Pemandian Umbul Pluneng Tirto Mulyana, Salah Satu Pemandian Umum di Klaten

Hampir setiap wilayah di kabupaten Klaten terdapat sumber mata air alami yang dimanfaatkan oleh warga sekitar. Tak terkecuali di daerah Kebonarum tepatnya desa Pluneng terdapat sumber mata air yang dgunakan untuk sarana air bersih dan pemandian umum. Konon pemandian yang memiliki nama Umbul Pluneng ini telah ada sejak ratusan tahun yang lalu dan bertahan hingga saat ini.

Pemandian Umbul Pluneng berada di dusun Tempel, desa Pluneng, kecamatan Kebonarum, kabupaten Klaten. Terdapat dua tempat pemandian umum bernama Umbul Tirto Mulyana (Umbul Gedhe) dan Umbul Tirto Mulyani.

Pintu Masuk Pemandian Umum Umbul Gedhe Pluneng

Untuk menuju ke Pemandingan Umbul Pluneng, rutenya cukup mudah dengan melewati Pabrik Gula Gondang Baru ke arah utara. Selanjutnya akan menemui pertigaan besar dan mengambil jalan ke kanan hingga tiba sebuah pohon beringin di persimpangan jalan. Ambil jalan lurus kemudian belok ke kiri hingga menemui gapura Pemandian Umbul Pluneng. Dari gapura tersebut belok ke kiri memasuki jalan kampung hingga ujung dan tiba di pintu masuk Pemandian Umbul Pluneng.

Pintu masuk Pemandian Umbul Pluneng dari kejauhan hanya tampak seperti pagar rumah biasa. Tidak tampak lahan parkir kendaraan seperti pemandian umum, kolam renang, atau obyek wisata pada umumnya. Namun setelah tiba di pintu masuk akan tampak kolam pemandian yang jernih dan segar. Saya pun langsung disambut petugas jaga dan membayar retribusi masuk Pemandian Umbul Pluneng.

Umbul Tirto Mulyana (Tirto Mulyono) yang sering disebut sebagai Umbul Lanang atau Umbul Gedhe memiliki luas area 700 meter dan dibagi menjadi tiga bagian. terdapat kolam kecil dengan kedalaman 1 meter untuk anak-anak, 2 meter untuk remaja, dan 2.5 meter untuk dewasa atau yang telah mahir berenang. Kondisi air kolam pemandian cukup bening hingga tampak dasar kolam.

Suasana Pemandian Umbul Gedhe Pluneng

Pemandian Umbul Pluneng yang saya kunjungi adalah pemandian umum Umbul Tirto Mulyana atau lebih dikenal dengan pemandian Umbul Gedhe. Penggunaan nama Umbul Gedhe dikarenakan pemandian Umbul Tirto Mulyana lebih luas dibandingkan Umbul Tirto Mulyani. Tidak heran bila Umbul Tirto Mulyana lebih berpotensi dikembangkan sebagai obyek wisata air atau kolam renang.

Baca Juga  Sejenak di Sendang Ngembel

Fasilitas pendukung pemandian umum Umbul Tirto Mulyana sudah cukup baik dengan menyediakan 6 buah kamar bilas sekaligus kamar ganti, tempat duduk disekeliling kolam, area parkir motor, dan persewaan ban karet. Cukup layak digunakan sebagai tempat wisata pemandian untuk umum dan keluarga. Tidak seperti pemandian Umbul Ponggok yang minim fasilitas dan hanya mengandalkan wisata bawah air yang banyak terdapat bermacam-macam ikan air tawar.

Dalam sejarahnya, pada zaman dahulu pemandian Umbul Pluneng digunakan untuk pemandian laki-laki dan perempuan. Atas perintah Sunan Pakubuwono X, antara laki-laki dan perempuan tempatnya harus terpisah. Para perempuan ditempatkan di pemandian Tirto Mulyani, yang berlokasi di sebelah timur pemandian Tirto Mulyana.

Salah Satu Sudut Pemandian Umbul Gedhe Pluneng

Walaupun siang hari, air pemandian Umbul Tirto Mulyana ini terasa dingin dan segar karena selalu mengalir dari sumber mata air. Kondisinya selalu bersih karena dibagian ujung terdapat pintu pembuangan air menuju selokan yang mengarah ke persawahan. Sama seperti pemandian umum di Klaten yang lain, dasar pemandian Umbul Pluneng Tirto Mulyana masih tersusun dari tumpukan batu-batu sungai berwarna gelap.

Meski terkesan menarik, Umbul Tirto Mulyana ini terkesan lebih gersang dibandingkan Umbul Ponggok karena tidak ada pohon disekeliling pemandian. Meski sudah ada bilik teduh, fungsi pohon perindah memang tidak tergantikan. Jangan harap menemukan ikan liar yang berkeliaran di dasar kolam karena kita tidak akan menemuinya seperti di Umbul Ponggok. Meski demikian tempat ini masih menjadi salah satu pilihan sebagai tempat belajar selam dan snorkeling.

Baca Juga  Punthuk Mongkrong Magelang, Punthuk Tertinggi Dan Alternatif Wisata

Setiap pemandian umum atau umbul di Klaten memiliki daya tarik yang berbeda antara satu tempat dengan tempat yang lain. Seperti halnya pemandian Umbul Pluneng memiliki daya tarik sebagai pemandian umum yang murah dengan fasilitas yang cukup lengkap. Selain itu, di pemandian Umbul Pluneng Tirto Mulyana ini terdapat tradisi unik bernama Tradisi Ciblon sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan YME atas air melimpah yang tersedia di Pluneng. Selain itu menjelang bulan ramadhan, pemandian ini juga ramai digunakan sebagai tempat padusan untuk membersihkan diri. (text/foto: annosmile)

===

Tiket Masuk ; Rp 4.000,-/orang

Ada 1 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. attayaya:

    hiiiii dingin keknya

Kirim pendapat