Pojok Beteng Lor Wetan Kraton Yogyakarta

Pojok Beteng Lor Wetan atau sering dikenal masyarakat Yogyakarta dengan nama Jokteng Lor Wetan merupakan sudut bangunan benteng Kraton Yogyakarta yang berada di sisi timur laut. Posisi Jokteng Lor Wetan ini berada di persimpangan jalan antara Jalan Brigjen Katamso dengan Jalan Ibu Ruswo (dulu bernama Jalan Yudonegaran). Persimpangan jalan ini oleh kalangan anak muda lebih terkenal dengan bangunan Gereja Gothic Sayidan dengan spot berfoto di lapangan bekas Toko Bah Petruk.

Bangunan Pojok Beteng Lor Wetan mengalami kerusakan parah atau dapat dikatakan hancur dalam peristiwa yang disebut dengan nama “Geger Sepoy” atau “Geger Spei (Geger Sepehi)”. Bangunan yang tersisa hanya tinggal puing-puing dan sebagian telah berubah menjadi bangunan tempat tinggal. Pengunjung yang ingin napak tilas hanya dapat menemui sisa-sisa kecil dinding beteng dengan tetenger atau prasastinya.

Peristiwa Geger Spei terjadi tahun 1812 pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono II. Saat itu terjadi serangan besar-besaran dari pasukan Inggris yang terdiri dari tentara Eropa, tentara Sepoi (India) dan pasukan dari Mangkunegaran. Dinding beteng mengalami kehancuran dan kraton mengalami kekalahan. Seiring berjalannya waktu, sisa-sisa bangunan Pojok Beteng Lor Wetan dijadikan tempat tinggal oleh warga dan jalan kecil sebagai akses keluar masuk kampung. Kawasan Pojok Beteng Lor Wetan ini sempat dipugar pada tanggal 2 November 2000 dengan memberi pagar besi keliling pada reruntuhan beteng yang masih tersisa. Pada tahun 2020 rencananya kawasan Pojok Beteng Lor Wetan akan direvitalisasi atau dibangun kembali untuk mengembalikan fungsi awal bangunan Kraton Yogyakarta. (text/foto: annosmile)

Baca Juga  Jadah Tempe Mbah Carik, Jajanan Unik Dari Wisata Kaliurang Jogja

Ada 1 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. morishige:

    Nyempil banget nih, tapi ternyata menyimpan cerita sejarah yang menarik sekali. :D

Kirim pendapat