Wisata Petualangan Ke Pantai Watu Lumbung Gunungkidul

Wisata Petualangan Ke Pantai Watu Lumbung Gunungkidul
4.2 (83.33%) 6 votes

Pantai Watu Lumbung merupakan bagian dari kawasan Pantai Wediombo Gunungkidul yang belum lama ini dikembangkan menjadi obyek wisata. Panorama pantai ini terbilang unik karena berupa pantai karang dimana terdapat batuan yang menjorok ke tengah laut membentuk daratan seperti pulau kecil. Beberapa informasi menyebutkan bahwa daratan tersebut atau Watu Lumbung terbentuk dari letusan gunung api purba jutaan tahun yang lalu.

Pantai Watu Lumbung (watulumbung) berada di kawasan Gunung Batur, dusun Widoro, desa Balong, kecamatan Girisubo, kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Merupakan salah satu pantai yang terbentuk akibat letusan gunung api purba dengan bongkahan batu raksasa yang tampak seperti pulau yang terpisah dengan daratan.

Pemandangan Diatas Pantai Watu Lumbung Wediombo

Lokasi Pantai Watu Lumbung Gunungkidul berada di area sebelah barat Pantai Wediombo. Keberadaan pantai ini jarang diketahui wisatawan dan rata-rata orang yang mengenal pantai ini para penghobi memancing di laut. Akses menuju Pantai Watu Lumbung dengan melewati jalan cor semen ke arah kanan dari pos retribusi masuk Pantai Wediombo yang lama. Jalan setapak yang ada telah diperlebar dan saat ini dapat dilalui kendaraan beroda empat hingga mendekati lokasi. Namun banyak orang belum mengetahui kondisi jalan yang baru tersebut dan masih menganggap akses menuju kawasan tersebut masih sulit.

Pengalaman pertama kali menuju ke Pantai Watu Lumbung Gunungkidul pada beberapa tahun lalu tidak semudah seperti saat ini. Beberapa waktu lalu akses jalan hanya tiba pada ujung jalan cor semen dan dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh 1 (satu) kilometer lebih. kami harus bertanya beberapa kali mengenai keberadaan Pantai Watu Lumbung karena belum terpasang papan petunjuk arah. Untuk saja di area perbukitan sekitar Pantai watu Lumbung banyak ditemui petani yang sedang mengurus ladang pertaniannya dan cukup ramah dalam menyambut wisatawan.

Jalan Setapak Menuju Pantai Watu Lumbung Wediombo

Perjalanan menuju ke Pantai Watu Lumbung dengan berjalan kaki pun tidak kalah seru tantangannya. Kami harus mengira-ira arah menuju ke Pantai Watu Lumbung melewati jalan setapak yang penuh lebat rumput liar. Ketika tiba pada sebuah persimpangan jalan yang sempat membuat bingung, untung saja ada penduduk sekitar yang berpapasan dengan kami dan memberitahu arah menuju Pantai Watu Lumbung.

Ketika tiba di sebuah ujung jalan yang berupa tebing dengan pemandangan lautan luas, kami melihat sebuah pulau karang di tepi pantai. Pulau karang itulah yang disebut Watu Lumbung oleh warga sekitarnya. Bentuk pulau karang tersebut seperti bongkahan batu raksasa berdiameter puluhan meter dengan bentuk bulat agak lonjong. Dibagian atasnya ditumbuhi tumbuhan liar yang membuat batu karang tersebut tampak kehijauan. Sebagian daratan disekeliling Watu Lumbung akan tenggelam ketika air laut sedang pasang.

Batuan yang berada di tepi Pantai Watu Lumbung bukan merupakan batu karang berkapur melainkan batu yang terbentuk dari letusan gunung berapi jutaan tahun yang lalu. Hal ini tampak dari bentuk batu yang bulat dan lonjong seperti batu-batu kali atau batu-batu pasir di tambang pasir lereng gunung berapi.

Batuan Pantai Watu Lumbung Wediombo

Kami pun tidak berlama-lama menikmati Pantai Watu Lumbung dari atas bukit dan bergegas menuruni jalan setapak turun yang berada disebelah kanan tebing. Perlahan-lahan kami menuruni tebing karena kemiringan cukup curam dan terdapat jurang kecil di salah satu sisi jalan. Tidak lama kemudian akhirnya kami tiba di kawasan Pantai Watu Lumbung.

Area tepi pantai Watu Lumbung sepenuhnya berupa batuan karang berwarna putih bercampur kecoklatan. Jangan harap menemukan pantai berpasir putih di kawasan pantai ini karena tidak akan menemukannya. Sebagian batu tampak basah karena sebelumnya air laut mengalami pasang. Saat kondisi surut, kawasan pantai Watu Lumbung tampak jelas keindahannya.

