Pesanggrahan Bumi Pertolo, Konon Tempat Mencari Pesugihan Di Dieng

Pesanggrahan Bumi Pertolo merupakan sebuah pesanggrahan yang sarat akan nilai mistik di tepi danau Telaga Warna Dieng. Namanya mulai mencuat ketika menjadi lokasi prosesi larung rambut gimbal dalam rangkaian Dieng Culture Festival. Sebelumnya tempat ini dikenal menjadi tempat bersemedi hingga mencari pesugihan di sekitar Dieng.

Pesanggrahan Bumi Pertolo Nini Dewi Cundo Manik terletak di kawasan Wisata Alam Telaga Warna dan Telaga Pengilon, desa Dieng Wetan, kecamatan Kejajar, kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Bangunan Pesanggrahan Bumi Pertolo Di Tepi Telaga Warna Dieng

Lokasi Pesanggrahan Bumi Pertolo berada di tepi danau Telaga Warna Dieng sebelah timur. Rute menuju tempat tersebut dari pintu masuk Wisata Alam Telaga Warna dan Telaga Pengilon mengambil jalan ke arah kiri dari pertigaan jalan pertama. Ikuti jalan setapak yang melewati area flying fox, gasebo santai, hingga melewati area Kawah Sikendang. Dari kawasan Kawah Sikendang sudah terlihat bangunan Pesanggrahan Bumi Pertolo yang berada di tepi danau dan dikelilingi oleh rerimbunan pohon. Kisaran waktu perjalan dengan berjalan kaki sekitar 10 menit dari pintu masuk.

Bangunan Pesanggrahan Bumi Pertolo berbentuk rumah panggung dan hampir seluruhnya terbuat dari kayu. Luas bangunan pesanggrahan diperkirakan 6 x 4 meter dengan sedikit teras di bagain belakang rumah. Pintu masuk bangunan pesanggrahan terkunci rapat dari luar dimana tidak sembarangan orang bisa masuk ke dalam bangunan. Suasana di sekitar banguan pesanggrahan cukup sejuk, rindah, asri, dan berhiaskan beberapa tanaman bunga. Pada bagian belakang pesanggrahan terdapat sebuah batu besar dengan sisa-sisa sesaji dan dupa. Beberapa informasi yang didapat bahwa situs atau Pesanggrahan Bumi Pertolo digunakan sebagai tempat mencari pesugihan. Orang-orang atau peziarah yang mencari pesugihan di tempat ini dengan perjanjian atau sistem jual anak. Agar permintaannya terkabul atau terpenuhi seseorang harus bersedia mengorbankan anak kesayangannya pada makhluk gaib demi memperoleh harta dan kesuksesan. Salah satu peziarah yang berhasil membuktikan hasil ritual tersebut membangun pesanggrahan tersebut pada tanggal 8 November 2007 atau 27 Syawal 1940 Saka. Selanjutnya kawasan Pesanggrahan diperluas dan ditambah bangunan berbentuk rumah panggung yang lebih besar. Namun tidak sedikit pula peziarah yang akhirnya menyerah dan membatalkan ritual lantaran tidak tega kepada anaknya. Asal-usul dan keberadaan penunggu gaib tempat tersbeut masih misteri karena beberapa orang yang ditanyai tidak tahu menahu atau terkesan menutup-nutupinya. Bila ingin serius melakukan ritual atau bersemedi di pesanggrahan tersebut dapat langsung menghubungi juru kunci atau petugas yang mengelola Wisata Alam Telaga Warna dan Telaga Pengilon Dieng.

Baca Juga  Pura Uluwatu, Eksotisme Pura di Tebing Karang Laut

Untuk mengurangi atau menghilangkan kesan negatif pada Pesanggrahan Bumi Pertolo, panitia Dieng Culture Festival menggunakan lokasi ini sebagai tempat prosesi larung rambut gimbal (bocah gimbal) pada acara penutup Potong Rambut Anak Gimbal Dieng. Sedikit informasi, tahun-tahun sebelumnya, kegiatan prosesi larung rambut gimbal menggunakan lokasi di tepi Telaga Warna Dieng samping Situs Goa Dieng. (text/foto: annosmile)

INFORMASI
Pesanggrahan Bumi Pertolo Nini Dewi Cundo Manik
Wisata Alam Telaga Warna dan Telaga Pengilon, desa Dieng Wetan, kecamatan Kejajar, kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah

Retribusi
Tiket Masuk (TWA Telaga Warna & Telaga Pengilon) : Rp 7.500,-
Parkir Motor : -
Parkir Mobil : -

Kirim pendapat