Perhelatan Kesongo Untuk Negeri

Nama “Kesongo Untuk Negeri” diusung sebagai tema acara tahun ini dimana tahun sebelumnya digelar dengan nama Festival Merah Putih Rawa Pening. Acara yang digagas oleh komunitas fotografi Salatiga dan beberapa pihak ini cukup mendapat perhatian pengunjung dan disajikan menarik dengan konsep acara yang berbeda. Tahun ini diselenggarakan di Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang dengan konsep acara berupa perlombaan 17an anak-anak.

Tepi Persawahan Dusun Kesongo

Perhelatan acara Kesongo Untuk Negeri ini diselenggarakan pada hari minggu dimana anak-anak desa sedang libur sekolah. Anak-anak sekitar pedesaan diajak mengikuti perlombaan yang diselenggarakan panitia acara bekerjasama dengan warga Kesongo agar semakin meriah dan bisa dinikmati oleh semua warga desa.

Lokasi acara Kesongo Untuk Negeri berada di daerah pedesaan tepian Rawa Pening sebelah timur dan tidak jauh dari kota Salatiga.  Akses untuk menuju ke desa tersebut cukup mudah meskipun tidak ada papan petunjuk arah dan informasi yang jelas. Peta informasi yang diberikan oleh pelenggara acara cukup jelas meski hanya diinfokan lewat media sosial saja. Keterbatasan pemberitaan acara dan informasi nampaknya menjadi catatan agar kedepannya bisa diinformasikan lewat media cetak dan sejenis.

Upacara Bendera di Persawahan Kesongo

Acara Kesongo Untuk Negeri dimulai dengan upacara bendera di tengah persawahan desa Kesongo tepi Rawa Pening. Anak-anak yang akan mengikuti lomba dipersilakan melaksanakan upacara bendera terlebih dahulu bersama dengan para panitia. Mereka berbaris dengan rapi dan dengan tertib melaksanakan upacara bendera. Meski acara dimulai menjelang siang hari, anak-anak tetap bersemangat mengikuti upacara bendera.

Baca Juga  Pasar Klitikan Kota Lama Semarang

Para penonton yang hadir dipersilakan menonton dari tepi sawah. Pemandangan upacara bendera nampak apik dengan latar persawahan yang luas dan jajaran gunung-gunung seperti Gunung Merbabu dan Gunung Telomoyo. Cuaca yang cerah membuat pengunjung dari luar daerah dapat menikmati keindahan suasana persawahan yang tampak hijau, asri, dan nyaman. Tidak sampai 15 menit upacara pun selesai dan acara dilanjutkan dengan perloombaan 17an untuk anak-anak.

Lomba Balap Perahu Anak di Kesongo

Perlombaan 17an untuk anak-anak dimulai dengan lomba balap perahu di sungai kecil (larik) yang berada di tengah-tengah area persawahan Kesongo. Lintasan lomba berjarak 50 meter dan rute bolak-balik menjadi tantangan tersendiri buat anak-anak. Di ujung lintasan dilakukan pembendungan air agar kedalaman air meninggi karena debit air sedang turun pada musim kemarau.

Dua perahu kecil berukuran panjang sekitar 6 meter dipersiapkan untuk balap perahu. Masing-masing perahu dinaiki oleh 2 anak dimana bagian depan bertugas untuk mengendalikan laju perahu dan bagian belakang bertugas mendorong laju perahu. Keriuhan dan teriakan penonton mewarnai saat perlombaan balap perahu dimulai. Lomba balap perahu di sungai kecil ini tergolong unik karena jarang diselenggarakan di tempat lain.

Perlombaan Sepakbola Lumpur

Tidak ketinggalan pula perlombaan 17an untuk kategori remaja salah satunya adalah pertandingan sepakbola lumpur. Lokas sepakbola lumpur ini berada di area persawahan yang sedang digenangi air kemudian diubah menjadi lapangan sepakbola. Satu tim sepakbola berjumlah lima orang saling bertanding di arena lumpur ini.

Baca Juga  Festival Tlatah Bocah IX, Klakah Dan Kaki Gunung Merapi

Teriakan dan yelyel dari para pendukung mewarnai saat pertandingan sepakbola lumpur dimulai. Para pemuda yang ikut pertandingan tampak semangat bermain sepakbola sampai jatuh bangun di arena lumpur. Percikan air lumpur mewarnai pertandingan ini disambut sorak sorai dan ketawa para penonton. Pertandingan sepakbola lumpur selaian 15 menit ini cukup menjadi tontonan menarik bagi para penonton.

Arena Panjang Pinang di Kesongo

Acara lain seperti lomba gebuk bantal, lomba ambil uang koin dengan mulut, lomba tarik tambang, dan sebagainya juga tidak kalah menarik. Perlombaan memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ini diselenggarakan hingga malam hari. Lomba terakhir yang mampu menarik minat penonton adalah lomba panjat pinang dengan tantangan yang berbeda dengan panjang pinang pada umumnya.

Secara keseluruhan penyelenggaraan Kesongo Untuk Negeri cukup sukses dan mampu menarik pengunjung dari luar daerah. Beragam perlombaan unik dan jarang ditemui diselenggarakan di desa Kesongo dengan latar pemandangan jajaran gunung dan tepi Rawa Pening. Sedikit kritikan agar penyelenggaraan acara ini kedepannya lebih tertata dan terjadwal agar dapat dinikmati oleh semua pihak. Sepertinya Rawa Pening masih menjadi daya tarik utama meski acara kali ini tidak diselenggarakan di tengah rawa seperti tahun kemarin. (text/foto: annosmile)

Ada 4 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. EventJogja Dot Com:

    kerennn di rawa pening, masih cukup berpotensi supaya event nya lbh semarak thn mendatang :D

  2. Fajar:

    sampeyan melu lombane ora om…

  3. zaen..:

    Keren.semoga tahun dpn ada lagi dan saya dberi kesempatan utk pulang????

Kirim pendapat