Belum banyak penelitian mengenai kawasan Pantai Watu Lumbung sebagai salah satu pantai yang terbentuk akibat letusan gunung api purba jutaan tahun yang lalu. Pantai Watu Lumbung diapit Gunug Api Purba Batur dan area Pantai Wediombo. Pantai Watu Lumbung yang masuk dalam kawasan Geopark Wediombo (Geopark Gunung Sewu) seharusnya lebih dikembangkan sebagai kawasan konservasi dan penelitan ketimbang kawasan wisata.

Pemandangan Pantai Watu Lumbung Wediombo

Ketika melihat kondisi ombak sedikit tenang dan tidak berbahaya, kami mencoba menyeberang menuju Watu Lumbung yang berada di seberang pantai. Antara pantai dan Watu Lumbung terdapat area karang dangkal sepanjang 20-30 meter dimana kawasan tersebut akan tenggelam saat air laut pasang. Andrenalin pun sedikit muncul ketika menyebrangi lautan yang surut dimana bisa saja tiba-tiba muncul ombak besar tidak terduga karena ciri khas pantai selatan yang berhadapan langsung dengan samudera.

Posisi Pantai Watu Lumbung menghadap ke arah selatan cukup sulit digunakan untuk menikmati pemandangan matahari terbit (sunrise) ataupun terbenam (sunset) . Namun keunikan Pantai Watu Lumbung menjadikkannya sebagai salah satu spot foto favorit para pemburu foto alam (landscape).

Bukit Watu Lumbung Wediombo

Di sekitar kawasan Watu Lumbung terdapat bekas-bekas peralatan memancing sehingga membuktikan dugaan kami bahwa tempat ini merupakan salah satu lokasi pemancing di tepi pantai atau laut. Dataran di Watu Lumbung sepenuhnya adalah batu lava yang mengeras dari gunung api purba. Sebagian diantaranya tampak sebagai patahan lempeng yang memanjang. Saat mengelilingi Watu Lumbung tidak sengaja kami bertemu dengan pemancing yang kebetulan sedang mencari ikan di tepi karang.

Annosmile In Watu Lumbung

Kawasan Pantai Watu Lumbung memang terlihat menarik dan jarang dikunjungi oleh wisatawan. Hal ini terlihat dengan sedikitnya bekas-bekas kunjungan wisatawan seperti sampah yang berserakan. Kawasan ini tampak bersih dan alami karena belum mengalami pembangunan apapun. Ditambah lagi suasana alam disekitar yang masih kelihatan alami dimana masih tumbuh vegetasi tanaman khas tepi pantai. Tidak ketinggalan kami mendengar kicauan burung-burung liar dan monyet kecil yang berlarian di sisi tebing sebelah barat.

Perlahan-lahan pasti keindahan Pantai Watu Lumbung pasti akan dikenal wisatawan dan menjadi destinasi favorit di Gunungkidul. Apalagi ada yang menyebut Pantai Watu Lumbung mirip dengan Pantai Pulau Merah dan Pantai Papuma Jember sehingga ada yang mengibaratkan sebagai Pantai Papumanya Jogja. Kami hanya bisa berharap semoga keindahan yang ada tetap terjaga dari tangan-tangan jahil dan pembangunan yang merusak ekosistem disekitar pantai yang masih lestari. Selain itu pengunjung kawasan ini harus sadar diri membawa sampahnya kembali karena tidak tersedia tempat pembuangan sampah. (text/foto: annosmile)

== Informasi Tambahan

Saat ini telah dibangun akses jalan yang dapat dilalui oleh kendaraan beroda empat. Namun kondisinya masih berupa jalan tanah yang telah dihaluskan dan belum dilanjutkan pembangunannya.

INFORMASI
Pantai Watu Lumbung
Desa Balong, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta

Retribusi
Tiket Masuk: Rp 5.000,-
Parkir Motor: Rp 3.000,-

PETA

Ada 4 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Fadly Indrawijaya:

    Keren pemandangannya mas apalagi karena tempatnya jarang dikunjungi sehingga masih tetap alami sehingga penampakan sebenarnya dapat dinikmati

  2. Ditter:

    Nanti kalau sudah mulai ramai, bakalan ada tukang parkir yang stand by di gubug-gubug itu…. Peluang usaha :p

    Liputan yang bagus, Mas (y)

  3. mila:

    itu kalau sampai di watu lumbung tiba2 airnya pasang gimana tuh? ga bisa bisa pulang semaleman tunggu air surut lagi yak? hahahaa

  4. mawi wijna:

    Kayaknya enak nunggu sunset di sini No, trus baliknya gelap-gelapan, hahaha :D

Kirim pendapat