Prosesi Pindapata Waisak di Kota Magelang

Prosesi Pindapata merupakan rangkaian perayaan Hari Tri Suci Waisak yang berpusat di Komplek Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Prosesi ini dilakukan oleh para biksu yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia dan dari mancanegara dengan berjalan kaki mengelilingi pusat kota Magelang. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mencari sedekah atau dana bakti sosial menjelang Hari Raya Waisak.

Prosesi Pindapata merupakan salah satu rangkaian Perayaan Waisak di Candi Borobudur. Pindapata bermakna hidup para biksu yang bergantung pada umat yang memberikan persembahan berupa makanan, uang, dan sebagainya.

Para Biksu Berjalan Di trotoar Kawasan Pertokoan Jalan Pemuda Magelang

Lokasi diselenggarakannya Prosesi Pindapata Waisak Candi Borobudur berada di sepanjang Jalan Pemuda Magelang dari ujung utara yang terdapat bangunan Klenteng Liong Hok Bio hingga perempatan besar dekat Pasar Magelang. Kawasan Jalan Pemuda merupakan kawasan pecinan dan pusat perdagangan yang berada di pusat kota Magelang serta banyak ditinggali oleh para umat Buddha. Acara ini biasanya diselenggarakan beberapa hari sebelum dilaksanakan puncak perayaan Hari Raya Waisak di Komplek Candi Borobudur dan hampir berbarengan dengan pengambilan air suci di Umbul Jumprit Temanggung.

Prosesi Pindapata dimulai ketika rombongan para biksu datang dan memasuki Klenteng Liong Hok Bio. Ritual doa dipanjatkan oleh para biksu di dalam klenteng sebelum memulai Prosesi Pindapata. Selanjutnya mereka berkumpul di halaman Kleteng Liong Hok Bio untuk besiap-siap dan berbaris untuk memulai Prosesi Pindapata. Tidak lama kemudian barisan para biksu tersebut berjalan keluar dari klenteng untuk berkeliling kawasan pecinan kota Magelang tepatnya di Jalan Pemuda Magelang.

Baca Juga  Prosesi Upacara Melasti di Pantai Parangkusumo Yogyakarta

Para Biksu Berjalan Tanpa Alas Kaki Di Pertokoan Jalan Pemuda Magelang

Barisan para biksu yang didominasi warna pakaian oranye kekuningan ini terbagi menjadi dua barisan, satu barisan di sisi kanan jalan dan satu barisan di sisi kiri jalan. Mereka yang berjalan tanpa alas kaki menyeberang jalan melewati zebra cross dan pengguna jalan diharap menghentikan kendaraan untuk menghormati prosesi ini.

Para biksu berjalan beriringan di sepanjang kiri dan kanan trotoar Jalan Pemuda Magelang. Beberapa umat yang datang dari luar kota langsung berlari menuju ke arah biksu untuk memberikan persembahan dan memohon doa kepada mereka.

Beberapa pemilik toko dan rumah di kawasan pecinan Jalan Pemuda yang sejak tadi menunggu iring-iringan biksu mulai mempersiapkan diri menyambut mereka di depan tokonya. Beberapa dari mereka ada yang menyembah kemudian memberikan persembahan atau sedekahnya, ada pula yang langsung memberikan persembahannya kedalam mangkok besar dengan penutup yang dibawa para biksu.

Memberikan Sedekah Saat Prosesi Pindapata Di Jalan Pemuda Magelang

Persembahan yang diberikan oleh umat kepada biksu bermacam-macam jenisnya. Mulai dari makanan hingga uang yang dibungkus mirip seperti angpao. Makna yang diambil dari prosesi Pindapata ini adalah para biksu yang hidup tergantung dari umat. Biksu-biksu tidak bekerja ataupun bertani dan hanya menggantungkan hidup dari rumah ke rumah para umat kemudian kembali ke vihara. Kegiatan mereka sehari-hari selain mencari sedekah adalah bersemedi dan berdoa untuk membersihkan hati dan kotoran batin.

Baca Juga  Candi Lumbung Magelang Setelah Proses Pemindahan Lokasi

Harapan para umat setelah memberikan persembahan adalah para biksu mendoakan mereka akan diberikan kesehatan, kelancaran rejeki, dan mendapatkan kesempatan untuk berbuat kebaikan lebih banyak lain. Hampir seluruh umat yang tinggal di kawasan pertokoan Jalan Pemuda memberikan persembahan kepada para biksu yang melintas.

Para Biksu Berkeliling Kawasan Pertokoan Jalan Pemuda Magelang

Prosesi Pindapata para biksu menyusuri trotoar jalan Pemuda Magelang hingga lampu merah perempatan Pasar Magelang kemudian berjalan kaki kembali ke arah Kleteng Liong Hok Bio. Saat tiba di Kleteng Liong Hok Bio, para biksu masuk ke alam kleteng untuk mengumpulkan persembahan yang diberikan para umat saat melakukan Prosesi Pindapata.

Akhir acara, para biksu keluar dari dalam klenteng dan berdoa di depan klenteng untuk para umat yang telah rela memberikan persembahan kepada mereka. Suasana tampak hening dan khusyuk hingga ritual doa yang dilakukan para biksu selesai. (text/foto: annosmile)

Kirim pendapat