Diaspora Soto Di Jogja Dari Masa Ke Masa

Diaspora Soto Di Jogja Dari Masa Ke Masa
4.5 (90%) 2 votes

Hidangan Soto memang bukan kuliner khas Jogja atau Yogyakarta. Menurut beberapa sumber, hidangan soto merupakan turunan makanan dari daratan China yaitu caodu (jao to). Hidangan soto ini mulai dipopulerkan oleh kalangan keturunan China pada abad ke 19. Baru pada abad ke 20, hidangan soto ini mulai masuk ke daerah Yogyakarta dan diperdagangkan secara umum ke masyarakat.

Penyebutan Soto Jogja atau soto khas Jogja hingga saat ini tidak ada atau tidak mungkin ada. Hal ini dikarenakan di Yogyakarta sendiri sudah berkembang variasi soto sejak awal mula hidangan soto perkenalkan. Variasi hidangan soto terjadi karena dipengaruhi oleh ketersediaan bahan baku, harga jual, dan selera masyarakat setempat. Namun ada satu karakteristik utama yang mendasari dan memiliki kesamaan dalam variasi soto dari Yogyakarta yaitu soto bening atau soto dengan kuah bening tanpa santan kelapa dan tambahan perasan jeruk nipis. Munculnya istilah Jogja Kota Soto bersanding dengan Jogja Kota Gudeg sah-sah saja karena di kota Yogyakarta sendiri banyak sekali penjual soto baik yang berciri khas soto dari Joga maupun soto-soto dari daerah lain di Indonesia. Berikut pembagian variasi atau jenis soto yang berkembang dari kota Yogyakarta.

1. Soto Ayam

Soto Ayam merupakan soto paling tua yang berasal dari Yogyakarta. Hidangan soto ini muncul dari wilayah barat Kraton Kasultanan Yogyakarta tepatnya di daerah Kadipiro atau sekarang batas wilayah antara kotamadya Yogyakarta dengan kabupaten Bantul. Warung soto ayam pertama dan tertua yang tercatat adalah warung soto milik Pak Karto Wijoyo yang saat ini terkenal dengan nama Soto Kadipiro sesuai dengan nama daerah tersebut. Tercatat warung soto tersebut telah buka pada tahun 1921 atau jauh sebelum Republik Indonesia merdeka.

Soto Ayam atau Soto Kadipiro memiliki karakteristik sebagai soto berkuah bening atau tanpa menggunakan santan. Warna kuahnya sedikit kekuning-kuningan karena bumbu rempah yang digunakan. Komposisi penyusun Soto Ayam atau Soto Kadipiro ini masih dipengaruhi masakan dari China dimana ada soun/bihun dan seledri dalam sajiannya. Secara umum soto ayam terdiri dari nasi putih, soun, tauge/kecambah, irisan kubis, potongan daging ayam kampung, dan taburan seledri. Bumbu yang digunakan bawang putih, jahe, lengkuas, merica, serai, daun jeruk, kunyit, dan daun salam.

2. Soto Lethok

Soto Lethok di Yogyakarta muncul dari daerah selatan kota Yogyakarta tepatnya dari daerah Bantul. Sajian soto ini memiliki ciri utama pada penggunaan lenthok pada sajian soto. Ada lenthok yang terbuat dari singkong ini didasari oleh ketersediaan singkong yang cukup melimpah di daerah Bantul pada masa itu. Tercatat beberapa warung soto lenthok yang terkenal bernama Soto Lenthok Pak Sadari dan Soto Lenthok Rodo Jodho Pak Blo’on. Usia kedua warung tersebut sudah puluhan tahun namun tidak diketahui kapan warung tersebut berdiri. Di kota Yogyakarta sendiri cukup banyak penjual soto lethok dimana beberapa yang terkenal adalah Soto Ayam Pak Dalbe, Soto Ayam Pak Gareng, Soto Ayam Pak Sun, dan sebagainya.

