Plengkung Wijilan

Plengkung Wijilan
3 (60%) 1 vote

Plengkung Wijilan merupakan satu dari dua plengkung yang tersisa di area Kraton Yogyakarta. Plengkung Wijilan ini masih berdiri kokoh di sebelah timur Kraton Yogyakarta atau Alun-Alun Utara tepatnya di Jalan Wijilan. Meskipun terkena gempa beberapa tahun lalu, plengkung ini tidak mengalami kerusakan yang cukup berarti.

Plengkung dalam bahasa Indonesia bisa juga disebut gapura atau gerbang. Plengkung Wijilan adalah gapura keraton yang berada di sisi timur Keraton Yogyakarta. Nama aslinya adalah Plengkung Tarunasura namun karena lokasinya yang berada di daerah Wijilan maka lebih terkenal dengan Plengkung Wijilan.

Benteng Baluwerti yang menghubungkan Plengkung Wijilan dengan Pojok Beteng sudah tidak ditemukan lagi karena sudah berubah menjadi pemukiman. Kita tidak dapat menaiki ke bagian atas Plengkung Wijilan karena sudah tidak ditemukan tangga untuk menuju ke bagian atas seperti Plengkung Gading. Meskipun tinggal bersisa bagian plengkung saja, kondisinya cukup terawat dan rutin dilakukan pengecatan.

Saat ini Plengkung Wijilan menjadi gerbang masuk sentra makanan khas gudeg dan pintu masuk ke Museum Sonobudoyo Unit 2 selain sebagai pintu gerbang kawasan jeron betengĀ (dalam benteng). Sentra makanan khas gudeg yang terkenal di dekat Plengkung Wijilan dikenal dengan nama Gudeg Wijilan meskipun rumah makan yang menjual makanan gudeg memiliki nama sendiri-sendiri. Wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta rata-rata tidak melewatkan untuk menikmati sajian kuliner gudeg di tempat ini. Selain itu di dekat kawasan Plengkung Wijilan banyak terdapat toko yang menjual cinderamata seperti batik dan kerajinan khas Yogyakarta. (text/foto: annosmile)

Ada 2 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Dhidhit:

    Ke Jogja mampir plengkung wijilan cari gudeg

  2. HeruLS:

    Hindari melewati plengkung kalo tidak mau kena macet, lebarnya hanya muat untuk satu mobil keluarga

Kirim pendapat