Pantai Parangkusumo Bantul Dan Mitos Pertemuan Dengan Ratu Laut Selatan

Pantai Parangkusumo merupakan kawasan pantai yang dikeramatkan dan disakralkan oleh masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya karena kono sebagai tempat bertemunya Sultan Yogyakarta dengan Ratu Penguasa Laut Selatan. Pantai ini berada di sebelah barat kawasan Pantai Parangtiris yang menjadi tujuan utama wisata di sekitar Yogyakarta.

Pantai Parangkusumo terletak di Komplek Pantai Parangtritis, Dusun Mancingan, Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.

Pemandangan Pantai Parangkusumo Bantul Yogyakarta

Lokasi Pantai Parangkusumo berada di dalam Kompleks Pantai Parangtritis. Akses jalan menuju ke Pantai Parangkusumo dapat melalui jalan penghubung Pantai Parangtritis dengan Pantai Depok yang berada di bibir pantai atau menyusur jalan berpaving Pantai Parangtritis ke arah barat. Kawasan Pantai Parangkusumo ditandai dengan gapura kraton yang di dalamnya merupakan Cepuri Parangkusumo.

Halaman Kompleks Cepuri Parangkusumo Parangtritis Bantul Yogyakarta

Pemandangan alam Pantai Parangkusumo nyaris sama dengan kawasan Pantai Parangtritis karena masih satu kompleks. Pasir Pantai Parangkusumo berwarna kecoklatan khas pasir pantai yang berada di pesisir pantai kabupaten Bantul. namun kondisi Pantai Parangkusumo terlihat lebih sepi dibandingkan Pantai Parangtritis karena sebagian besar wisatawan memang diarahkan untuk berwisata ke Pantai Parangtritis.

Cepuri Parangkusumo yang konon merupakan tempat bertemunya antara Raja atau Sultan Yogyakarta dengan Penguasa Laut Selatan atau Ratu Kidul. Kompleks Cepuri ini dibangun menyerupai kraton dengan gapura pada bagian depan, halaman, pendopo, balai peristirahatan, masjid, dan pagar berlubang setinggi satu meter yang mengelilingi kompleks. Khususnya Cepuri Parangkusumo dibangun tembok keliling 10 x 8 meter dengan pintu menghadap ke selatan.

Mitos Pantai Parangkusumo berkembang sejak awal berdirinya Kasultanan Mataram oleh Panembahan Senopati yang memiliki nama kecil Sutawijaya. Beliau melakukan semedi di tepi pantai dan menyebabkan Penguasa gaib ratu selatan tertarik dan mencari sosok yang bersemedi tersebut. Ratu Kidul sebagai Penguasa Laut Selatan menanyakan apa yang dikehendaki Panembahan Senopati sehingga beliau bersemedi di pinggir pantai. Panembahan Senopati menjawab bahwa ia menginginkan agar Ratu Kidul membantunya dalam mendirikan dan membesarkan Kerajaan Mataram yang sedang dirintisnya. Ratu Kidul menyetujui permintaan Senopati dengan syarat Senopati dan keturunannya yang kelak menjadi raja Mataram harus bersedia menjadi suami Ratu Kidul. Senopati menyetujui syarat ini asalkan perkawinan antara dia sebagai raja Mataram dan keturunannya dengan Ratu Kidul tidak membuahkan anak atau keturunan. Akhirnya keduanya pun sepakat. Pertemuan keduanya di pantai ini dilakukan di atas batu karang yang kemudian dikenal sebagai Sela Gilang Parangkusumo.

Cepuri Parangkusumo Parangtritis Bantul Yogyakarta

Pintu masuk yang menghadap ke selatan berbentuk gapura padureksa dengan atap pada bagian atasnya. Gapura ini juga dilengkapi dengan kentongan yang diletakkan di sisi kanan depan. Kentongan difungsikan untuk tengara atau kode memanggil juru kunci, dan juga digunakan jika terjadi segala sesuatu yang bersifat darurat.

Baca Juga  Mie Ayam Goreng Pakde Sarju, Tentang Mie Ayam Goreng Dengan Topping Tambahan Telur

Pada bagian dalam atau inti Cepuri Parangkusumo terdapat terdapat dua buah batu (batu karang) di tengah hamparan pasir pantai. Kedua batu karang tersebut populer dengan nama Sela Gilang, namun ada pula yang menjulukinya Batu Cinta. Batu tersebut disakralkan karena sebagai tempat bertemunya antara Raja Kasultanan Mataram atau Yogyakarta dengan Penguasa Laut Selatan.

Cepuri Parang Anom Pantai Parangkusumo Parangtritis Bantul Yogyakarta

Pada bagian belakang Cepuri Parangkusumo terdapat Cepuri Parang Anom namun tidak diketahui secara jelas asal-usulnya karena saat itu tidak ada orang yang dapat ditanyai. Pada bagian dalam pagar Cepuri Parang Anom terdapat bongkahan batu yang menurut peneliti merupakan batuan vukanik tipe andesit. Secara genetik merupakan lava ekstrusi berstruktur aliran, termasuk dalam kegiatan vulkanik pada oligosin akhir sampai miosen awal yang menonjol pada gisik berbatuan aluvium, sehingga seolah-olah terputus dari perbukitan di utaranya (Hadi (eds.)

Pada waktu-waktu tertentu, kawasan Pantai Parangkusumo digunakan untuk ritual kraton dan upacara keagamaan. Sebut saja Upacara Labuhan Alit Kraton Yogyakarta, Labuhan Ageng Kraton Yogyakarta, Upacara Melasti Umat Hindu, dan sebagainya. Selain itu pada Peringatan Malam Satu Suro kawasan Pantai Parangkusumo juga ramai dengan warga yang ingin mencari berkah dalam peringatan tersebut. (text/foto: annosmile)

Kirim pendapat