Pengrupukan Pura Jagatnatha Banguntapan Bantul

Pengrupukan Pura Jagatnatha Banguntapan Bantul
3.3 (66.67%) 3 votes

Pengrupukan Pura Jagatnatha Banguntapan merupakan salah satu prosesi yang diselenggarakan umat Hindu yang tinggal di sekitar Banguntapan dan Yogyakarta. Prosesi Pengrupukan  ini merupakan salah satu prosesi menjelang peringatan Hari Raya Nyepi yang diselenggarakan pada malam hari sebelum dilakukan catur brata penyepian dan setelah acara Tawur Agung Kesanga di Candi Prambanan. Acara atau prosesi ini cukup menarik disimak karena ada kirab ogoh-ogoh yang bentuknya menyeramkan dan kadang terlihat lucu.

Pura Jagatnatha beralamat di Jalan Pura No. 370, desa Plumbon, kecamatan Banguntapan, kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.

Lokasi acara Pengrupukan Pura Jagatnatha Banguntapan diselenggarakan di dalam area Pura Jagatnatha dan sekitar perkampungan desa Plumbon Banguntapan. Rute menuju pura ini dari permpatan Gedong Kuning ke utara melewati Jalan Janti dan menemui pertigaan pohon beringin. Ikuti jalan lurus yang menyempit kecil hingga tiba pada sebuah pertigaan. Ambil jalan ke arahkiri atau arah barat hingga menemui sebuah pertigaan. Belok ke utara atau ke kanan dan ikuti Jalan Pura sekitar beberapa puluh meter. Posisi Pura Jagatnatha Banguntapan berada di sisi kanan atau sisi timur jalan.

Ogoh-ogoh yang dibuat dalam peringatan Hari Raya Nyepi merupakan perwujudan Bhuta kala yakni perwujudan mahluk yang besar dan menyeramkan. Ogoh-ogoh merupakan cerminan sifat negatif pada diri manusia. Ogog-ogoh yang dikirab oleh Pura Jagatnatha Banguntapan berjumlah 4 (empat) buah berukuran besar ang diarak rorang dewasa dan 2 (dua) buah berukuran kecil yang diarak anak-anak.

Acara Pengrupukan Pura Jagatnatha Banguntapan dimulai dengan kirab ogoh-ogoh keliling perkampungan desa Plumbon Banguntapan. Rute yang dilalui dari Pura Jagatnatha ke arah selatan melewati Jalan Pura kemudian menemui sebuah perempatan ambil jalan ke timur melewati jalan Plumbon. Ujung jalan yang merupakan pertigaan ambil jalan ke utara melewati Jalan Sukun. Perjalanan hingga sampai ujung jalan menemui pertigaan kecil ambil jalan ke barat melewati Jalan Sorowajan Baru. Kirab ogoh-ogoh berakhir ketika tiba di perempatan Jalan Pura dan kembali ke area Pura Jagatnatha.

Acara Pengrupukan Pura Jagatnatha Banguntapan ditutup dengan merusak ogoh-ogoh dan membakar ogoh-ogoh sebagai simbol membakar sifat buruk manusia. Satu per satu ogoh-ogoh dirusak kemudian dibakar. Pembakaran ogoh-ogoh dilakukan di tanah kosong samping pura agar tidak membahayakan dan tidak menyebabkan kebakaran bangunan. Penonton dilarang mendekat saat prosesi membakar ogoh-ogoh karena nyala apiknya cukup besar dan berbahaya bila tersengat panasnya api. (text/foto: annosmile)

INFORMASI
Pura Jagatnatha
Jl. Pura No. 370, desa Plumbon, kecamatan Banguntapan, kabupaten Bantul, DI Yogyakarta

Kirim pendapat