Mengamati Langsung Proses Produksi Batik Tulis Tancep Di Ngawen Gunungkidul

Batik Tancep Ngawen merupakan kerajinan batik khas Ngawen Gunungkidul. Kerajinan Batik Tancep Ngawen ini memiliki cirikhas tersendiri dari segi corak, warna, dan cara membuatnya walaupun masih terdapat kemiripan dengan sentra batik yang berdekatan yaitu batik khas Jogja dan batik khas Solo. Tidak dapat dipungkiri bahwa kedua kota tersebut saat ini masih menjadi pasar tersebar dari Batik Tancep Ngawen.

Batik Tancep Ngawen Gunungkidul memiliki dua macam produk utama berupa batik tulis dan batik cap. Sebagian besar motif yang digunakan masih dipengaruhi motif dari batik khas Jogja dan batik khas Solo. Namun beberapa produk kain telah memiliki motif tersendiri dan menjadi cirikhas Batik Tancep Ngawen.

Keseriusan Membatik Di Batik Tancep Gunungkidul

Pemasaran Batik Tancep Ngawen Gunungkidul lebih banyak dilakukan di luar daerah Gunungkidul. Alasan yang cukup mendasar adalah lokasi sentra Batik Tancep Ngawen Gunungkidul yang cukup jauh dari pusat kota Gunungkidul maupun dari kota Yogyakarta sebagai kota besar yang paling dekat. Alasan inilah yang membuat sebagian besar wisatawan menjadi enggan berkunjung ke sentra batik khas Gunungkidul ini.

Lokasi sentra Batik Tancep Ngawen Gunungkidul yang cukup jauh tidak membuat saya mengurungkan niat menuju tempat tersebut. Perjalanan selama dua jam pun terlewatkan dan akhirnya tiba di salah satu industri rumah tangga Batik Tancep Ngawen milik Pak Malik. Pagi itu di rumah produksinya sedang melakukan kegiatan produksi Batik Tancep Ngawen jenis batik tulis. Saya pun bergegas menemui Pak Malik untuk meminta izin melihat proses produksi Batik Tancep Ngawen tersebut.

Harga untuk selebar kain Batik Tancep Ngawen Gunungkidul bervariasi dan berdasarkan tingkat kerumitan proses produksinya. Untuk batik cap dipatok harga mulai Rp 100.000,- , batik tulis mulai Rp 500.000,- dan yang berbahan kain sutera harganya dapat lebih dari Rp 1.000.000,-.

Proses Pewarnaan Batik Tancep Gunungkidul

Proses pembuatan Batik Tancep Ngawen Gunungkidul hampir sama dengan proses pembuatan batik pada umumnya. Dimulai dengan proses pembuatan motif atau pola pada kain putih polos kemudian dilakukan proses pewarnaan secara bertahap. Sebelum dilakukan pewarnaan, beberapa pola yang dibuat ditutup dengan lilin atau disebut malam dengan tujuan agar tidak ikut dalam pewarnaan.

Proses pewarnaan pada Batik Tancep Ngawen Gunungkidul menggunakan pewarna alami dari daun-daunan dan rempah-rempah. Menurut informasi beberapa rempah-rempah yang digunakan masih didatangkan dari luar daerah karena minimnya stok dari dalam daerah. Daun-daunan dan rempah-rempah tersebut dihaluskan kemudian dicampurkan dalam komposisi tertentu untuk menghasilkan warna yang akan diinginkan.

Penjemuran Kain Batik Tancep Gunungkidul

Batik Tancep Ngawen Gunungkidul sudah setengah jadi setelah melakukan proses penulisan motif/pola, proses pelapisan pola dengan lilin, dan pewarnaan secara berulang. Proses selanjutnya adalah proses penghilangan lilin (malam) yang masih menempel pada kain dengan dimasukkan ke dalam tong berisi air panas yang dicampurkan bahan-bahan tertentu yang melarutkan lilin. Setelah selesai dilakukan pengecekan kembali apakah masih ada lilin yang masih menempel pada kain.

Proses terakhir adalah pencucian dan penjemuran kain batik dimana dalam proses ini kain batik dicuci dengan pembersih untuk menghilangkan larutan warna yang masih menempel dan memberikan cairan agar warna kain tetap awet. Selanjutnya dilakukan pengeringan di dalam ruangan untuk mempertahankan warna dan kualitas kain batik. Akhirnya proses pembuatan Batik Tancep Ngawen Gunungkidul selesai dan dapat langsung dikemas serta dipasarkan. (text/foto: annosmile)

Baca Juga  KUB Nyawiji Mulyo, Salah Satu Tempat Produksi Gula Semut Di Kokap Kulon Progo

Ada 4 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. kips:

    Batik tulis tingkat kerumitannya lebih tinggi jadi lebih mahal harganya ya, asli keren euy :-D

  2. EventJogja:

    satu lagi kesenian dan kerajinan daerah yg patut dan harus dilestarikan :)

  3. Fajar:

    apik apik batike… ngertio..titip om..hihihih

  4. Andana Paringga:

    kalo ngeliput yang kayak gini ajak-ajak kak… :)

Kirim pendapat