Proses Pemanenan Ayam Potong Atau Ayam Broiler

Proses Pemanenan Ayam Potong dapat dilakukan kapan saja tanpa harus memperhitungkan waktu (waktu fleksibel). Namun disarankan ayam ditangkap pada pagi hari, sore hari, atau malam hari agar ayam tidak terlalu stres. Khususnya penangkapan ayam pada malam hari menggunakan nyala lampu yang redup atau tidak terang.

Penimbangan Ayam Dalam Pemanenan Ayam Broiler

Berikut tata cara pemanenan ayam potong atau ayam broiler yang benar dan dianjurkan antara lain :

  • Suasana kandang ayam broiler dibuat senyaman mungkin dengan cara mengantung tempat pakan dan minum sehingga tidak banyak pakan dan air minum yang tumpah saat proses pemanenan terutama saat proses penyekatan (penangkapan) ayam.
  • Buatlah penyekatan ayam secara bertahap sesuai dengan ayam mana yang akan ditangkap terlebih dahulu. Tujuannya agar ayam lain yang belum ditangkap tidak keburu lemas. Sekat bisa dibuat dengan ukuran 7 x 3 meter atau sesuai dengan kendisi kandang. Hal yang penting saat membuat sekat hindari penumpukan (overlapping) ayam di sudut kandang dan jangan terlalu padat agar tidak menyebabkan ayam mati.
  • Cara menangkap ayam ketika panen pertama-tama pegang kaki ayam secara perlahan-lahan, kemudian pegang bagian dadanya, dan tarik ayam ke atas. Hindari menangkap ayam dengan kasar dengan memegang salah satu sayapnya terlebih dahulu. Hal tersebut dapat menyebabkan memar, sayap patah, kaki patah, hingga mati karena stres.
  • Saat panen, umumnya setiap pekerja kandang bisa memegang 3-5 ekor ayam sekaligus. Setelah ditangkap kedua kaki ayam diikat dengan tali agar bisa ditimbang secara berkelompok (sekitar 3-5 ekor bersamaan) dan segera catat bobot hidupnya, karena harga jual ayam broiler akan dihitung per kg bobot badan waktu hidup. Habiskan ayam dalam satu sekatan, jangan gunakan sistem tangkap pilih untuk menangkap ayam saat memanen.
  • Sebelum melakukan penimbangan sebaiknya timbangan dikalibrasi terlebih dahulu untuk mencegah terjadinya kesalahan hitung yang bisa merugikan peternak. Setelah ditimbang, masukkan ayam ke dalam keranjang ayam dan hindari tindakan kasar untuk mengurangi resiko banyaknya ayam yang diafkir akibat sayap atau kakinya patah. Keranjang-keranjang berisi ayam tersebut kemudian dimasukkan dan ditata ke dalam truk pengangkutan.
  • Lakukan cek ulang terhadap kondisi ayam setelah penangkapan selesai. Juga, terhadap hasil data timbangan yang telah didapatkan agar tidak ada kesalahan hitung. Setelah semua data benar dan sesuai dengan surat jalan penangkapan, barulah kendaraan pengangkut ayam boleh diizinkan keluar meninggalkan lokasi kandang untuk menuju ke pengepul atau langsung dibawa ke tempat pemotongan ayam.
  • Waktu pengangkutan ayam sebaiknya dilakukan pada malam hari dengan tujuan menghindari cuaca panas saat siang hari, serta menghindari lalu lintas yang relatif lebih padat. Lamanya waktu antara ayam dimasukkan ke keranjang sampai dipotong, dan tingginya suhu udara di sekitar keranjang akan mempengaruhi banyaknya susut bobot badan dan kematian. Untuk itu, waktu pengangkutan ayam dan lamanya jarak tempuh juga perlu diperhitungkan. Perlu diingat susut pada saat transportasi berkisar 1-3%. (*dari berbagai sumber*)

Kirim pendapat