Peringatan Malam Satu Suro di Kraton Kasunanan Surakarta

Peringatan Malam Satu Suro di Kraton Kasunanan Surakarta
Rate this post

Kraton Kasunanan Surakarta memiliki tradisi yang cukup meriah dalam menyambut Peringatan Malam Satu Suro dimana diawali dengan jamasan pusaka kraton dan diakhiri dengan kirab mengelilingi benteng terluar kraton. Tradisi kraton Surakarta ini cukup menarik untuk ditonton karena dalam kirab keliling benteng diawali dengan barisan Kebo Bule Kyai Slamet yang tinggal di Alun-Alun Selatan Kraton Kasunanan Surakarta.

Sebelumnya, beberapa hari sebelum prosesi perayaan atau peringatan malam satu suro, aktivitas di dalam kraton tiba-tiba ramai. Para abdi dalem dan kerabat kraton sibuk melakukan persiapan untuk menggelar rangkaian acara atau prosesi peringatan malam satu suro. Pagi hari sebelum malam dilakukan peringatan malam satu suro, seluruh pusaka dijamas dan Kebo Bule Kyai Slamet disiapkan untuk dilakukan kirab nanti malam.

Ketika hari menjelang malam, suasana area disekitar Kraton Kasunanan Surakarta bertambah ramai. Pintu tengah dekat Panggung Sanggabuwana dibuka khusus untuk peringatan hari besar ini. Para abdi dalem dan kerabat kraton berdatangan memasuki area halaman dalam kraton dengan memakai pakaian beskap (adat kraton) secara lengkap untuk mengikuti prosesi pengajian bersama Sunan (sultan) Kraton Surakarta sebelum dilaksanakan kirab.

Para abdi dalem duduk bersila di halaman kraton dan para kerabat kraton duduk di pendopo kraton untuk mengikuti pengajian yang selenggarakan menjelang tengah malam. Suasana begitu senyap dan khusyuk mengikuti ceramah pengajian yang menggunakan bahasa Jawa Krama. Bau menyan cukup kuat di beberapa sudut kraton yang dibakar oleh para abdi dalem yang memanjatkan doa.

Setelah pengajian, para abdi dalem dan kerabat kraton bersiap-siap untuk melakukan kirab pusaka keliling benteng kraton. Beberapa pusaka seperti keris, ujung tombak, dan sebagainya sudah dipersiapkan oleh para abdi dalem kraton yang  pagi harinya dilakukan jamasan atau pencucian pusaka. Lampu dan obor dihidupkan untuk pemerangan saat prosesi tersebut dilaksanakan.

Kirab dimulai ketika pusaka kraton sudah siap untuk dikirab mengelilingi benteng kraton. Dimulai dengan barisan yang dibagian tengah terdapat prajurit yang membawa dupa melewati gerbang yang berada di samping Panggung Sanggabuwana menuju keluar area kraton bergabung dengan Kebo Bule Kyai Slamet yang menunggu di area parkir belakang Siti Hinggil kraton.

Kirab Kebo Bule Kyai Slamet dan Pusaka Kraton mengelilingi benteng (mubeng beteng) dimulai oleh barisan Kebo Bule Kyai Slamet sebagai cucuk lampah yang diikuti seluruh barisan pembawa pusaka oleh kerabat kraton dan abdi dalem. Dimulai dari Kraton menuju Bundaran Gladak – BI – Baturono – Gemblegan – jl.Yos Sudarso – jl. Slamet Riyadi dan kemudian kembali lagi ke Kraton. (text/foto: annosmile)

Kirim pendapat