Pantai Sadeng Gunungkidul, Dermaga Pelabuhan Dan Muara Bengawan Solo Purba

Pantai Sadeng merupakan kawasan pelabuhan perikanan terbesar di wilayah Gunungkidul dan bekas muara Sungai Bengawan Solo Purba. Kawasan pantai ini terbentuk akibat proses geologi Sungai Bengawan Solo Purba pada jutaan tahun yang lalu. Sisa-sisa proses geologi tersebut masih terlihat di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo Purba hingga kawasan pantai. Pemerintah daerah setempat mengembangkannya sebagai dermaga pelabuhan perikanan karena bentang alamnya cocok untuk melindungi kapal yang bersandar dari gelombang laut selatan.

Pantai Sadeng terletak di wilayah desa Songbanyu dan desa Pucung, kecamatan Girisubo, kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta.

Pemandangan Pantai Sadeng Gunungkidul Dari Area Parkir

Lokasi Pantai Sadeng berada di pesisir selatan kabupaten Gunungkidul bagian timur dan berdekatan perbatasan kabupaten Wonogiri Jawa Tengah. Rute menuju pantai ini dari pusat kota Wonosari ke arah timur menuju ke Semanu. Dari Semanu ikuti jalan menuju ke arah Pracimantoro (Wonogiri) dan Pantai Sadeng. Pada sebuah pertigaan besar ada papan petunjuk arah ke kanan menuju Rongkop dan Pantai Sadeng. Ikuti jalan tersebut lurus tanpa berbelok pada simpangan jalan kecil. Sekitar setengah jam kemudian pengunjung akan tiba di kawasan pantai tersebut.

Pohon Berukuran Besar Di Pantai Sadeng Gunungkidul

Bentang alam Pantai Sadeng Gunungkidul terbentuk dari muara Sungai Bengawan Solo Purba dimana jutaan tahun lalu mengalir dari arah utara menuju ke selatan atau ke arah samudera. Proses geologi yang terjadi dimulai dengan tumbukan lempeng Australia dengan lempeng Jawa. Akibatnya perlahan-lahan sisi selatan pulau Jawa terangkat dan mengubah aliran Sungai Bengawan Solo dari arah selatan ke utara. Muara sungai Bengawan Solo Purba pun mengering dan menjadi kawasan Pantai Sadeng hingga saat ini.

Baca Juga  Pantai Kuncir Pacitan, Pantai Yang Penuh Cerita Mistis

Lokasi Parkir Kapal Di Pantai Sadeng Gunungkidul

Pantai Sadeng termasuk salah satu pantai yang tidak secara khusus dikembangkan sebagai kawasan wisata seperti pantai-pantai lain di Gunungkidul. Pengembangan kawasan pantai ini lebih menitikberatkan pada dermaga pelabuhan perikanan dan tempat pelelangan ikan (TPI). Pengunjung tetap diperbolehkan datang ke pantai ini untuk berwisata dan melihat suasana sekitar. Hanya saja aktivitas yang dilakukan pengunjung cukup terbatas dan sebebas di kawasan wisata pantai. Tidak ada area untuk bermain pasir atau bermain air laut di tepi pantai di kawasan ini. Pengunjung hanya dapat berjalan mengelilingi area pelabuhan dan mengamati aktivitas para nelayan yang sedang berada di kapal atau perahu. Pemandangan ke arah lautan cukup jelas walaupun kawasan pantai ini berada di dalam teluk kecil atau diapit dua buah semenanjung karang di sisi kanan dan kiri.

Pemandangan Pelabuhan Kapal Pantai Sadeng Gunungkidul

Sejarah mencatat Pantai Sadeng Gunungkidul dikembangkan sebagai pelabuhan perikanan sejak tahun 1986. Pembangunan tahap awal diberatkan pada pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) serta kawasan dermaga pelabuhan seperti tempat bersandar kapal dan tanggul pemecah/penahan ombak. Pembangunan tahap selanjutnya dititikberatkan pada penambahan fasilitas seperti mercusuar, rumah sewa untuk tempat tinggal, kamar mandi umum, area parkir, perkantoran, dan sebagainya. Pemerintah daerah setempat berencana mengembangkan pelabuhan Pantai Sadeng sebagai pelabuhan perikanan terpadu terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta yang dapat digunakan sebagai tempat berlabuh kapal ikan berukuran besar.

Batu Pemecah Ombak Di Pantai Sadeng Gunungkidul

Pengujung Pantai Sadeng Gunungkidul tidak sebanyak pengunjung pantai lain di sekitar wilayah Gunungkidul. Rata-rata pengunjung yang datang ke tempat ini karena penasaran dengan kondisi pelabuhan perikanan tersebut. Waktu kunjungan mereka pun cukup singkat dan kembali melanjutkan perjalanan ke tempat lain. Pantai ini ramai dikunjungi wisatawan saat diselenggarakan tradisi tahunan berupa Sedekah Laut Pantai Sadeng. Tradisi sedekah laut ini mirip seperti tradisi petik laut di Jawa timur karena seluruh kapal nelayan dibawa ke tengah laut untuk melarung sesaji. Tradisi ini diselenggarakan masyarakat sekitar sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. (text/foto: annosmile)

INFORMASI
Pantai Sadeng
Desa Songbanyu dan Desa Pucung, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta

Retribusi
Tiket Masuk: Rp 5.000,-
Parkir Motor: Rp 2.000,-
Parkir Mobil: Rp 5.000,-

Ada 1 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Penjaja Kata:

    Wow, bening dan bersih juga ya, biasanya kan daerah pelabuhan itu kotor. Semoga deh bisa ngetrip ke sini. :D

    Salam kenal,
    Penjaja Kata.

Kirim pendapat