. Selanjutnya pengunjung harus menyewa perahu milik nelayan untuk menuju ke pulau tersebut karena tidak tersedia jasa angkutan wisata perahu.

Ketika kapal semakin mendekat, semakin jelas saya melihat kondisi dan bentuk Pulau Mengkudu. Sebuah pulau yang tepian pantainya berupa batuan dan terdapat beberapa pohon khas tepian pantai seperti pohon bakau. Menuju ke tepi pantai, memang harus hati-hati, karang-karang tajam siap menyambut kaki yang tidak memakai alas. Dan batuan pun licin karena terus menerus terkena percikan air laut.

Memasuki dalam pulau yang menurut juru kunci merupakan pulau yang keramat sehingga kita harus berhati-hati dan menjaga setiap ucapan. Di bagian tengah terdapat sebuah bangunan mirip klenteng kecil yang dipercaya oleh juru kunci sebagai tempat tinggal arwah penghuni pulau tersebut. Saya dilarang mengambil foto bangunan tersebut saat para juru kunci melakukan ritual penghormatan dan meminta ijin berkunjung ke Pulau Mengkudu.

Klenteng tersebut diyakini oleh sebagian penduduk pesaren sebagai tempat tinggal arwah orang sakti jaman dahulu. Arwah tersebut konon beragama Islam dan berasal dari kerajaan yang tidak diketahui asalnya. Hal ini diketahui ketika kami melakukan ritual pemanggilan arwah.

Pada sisi sebelah utara, pemandangan yang indah di tepi lautnya, dengan batu-batuan yang berwarna kuning kecoklatan dipadukan dengan birunya laut. Jenis batuan ini banyak ditemukan di banyak kawasan pantai yang tersebut di Kepulauan Bangka Belitung. Ombak laut dikala itu yang kencang membuat bunyi deburan khas saat menerpa dinding batu.

Di tepi pantai terdapat sebuah goa yang menurut pandangan saya sebagai tempat tinggal burung, entah sejenis kelelawar ataukah walet. Saya merasa tertarik mengintipnya walaupun agak was-was ketika melihat tulang ular yang ada disekitar mulut goa.

Menurut juru kunci, konon jaman dahulu bila memasuki goa tersebut dapat menuju ke pulau Jawa. Namun ketika saya mencoba memasukinya, ujung goa tersebut merupakan tebing yang curam dan berbahaya.

Memandang jauh lautan sambil menikmati gelombang ombak yang tenang. Berkeliling pulau Mengkudu, tak terasa kami berada di pulau tersebut selama 2 jam. Kami pun mengakhiri ekspedisi di pulau ini. Kamipun menuju ke arah perahu kami dan meninggalkan pulau Mengkudu ini.

Dalam perjalanan pulang saya melewati sebuah tanjung yang dinamakan dengan Tanjung Mengkudu. Tanjung Mengkudu memiliki pesona yang cukup menarik yaitu sangat cocok sebagai tempat snorkling dan menyelam. Perairan disekitar Tanjung Mengkudu dan Pulau Mengkudu memang dilarang dilakukan untuk aktivitas penambangan sehingga biota laut seperti ikan dan terumbu karang masih terjaga dengan baik.

Menurut cerita penduduk yang ikut ekspedisi, setiap beberapa bulan sekali ada kapal pribadi  yang membawa beberapa turis asing berhenti di perairan sekitar Tanjung Menkudu dan Pulau mengkudu untuk menyelam menikmati dunia laut yang masih terjaga di tempat ini. Walaupun mereka harus berhati-hati karena perairan yang sedikit ganas ombaknya.

Langit yang cerah bercampur dengan angin yang sepoi-sepoi mengahantar perjalananku sampai tepian pantai Pesaren. Terbersit kekaguman tentang alam liar Indonesia yang cukup indah di sudut-sudut wilayah yang tidak terjaman manusia. Didalam hati saya berpikir, apakah keindahan akan terlindungi hanya dengan sebuah mitos dan mistis? (text/foto: annosmile)

Ada 28 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. suryaden:

    ini blog hura-hura ternyata :D

  2. rudis:

    selamat bersenang2, slm rudis blog anyaran

  3. nahdhi:

    @ki demang: Lha soko judule wae wis TEAM TOURING.

  4. geblek:

    oh indahnya pemadangan lautnya

  5. Pencerah:

    sekali lagi hanya bisa mengacungkan 4 jempol sambil ngeces

  6. jurug:

    blog senang2.. seneng2 trus

  7. isnuansa:

    pemanggilan arwah? ngeri deh…

  8. attayaya:

    coba deh jalan2 ke riau

  9. Nauval:

    wiss,,, mantap ne jalan”ny
    boleh tukeran link gg?

  10. gajah_pesing:

    kok koyo tahu ngerti neng poto kui?

  11. Pradna:

    biru warna air lautnya itu lho…nggemeske :D

  12. nurrahman:

    jenenge lucu…mengkudu.. koyo buah

  13. Wongndeso:

    Mantab jalan-jalan terus

  14. sobatsehat:

    indahnya bukan main, seperti tanah kelahiran ku ” bangka belitung “

  15. lifetyle phone:

    ammazing place for traveler

  16. cebong ipiet:

    iki blog jalan jalan…

  17. Hary4n4:

    Mantap banget perjalanannya kali ini… Ada serem2nya dikit…hehehe
    Terus lanjut, sobat… Moga dgn tulisan2 seperti ini, kekayaan alam nusantara ini…dapat lebih mendapat perhatian dan dijaga kelestariannya… Salam hangat… Salam damai selalu…

  18. Gandi Wibowo:

    Walau nyedot Bandwidth Indosat, tapi gak sia-sia… pemandangannya lumayan bagus.

  19. Seno Rasca:

    oleh2nya mana ya..??

  20. alamendah:

    Jalan-jalan teruuuuuuuuusssss…..
    Jadi ngiler…

  21. Eka Situmorang-Sir:

    Nikmat bener!
    jadi inget waktu ke pulau seribu kmrn….

  22. amri:

    biaya?

    • annosmile:

      klo pas itu gratis.. :P

  23. cari uang di internet:

    indahnya indonesia…..kapan ya bisa main kesitu

  24. kakve_santi:

    dimana tuh, kayanya paradise bangat!

  25. rita:

    hmmmmmm…. betapa indah keagungan Tuhan….., salam kenal buat semuanya

  26. hida:

    wowwwwwwwwwww indah bgt t4nya, jd pengen kesana………….

  27. Ibat:

    urghhh….. selalu g tahan kl ngeliat laut.
    rasanya nafsu bangkit… *nafsu apa nih. hahahaha

Kirim pendapat