Potongan Batu di Dusun Kowang Prambanan

Potongan Batu di Dusun Kowang Prambanan
Rate this post

Ketika sedang menelusuri jalan menuju Situs Peleman atau Situs Pelemsari, kami menemui sebuah potongan batu yang terletak di tepi jalan perkampungan warga tepatnya di dusun Kowang. Kami menghentikan kendaraan dan langsung menuju ke potongan batu tersebut. Sesuai dengan perkiraan kami bahwa itu merupakan salah satu potongan candi.

Banyak ditemukan potongan batuan candi di Dusun Kowang, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan yang lokasinya dekat dengan aliran sungai Opak.

Batuan candi yang terdapat ditepi jalan depan rumah warga tersebut berjumlah 6 (enam) buah dimana lima buah berbentuk persegi panjang dan satu potongan candi berbentuk tabung mengerucut mirip potongan stupa. Sebelumnya dalam perjalanan melewati tempat ini, kami juga menemui beberapa buah potongan batu di tepi jalan yang dibiarkan tergeletak begitu saja.

Batuan yang ditemukan di Dusun Kowang tersebut berbentuk batuan polos yang diperkirakan merupakan bagian pondasi candi atau dinding candi. Menurut informasi penduduk sekitar yang kami temui, batu-batu tersebut ditemukan di dusun tersebut akibat terbawa arus sungai Opak pada saat jaman dahulu terjadi banjir besar. Diperkirakan potongan batuan candi yang hanyut terbawa arus banjir berasal dari kawasan candi yang berada di aliran sungai Opak utara Candi Prambanan. Belum ada studi lanjutan mengenai batuan candi yang ditemukan di tempat ini dan sepertinya hanya dibiarkan teronggok di tepi jalan dusun Kowang. (text/foto: annosmile)

Ada 3 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Afanasyevich:

    Tapi sepertinya kalau dilihat dari shape-nya itu seperti sudah dipotong pakai cara-cara modern ya?

  2. arif:

    kalau belum ada studi-nya, cocok dijadikan bahan penelitian mas anno :D.
    bermanfaat utk meluluskan beberapa orang mahasiswa, jadi jurnal, dan artikel :D

  3. HeruLS:

    Bukankah sudah ada teknologi untuk mengetahui usia batu, pake zat kimia apa gitu

Kirim pendapat