Pendakian Gunung Andong via Jalur Girirejo

Jalur pendakian Gunung Andong via Jalur Girirejo atau dulu dikenal sebagai Jalur Gili Cino merupakan satu dari tiga jalur pendakian resmi Gunung Andong. Jalur ini terbilang paling mudah dan paling singkat diantara jalur pendakian yang lain. Keberadaannya cocok digunakan sebagai tempat berlatih para pendaki pemula atau sekedar sebagai lokasi jelajah alam dengan medan menengah. Jalur pendakian via Girirejo ini digunakan oleh basecamp yang terletak di kampung Sawit, kampung Pendem, dan kampung Gogik.

Jalur pendakian Gunung Andong via Girirejo terletak di desa Girirejo, kecamatan Ngablak, kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Keindahan Sunrise Dari Puncak Gunung Andong

Pendakian Gunung Andong melalui jalur Girirejo dimulai dari gapura Gunung Andong yang berada di ujung pemukiman desa Girirejo dan di sekitar area ladang persawahan warga. Para pendaki langsung disambut dengan area hutan pinus dan tantangan melewati anak tangga yang telah disusun dengan rapi. Meskipun anak tangga tersebut terlihat mudah untuk dilewati ternyata cukup menguras tenaga bagi para pendaki pemula

Pos Watu Pocong yang berada tengah-tengah area hutan pinus Gunung Andong bukan merupakan Pos I (pertama) Gunung Andong via Jalur Girirejo. Pos tersebut merupakan titik setengah perjalanan menuju ke Pos I dan dibuat sebagai tempat istirahat sejenak bagi para pendaki yang kelelahan setelah melewati anak tangga. Penamaan Pos Watu Pocong berasal dari masyarakat setempat yang mengira atau melihat batu putih yang ada di sekitar tempat tersebut seperti hantu Pocong.

Gunung Merbabu Dari Lereng Gunung Andong

Pos Gili Cino ini menjadi pos pertama atau Pos I pendakian Gunung Andong melalui Jalur Girirejo. Kondisi pos pertama ini sedikit lebih lapang dan masih berada di dalam kawasan hutan pinus. Di sekitar area pos pertama ini terdapat tanah lapang yang dapat digunakan untuk mendirikan tenda atau camping. Titik selanjutnya yang dilewati adalah Watu Gambir yang berada di ujung area hutan pinus. Area ini hanya sebuah titik namun tidak dapat menjadi sebuah pos karena kondisi jalan yang menanjak dan curam. Perlahan-lahan rerimbunan hutan pinus menghilang dan berganti menjadi semak belukar yang lebat. Dari tempat ini jalur pendakian melewati pereng tebing yang langsung berbatasan dengan jurang.

Baca Juga  Bukit Pronojiwo Kaliurang, Gardu Pandang Dan Melihat Panorama Gunung Merapi Dari Atas Bukit

Sebuah mata air yang tidak pernah mengering meskipun musim kemarau berada di tepi jalur pendakian antara Watu Gambir menuju ke arah Pos Watu Wayang. Para pendaki yang kehabisan air atau membutuhkan air untuk memasak biasanya mengambil air dari tempat ini. Kondisi air sangat bersih dan tidak tercemar sehingga layak untuk dikonsumsi. Para pendaki diharapkan selalu menjaga kebersihan dan tidak mengotori sumber mata air tersebut.

Puncak Makam Gunung Andong

Pos Watu Wayang menjadi pos kedua atau Pos II pendakian Gunung Andong melalui Jalur Girirejo. Pos ini sebenarnya belum atau tidak layak dijadikan pos pendakian karena tidak terdapat tanah lapang untuk mendirikan tenda atau bangunan semi permanen sebagai tempat istirahat pendaki. Pos ini ditandai dengan tikungan jalan sekitar 90 derajat dan terdapat potongan bebatuan berwarna putih kehitaman yang terbentuk dari proses alam. Hal yang menarik dari tempat ini adalah ketika cuaca cerah akan melihat Gunung Merbabu bersanding dengan Gunung Merapi dibelakangnya. Selain itu dair tempat ini dapat melihat kota Magelang dan Bukit Tidar dari kejauhan.

Pos Watu Wayang di jalur pendakian Gunung Andong via Girirejo ini menyimpan misteri dimana salah satu batu yang ada terdapat ukiran berbentuk tokoh wayang. Tidak diketahui siapa yang mengukir batu tersebut yang jelas ukiran tokoh wayang itu telah ada sejak zaman dahulu kala. Banyak pendaki yang tidak mengetahui posisi ukiran tokoh pewayangan ini karena posisinya membelakangi jalur pendakian.

Baca Juga  Tebing Watu Mabur, Pilihan Lokasi Camping Di Sekitar Dlingo Bantul

Pemandangan Desa Dan Persawahan Dari Puncak Gunung Andong

Pendakian Gunung Andong melalui jalur Girirejo akhirnya tiba pada sebuah persimpangan jalan besar di sekitar area puncak. Pendaki yang memilih jalan ke arah kiri akan menuju ke arah Puncak Makam Gunung Andong dan bila memilih ke arah kanan menuju ke arah Tugu Lasi, Puncak Jiwa, Puncak Gunung Andong (puncak tertinggi 1726 mdpl), dan Puncak Alap-Alap. Sedikit informasi bahwa di Puncak Makam Gunung Andong terdapat sebuah makam yang dikeramatkan masyarakat setempat yaitu makam seorang tokoh penyebar agama Islam yang bernama Joko Pekik.

Area Puncak Gunung Andong yang dapat digunakan untuk camping, berkemah, atau mendirikan tenda di sekitar Puncak Makam, Puncak Jiwa, Puncak Andong, dan Puncak Alap-Alap. Diantara lokasi berkemah yang disebutkan, Puncak Jiwa menjadi lokasi favorit untuk berkemah bagi para pendaki karena areanya cukup lapang dan cukup luas diantara yang lain. Waktu yang dihabiskan pendaki dari titik mulai pendakian hingga puncak Gunung Andong sekitar 1 (satu) hingga 2 (dua) jam tergantung kemampuan fisik dan lama berhentinya. (text/foto: annosmile)

Ada 4 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. bersapedahan:

    kalau foto2 di atas gunung yang sedikit berkabut … bener2 keren ya, serasa di atas awan jadinya.
    penasaran .. tampilin dong watu pocong dan watu wayang-nya kalau ada … soalnya kalau ga ada foto bisa di anggap hoax :)

    • admin:

      Hi bersapedahan,
      Belum nemu fotonya hihihi..sepertinya harus kembali mendaki untuk melengkapi foto-foto yang kurang :-)

  2. lotijewelry:

    pasti seru kalau kesana dilihat dari foto-fotonya saja sudah bagus

    • admin:

      Hi Lotijewelry,
      Benar, bikin tambah semangat untuk mendaki puncak Gunung Andong :-)

Kirim pendapat