Pohon Ketos Keramat Dan Tempat Mencari Pesugihan Tuyul Kyai Bondho

Pohon Ketos Keramat Dan Tempat Mencari Pesugihan Tuyul Kyai Bondho
3.5 (70%) 2 vote[s]

Pohon Ketos di Trucuk Klaten atau dikenal dengan Pesugihan Tuyul Kyai Bondho merupakan pohon tua yang dikeramatkan oleh masyarakat setempat. Pohon tua berukuran besar ini konon disebut-sebut sebagai lokasi istana kerajaan tuyul atau kerajaan makhluk gaib. Pada malam-malam tertentu tempat ini ramai dikunjungi oleh para peziarah.

Pohon Ketos Keramat terletak di dusun Mbero, desa Palar, kecamatan Trucuk, kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Lokasi Pohon Ketos Keramat berada di tengah-tengah perkampungan dusun Mbero dan cukup tersembunyi dari tepi jalan beraspal. Namun akses jalan menuju lokasi cukup lebar dan dapat ditempuh dengan kendaraan beroda empat. Peziarah atau pengunjung yang baru pertama kali akan berkunjung ke tempat ini tidak perlu sungkan bertanya kepada penduduk setempat atau meminta diantar sampai lokasi. Hal itu dikarena masyarakat setempat sudah menganggap hal tersebut biasa dan tidak dianggap tabu. Sebelum berziarah sebaiknya peziarah menemui juru kunci untuk meminta izin dan sopan santun dalam berkunjung.

Pohon Ketos Keramat dikelilingi oleh pagar keliling permanen dengan ketinggian sekitar 3 (tiga) meter dan diberi warna cat hijau muda. Pada sisi timur dibangun gapura berpintu dengan model gapura berundak seperti pura di Bali. Kondisi pintu selalu tertutup rapat namun dapat dibuka apabila pengunjung meminta izin kepada juru kunci untuk masuk ke bagian dalamnya. Pohon Ketos yang dikeramatkan tersebut merupakan pohon langka konon berusia lebih dari 500 tahun. Menurut juru kunci lokasi, pohon tersebut merupakan satu-satunya pohon ketos di Klaten. Belum ada penelitian lebih lanjut apakah pendapat juru kunci tersebut benar atau ada pohon ketos yang tumbuh di tempat lain di Klaten. Ketinggian pohon ini mencapai 7 meter dengan diameter sekitar 3 (tiga) meter. Akar pohon lasung menancap ke dalam tanah sehingga area lantai disekelilingnya diberi lantai keramik dan dibangun teras untuk berteduh buah peziarah yang berdoa di dalamnya.

Baca Juga  Perlintasan Mbah Ruwet, Salah Satu Perlintasan Maut di Klaten

Cerita asal-usul mengenai Pohon Ketos konon merupakan jelmaan dari Eyang Bondho yang konon merupakan salah satu cucu dari Raja Jayabaya Kediri. Ketika sukma Eyang Bondho lepas dari raganya kemudian raga Eyang Bondho secara ajaib berubah menjadi pohon Ketos. Pada hari-hari tertentu, Eyang Bondho sering menampakkan diri dalam berbentuk ‘rakit’ atau dalam bahasa jawa disebut “gethek”. Gethek ini biasanya dipakai untuk menyeberangi sungai di sekitar tempat itu. Karena seringnya menampakkan diri, Eyang Bondho lantas mendapat julukan ‘Gethek Bero’ oleh masyarakat setempat. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh si peminta pesugihan Tuyul untuk membawa pulang tuyul dari tempat ini. Pertama adalah sesaji 7 malam Jumat berturut-turut. berupa kembang setaman, pisang raja, teh manis, gecko (garang asem) kemudian ditutup dengan kendurian. Selanjutnya ada beberapa pantangan yang tak boleh dilanggar, antara lain tak boleh berlaku kasar dan emosional selama 7 Jumat. Bila masih kurang paham peziarah akan dijelaskan secara langsung oleh juru kunci agar usahanya berhasil.

Penduduk atau masyarakat setempat sepertinya tidak mempermasalahkan aktivitas para peziarah atau para pencari pesugihan di area Pohon Ketos Keramat ini. Mereka bahkan secara sukarela membantu para peziarah yang tersesat saat menuju lokasi. Selain itu untuk menghormati keberadaan tempat tersebut, masyarakat kadang melakukan kenduri atau tradisi tahunan di kawasan tersebut. Hal ini berbeda jauh dengan situs atau lokasi pesugihan lain seperti Sendang Bulus Jimbung yang mulai ditentang dan dihilangkan aktivitas ritualnya oleh masyarakat setempat. (text/foto: annosmile)

INFORMASI
Pohon Ketos Keramat
Dusun Mbero, desa Palar, kecamatan Trucuk, kabupaten Klaten, Jawa Tengah

Ada 1 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Gallant:

    Oh jadi ini rahasia Mbah Anno bisa terkenal di seantero jagat blogger.

Kirim pendapat