Pantai Parangracuk, Potret Keindahan Alam dan Kawasan Penelitian Energi Alternatif

Siapa mengira semenanjung yang terletak di sisi barat Pantai Baron merupakan kawasan pantai yang memiliki pesona menarik dan terdapat pemandangan lautan yang luas. Semenanjung Pantai Baron saat ini lebih dikenal dengan nama Pantai Parangracuk. Hampir seluruh kawasan pantai Parangracuk merupakan tebing karang tinggi yang berbatasan langsung dengan laut dalam atau samudera. Keberadaan pantai Parangracuk ini belum banyak diketahui wisatawan karena belum dipromosikan sebagai kawasan wisata.

Pantai Parangracuk terletak di desa Kemadang, kecamatan Tanjungsari, kabupaten Gunungkidul atau berada di sebelah barat Pantai Baron. Jarak antara Pantai Baron dengan Pantai Parangracuk sekitar 3 km melalui jalur memutar.

Balai Pengkajian Dinamika Pantai Parangracuk

Lokasi Pantai Parangracuk sebetulnya hanya terletak di sebelah barat Pantai Baron namun untuk menujunya harus memutar kendaraan cukup jauh kecuali berjalan kaki menyusuri perbukitan karang. Saat mencari rute menuju Pantai Parangracuk, saya sempat tersesat karena tidak ditemukan papan petunjuk arah lokasi pantai. Setelah beberapakali bertanya pada orang-orang sekitar, akhirnya saya mengetahui letak Pantai Parangracuk dan langsung menuju lokasi pantai.

Pertama kali tiba di Pantai Parangracuk, saya mengira tersesat karena ujung jalan kecil berupa kawasan Balai Pengkajian Dinamika Pantai (BPDP). Setelah bertanya kepada penduduk sekitar yang sedang mencari rumput disekitar balai, baru diketahui bahwa sebagian wilayah Pantai Parangracuk digunakan untuk area balai. Keberadaan Balai Pengkajian Dinamika Pantai dibangun sebagai lokasi penelitian dan pengembangan sumber energi alternatif. Kondisi ini mirip dengan Pantai Pandanmino atau Pantai Baru di Bantul yang juga digunakan sebagai lokasi penelitian sumber energi alternatif yaitu kincir angin.

Balai Pengkajian Dinamika Pantai (BPDP) sebagai salah satu unit dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Yogyakarta, yang berkompeten mengkaji fenomena dinamika pantai sedang melaksanakan kajian sumber energi laut berupa pembangunan prototipe pembangkit listrik dari gelombang laut atau PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang). Selain itu juga dilakukan pembangunan sumber pembangkit listrik dari matahari/surya (solar cell) dan pembangun kincir angin untuk pembangkit listrik tenaga angin.

Pemandangan dari Tebing Pantai Parangracuk Baron

Keberadaan Balai Pengkajian Dinamika Pantai (BPDP) di Pantai Parangracuk sepertinya memberikan kesan tersendiri bahwa kawasan pantai di Gunungkidul tidak sekedar memiliki potensi sebagai kawasan wisata saja namun lebih bernilai sebagai kawasan edukasi dan penelitian. Karena penasaran dengan keberadaan balai ini beserta pantai yang ada disekitarnya, kendaraan saya parkir digubug diluar area balai dan berjalan kaki menyusuri jalan setapak yang ada di sebelah balai. Saya mengunjungi tepi pantai yang berupa tebing karang terlebih dahulu karena cukup penasaran dengan pemandangan laut dari pantai ini. Jalan setapak bercabang dan saya mengambil ke arah kanan untuk menuju ke ujung tebing yang berbatasan langsung dengan laut dalam.

Baca Juga  Soto Sewu Bantul, Kuliner Soto Termurah Dengan Cita Rasa Unik

Kawasan Pantai Baron Dari Pantai Parangracuk

Terhampar pemandangan lautan samudera yang sangat luas tanpa terhalang apapun. Pemandangan seperti ini mirip dengan pemandangan di tebing karang sebelah Pantai Gesing. Terdapat beberapa bekas kayu bakar dan senar pancing sehingga saya memperkirakan area ini juga cocok digunakan untuk olahraga memancing di laut. Selain itu di sisi sebelah timur tebing, saya dapat melihat Pantai Baron dari kejauhan. Terlihat payung warni warni yang dipasang berderet di tepi Pantai Baron dan dibelakangnya berbaris peerahu nelayan. Keramaian pengunjung Pantai Baron pun terlihat meskipun sangat kecil karena jarak yang cukup jauh.

Pantai Kecil di Kawasan Pantai Parangracuk Baron

Setelah cukup puas memandangan lautan luas, akhirnya saya berjalan kembali menuju ke area Balai Pengkajian Dinamika Pantai (BPDP) dan menemui salah seorang petugas untuk menanyakan keberadaan balai ini. Akhirnya saya ditemui oleh seseorang petugas yang kebetulan sedang berjaga di sebuah pos dan diceritakan asal-usul dan fungsi balai ini. Diketahui bahwa Balai Pengkajian Dinamika Pantai (BPDP) ini dibangun atas dasar proyek Baron Technopark hasil kerjasama Pemerintah Daerah Gunungkidul, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta bekerjasama dengan Kementrian Riset dan Teknologi Republik Indonesia, Pemerintah Jepang, dan Pemerintah Norwegia.

Proyek Baron Technopark ini dilaksanakan untuk menjawab tantangan terhadap ketergantungan energi minyak dengan energi yang terbarukan. Sumber-sumber energi terbarukan khususnya sinar matahari, angin dan biofuel yang ketersediaannya tidak terbatas di bumi ini. Nantinya keberadaan Balai Pengkajian Dinamika Pantai (BPDP) akan dikaitkan dengan sektor pariwisata sehingga menjadi kawasan wisata terpadu yang berbasis edukasi, teknologi, riset, dan keindahan alam. Namun sepertinya pembangunan kawasan Baron Technopark ini belum sepenuhnya selesai karena masih banyak bagian yang belum diselesaikan.

Baca Juga  Kemewahan Pantai Parai Tenggiri

Annosmile Di Pantai Parangracuk

Di sebelah utara Balai Pengkajian Dinamika Pantai (BPDP) terdapat pantai kecil diantara tebing karang dan berada di bawah atau dasar tebing. Perjalanan menuju ke area pantai ini cukup sulit karena jalan setapak yang terjal dan batu karang yang tajam. Pantai kecil ini merupakan pantai berpasir putih dengan ukuran yang cukup sempit. Luasan pantai kecil ini hanya sekitar 20 meter panjangnya mengingatkan saya akan pantai Lolang disebelah barat Pantai Sepanjang. Ombak yang deras dan tajamnya karang disela-sela pasir putih membuat saya tidak berani mendekat ke bibir pantai.

Akhirnya saya meninggalkan pantai kecil berpasir putih ini yang masih satu kawasan dengan Pantai Parangracuk. Kembali menapaki karang yang curam, tajam, dan perlu ekstra hati-hati dalam melangkah. Di sekitar Pantai Parangracuk tidak ditemukan warung-warung atau gubug-gubug yang menjual makanan ataupun fasilitas pendukung kawasan wisata seperti kamar mandi dan area parkir. Sebaiknya membawa bekal terlebih dahulu sebelum berkunjung ke kawasan Pantai Parangracuk ini. (text/foto: annosmile)

Ada 1 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. attayaya:

    baron emang keren
    lho kok ga ada muka si prof?

Kirim pendapat