Parang Wedang, Pemandian Air Panas Alami Di Sekitar Parangtritis Yogyakarta

Parang Wedang merupakan pemandian air panas dari sumber air panas alami yang memancar dari dalam bumi di dekat kawasan Pantai Parangtritis. Sumber air panas Parang Wedang memiliki dua keunikan dimana letaknya berada di dataran rendah yaitu tepi pantai atau bukan lereng gunung dan tidak mengeluarkan bau belerang seperti sumber air panas pada umumnya. Pemandian air panas ini pada awalnya tertutup untuk umum namun seiring dengan berjalannya waktu dapat dimanfaatkan untuk umum.

Pemandian Air Panas Parang Wedang (Parangwedang) terletak di dusun Mancingan, desa Parangtritis, kecamatan Kretek, kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Sumber air panas yang dihasilkan mengandung mineral terbesar antara lain Na (natrium), Cl (clorida), dan Mg(magnesium). Nama Parang Wedang berasal dari kata “parang” yang berarti karang dan “wedang” yang berarti air panas.

Pintu Masuk Pemandian Air Panas Parang Wedang Bantul

Lokasi Pemandian dan Sumber Air Panas Parang Wedang berada di dalam kawasan wisata Pantai Parangtritis Bantul. Posisinya berada di tepi jalan utama menuju ke Pantai Parangtritis atau lebih tepatnya di seberang pintu masuk Pantai Mancingan Parangtritis. Petunjuk arah dan papan nama terpasang cukup jelas dan pengunjung tidak kesulitan untuk menemukan tempat ini. Untuk menuju Pemandian dan Sumber Air Panas Parang Wedang dapat menggunakan bus umum dan kendaraan pribadi.

Pengunjung Pemandian Air Panas Parang Wedang dapat memarkir kendaraannya di tepi jalan karena tidak disediakan area parkir. Selanjutnya pengunjung dipersilakan memasuki kawasan Pemandian Air Panas Parang Wedang melewati pintu sebelah timur. Bila ingin mandi atau merasakan sensari air panas alami dipersilakan membayar tiket mandi pada loket di samping pintu masuk. Harga tiket mandi yang tertera cukup terjangkau dan nyaman di dompet. Setelah membeli tiket mandi, pengunjung dipersilakan antri menunggu giliran menggunakan bilik mandi karena jumlahnya terbatas.

Asal usul dan mitos Pemandian Air Panas Parang Wedang terbentuk dari kesaktian Sri Sultan Hamengku Buwono VI selaku raja Kraton Kasultanan Yogyakarta. Bermula dari perjalanan Sri Sultan Hamengku Buwono VI menuju Pesanggrahan Balekencur untuk mandi di di dalam pesanggrahan tersebut. Waktu itu airnya cukup dingin maka beliau berniat mencari air panas. Setelah dicari lama dan tidak menemukan air panas maka sampai di daerah desa Mancingan beliau membuat lubang di tanah. Karena kesaktiannya, dari lubang yang dibuatnya keluar air panas dari dalam tanah. Selanjutnya sumber air panas tersebut dinamakan pemandian Parang Wedang.

Pemandian Air Panas Parang Wedang selanjutnya digunakan untuk pemandian keluarga dan kerabat Kraton Yogyakarta. Seiring berjalannya waktu akhirnya jarang dipergunakan dan diputuskan dibuka untuk pemandian umum.

Loket Pemandian Air Panas Parang Wedang Bantul

Sumber air panas alami yang dihasilkan Parang Wedang berasal dari dalam bumi yang terbentuk akibat benturan dua lempeng kerak bumi yang membentuk sumber air panaske permukaan. Suhu air panas dari Parang Wedang cenderung hangat karena pencampuran dengan air tanah dari perbukitan di sebelah utara Parangtritis. Sumber mata air panas Parang Wedang berjumlah 3 (tiga) dan dibuatkan kolam dengan kedalaman 10 meter. Kondisinya cukup jernih dan terjaga dari pencemaran. Kekurangannya adalah debit atau pasokan air panas rendah sehingga terbatas penggunaannya.

Hal unik dari Pemandian Air Panas Parang Wedang adalah air panas yang dihasilkan tidak berbau belerang. Seperti yang kita tahu bahwa rata-rata sumber air panas mengeluarkan bau menyengat yang berasal dari senyawa mineral belerang (sulfur). Dari hasil penelitian kandungan mineral air panas Parang Wedang didapat tiga kandungan meneral paling banyak yaitu  Na (natrium), Cl (clorida), dan Mg(magnesium). Kandungan mineral belerang sebetulnya ada cukup kadarnya cukup rendah.

Fasilitas Pemandian Air Panas Parang Wedang antara lain pendopo, 6 kamar mandi air panas, 6 kamar mandi air biasa, dan kolam penampungan air panas.

Pendopo Pemandian Air Panas Parang Wedang Bantul

Hampir sama dengan khasiat pemandian air panas alami yang lain, Pemandian Air Panas Parang Wedang dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit seperti : panu, gatal-gatal, kudis dan berkhasiat untuk menyembuhkan rasa pegal-pegal setelah banyak beraktivitas setelah berendam di air panas ini badan akan segar kembali. Ada juga yang mempercayai bahwa mandi di Pemandian Air Panas Parang Wedang dapat juga menyembuhkan penyakit-penyakit seperti reumatik dan stroke. Untuk menyembuhkan penyakit stroke dan reumatik ini harus mandi di Parangwedang ini setiap hari selama sebulan lamanya. Sedangkan untuk penyebuhan penyakit kulit harus mandi juga setiap hari tapi hanya selama satu minggu.

Pemandian Air Panas Parang Wedang memang tidak setenar kawasan Pantai Parangtritis yang ada di dekatnya. Jumlah pengunjung harian pun cukup sedikit atau tidak sebanyak pengunjung pemandian air panas pada umumnya. Alasan utamanya adalah cuaca tepi pantai yang cukup panas dan kurang cocok mandi dengan air panas (hangat). Bagi segelintir orang, berendam atau mandi di pemandian ini merupakan ritual yang tidak boleh dilewatkan ketika berkunjung ke kawasan Pantai Parangtritis. (text/foto: annosmile)

Baca Juga  Lezatnya Mie Ayam Goreng Di Warung Mie Ayam Mekar Sindet Bantul
INFORMASI
Pemandian Air Panas Parang Wedang (Parangwedang)
Dusun Mancingan, Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta

Jam Buka
Setiap hari mulai pukul 06.00 s/d 18.00 WIB

Retribusi
Tiket Mandi: Rp 4.000,-
Parkir Motor: Rp 3.000,-
Parkir Mobil: Rp 10.000,-

Kirim pendapat