Pisang Bakar dan Jadah Bakar, Santapan Hangat di Pegunungan

Pisang Bakar dan Jadah Bakar, Santapan Hangat di Pegunungan
Rate this post

Sambil menikmati pemandangan alam yang indah di sekitar kecamatan Selo, akhirnya kami mengisi kekosongan perut kami dengan menikmati jajanan khas daerah ini. Ketika mencari warung makanan di dekat Pasar Selo, mata saya tertuju pada sebuah warung sederhana disebuah tikungan jalan. Memasuki sebuah warung yang menyediakan aneka makanan bakar, kami tertuju pada pilihan jadah bakar dan pisang bakar spesial.

Jadah bakar merupakan salahsatu makanan khas kawasan Selo. Jadah bakar biasanya dinikmati dengan srundeng. Srundeng adalah makanan yang sering digunakan untuk lauk pauk terbuat dari parutan kelapa.

Jadah Bakar Khas Selo Boyolali

Tidak menunggu beberapa lama, pesanan pisang bakar dan jadah bakar tersaji di meja kami. Bau makanan yang harum dan asap yang keluarga dari makanan membuat kami tidak sabar mencicipinya. Walaupun warung sederhana, penyajian makanannya cukup menarik. Jadah bakar dihidangkan disebuah piring yang diberi alas berupa daun pisang dan dibagian tengah ditambah lauk berupa srundeng sebagai teman menikmati hidangan jadah bakar.

Langsung saja kami mencicipi jadah bakar yang masih cukup hangat. Rasanya cukup gurih dan sedikit asin ketika masuk kedalam mulut. Secara kami suka keunikan yang ditampilkan oleh jadah bakar khas kawasan Selo ini. Keunikan rasanya tidak ditemui pada jadah bakar yang dijual di tempat lain. Setelah selesai menikmati jadah bakar, kami melanjutkan dengan menikmati pisang bakar.

Pisang bakar ini dibuat dengan menggunakan resep yang biasa digunakan oleh warung bakaran lain. Menggunakan margarin dalam proses pembakarannya dan pemberian tambahan rasa ketika dihidangkan diatas piring.

Pisang Bakar Coklat

Penyajian pisang bakar berbeda dengan jadah goreng, hanya diletakkan di sebuah piring dan dilumuri oleh susu kental manis dan butiran coklat dibagian atasnya. Semua proses pemasakannya dengan dibakar dengan menggunakan tungku dengan bara api dari arang yang memberikan rasa yang khas yang berbeda dari alat pembakaran mekanik yang menggunakan listrik. Meskipun bukan tergolong makanan berat, makanan ini cocok dinikmati di kawasan Selo yang udaranya dingin ketika kabut tebal menyelimuti tempat ini. (text/foto: annosmile)

Ada 16 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. dafiDRiau:

    Jadi lapar lihat Pisang Bakarnya…

  2. arit:

    wew..mantabs kang…mau!

  3. oglek:

    jadah bakarnya mantep, saya suka sekali makanan ini, murah meriah dan mengenyangkan

  4. mawi wijna:

    harganya???

  5. Vulkanis:

    Aduh mennggemaskan tuh pisangnya

  6. Vulkanis:

    Itukan pisang masak yah yang dibakar itu

  7. nurrahman:

    durung iso makan jadah bro :(

  8. marsudiyanto:

    Uwenak Kabeh… :D

  9. marsudiyanto:

    Ada yg jadah nggak bakar, lauknya tempe bacem…

  10. Next Jimbun Punya:

    Wuih, dadi pengen mangan pisang bakar…

  11. ciwir:

    akhire tekan selo mas???

    untung aku rak sido posting jadah bakar kuwi, nek sido rak mesakne teamturing ra nduwe bahan (lmao)

  12. iLLa:

    glek… *nelan ludah*
    jadi lapar baca dan liat gambar diatas. di makasar pisang bakarnya lebih mantap mas, namanya pisang epe :D
    hayukk kapan jalan2 ke makasar? ^^

  13. ciwir:

    nek neng solo pisang bakar dijenengne owol.
    aku yo bingung gek sing diowol opone jal???
    :D

  14. syafwan:

    baca posting ini jadi ngiler….. kelihatannya enak. kirimin ya bang

  15. didut:

    mantebh ki :)

  16. sunflo:

    wah ini mah makanan kesukaanku semua mas… ^^

Kirim pendapat