Soto Lenthok memiliki karakteristik sebagai soto berkuah bening atau tanpa menggunakan santan. Warna kuahnya kadang berwarna bening kadang agak kekuningan dipengaruhi pekatnya bumbu rempah yang digunakan. Secara umum soto ayam terdiri dari nasi putih, soun, tauge/kecambah, irisan kubis, potongan daging ayam, taburan seledri, serta lenthok yang terbuat dari singkong yang menjadi cirikhas utama sajian utama soto ini. Cara membuat lenthok sendiri cukup mudah dimana songkong direbus kemudian digiling hingga halus. Selanjutnya singkong halus tersebut dibumbui dengan bawang putih, ketumbar, merica, garam yang telah dihaluskan. Selanjutnya goreng dengan bentuk bola-bola hingga berwarna kekuningan dan angkat dari penggorengan. Bumbu yang digunakan bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar, merica, serai, daun jeruk, dan daun salam.

3. Soto Sapi

Soto sapi atau soto daging sapi di Yogyakarta pada mulanya muncul dari daerah barat Kraton Kasultanan Yogyakarta tepatnya di sebelah barat perempatan Tamansari yang dahulu dikenal sebagai Plengkung Taman Sari. Tercatat warung soto daging sapi yang pertama kali berdiri yaitu warung Soto Daging Sapi Pak Marto pada tahun 1960 disusul warung Soto Daging Sapi Bu Cip pada tahun 1975. Namun sejarah juga mencatat sebelum warung Soto Daging Sapi Pak Marto telah berdiri Soto Pak Sholeh yang jualannya keliling dengan dipanggul pada kisaran tahun 1952. Pak Sholeh baru membuka warung secara tetap dengan nama Soto Sholeh Al Barokah pada tahun 1982 dengan lokasi di Jalan Wiratama Tegalrejo yang dekat dengan Museum Pangeran Diponegoro Yogyakarta.

Soto sapi memiliki karakteristik sebagai soto berkuah kaldu daging sapi, berwarna bening atau tanpa menggunakan santan. Secara umum soto sapi terdiri dari nasi putih, tauge/kecambah, irisan kubis, potongan daging sapi, taburan irisan seledri, dan taburan bawang goreng. Bumbu yang digunakan bawang merah, bawang putih, jahe, kemiri, ketumbar, lengkuas, kunyit, merica, serai, daun jeruk, dan daun salam.

4. Soto Kemangi

Soto Kemangi pada mulanya muncul di daerah tenggara kota Yogyakarta tepatnya di daerah Kotagede sehingga banyak yang menyebutnya sebagai Soto Kotagede. Sajian soto ini memiliki ciri utama pada penggunaan daun kemangi pada sajian soto. Tercatat soto kemangi yang pertama kali berdiri adalah Soto Kemasan pada tahun 1963.

Soto Kemangi memiliki karakteristik sebagai soto berkuah bening atau tanpa menggunakan santan. Warna kuahnya berwarna bening dipengaruhi pekatnya bumbu rempah yang digunakan. Secara umum soto ayam terdiri dari nasi putih, tauge/kecambah, irisan kubis, potongan daging ayam, taburan seledri, dan daun kemangi yang menjadi cirikhas sajian soto ini. Pada perkembangannya sajian soto ini ada yang diberi tambahan lenthok dan ada pula yang diberi tambahan perkedel. Namun intinya tetap pada penambahan daun kemangi. Bumbu yang digunakan kira-kira terdiri dari bawang merah, bawang putih, kemiri, merica, serai, jahe, gula, dan daun salam.

PERTANYAAN & JAWABAN

Pertanyaan

Mengapa Soto Bening tidak termasuk soto dari Yogyakarta?

Jawaban

Soto Bening tidak dimasukan dalam soto dari Yogyakarta karena hidangan soto tersebut berasal dari daerah Solo Raya walaupun saat ini banyak penjual soto bening di sekitar Yogyakarta.


 

Kirim pendapat