Pantai Ngrenehan Gunungkidul, Indahnya Pantai Alami Dan Pelabuhan Perahu Nelayan

Pantai Ngrenehan Gunungkidul, Indahnya Pantai Alami Dan Pelabuhan Perahu Nelayan
3.7 (73.33%) 3 votes

Pantai Ngrenehan merupakan salah satu kawasan wisata pantai favorit untuk berburu ikan segar khas pantai selatan di Gunungkidul secara lengkap selain Pantai Baron, Pantai Drini, dan Pantai Sadeng. Keberadaannya mulai diminati untuk dikunjungi oleh wisatawan karena selain pesona kuliner yang ditawarkan juga memiliki pemandangan alam yang sangat indah. Di kawasan ini terdapat perkampungan nelayan, pelabuhan perahu nelayan, dan tempat pelelangan ikan.

Pantai Ngrenehan terletak di desa Kanigoro, kecamatan Saptosari, kabupaten Gunungkidul. Hampir sama dengan Pantai Ngobaran, pantai ini memiliki kaitan sejarah dengan awal mula keberadaan Kasultanan Islam di Pulau Jawa.

Area Parkir Dan Bangunan Di Sekitar Pantai Ngrenehan Gunungkidul

Lokasi Pantai Ngrenehan Gunungkidul cukup berdekatan dengan Pantai Ngobaran dan Pantai Nguyahan. Waktu tempuh untuk menuju Pantai Ngrenehan hanya membutuhkan waktu kurang dari lima menit. Namun bila ditempuh dari kota Yogyakarta, kita cukup membutuhkan waktu antara 2 hingga 2.5 jam perjalanan. Papan petunjuk jalan menuju ke Pantai Ngrenehan sudah cukup jelas dan kondisi jalan untuk menuju ke lokasi pantai sudah diaspal halus meskipun belum lebar. Area parkir Pantai Ngrenehan sudah cukup luas dan mampu menampung puluhan kendaraan beroda empat.

Pasar Ikan Laut Di Pantai Ngrenehan Gunungkidul

Pengunjung yang berjalan menuju tepi Pantai Ngrenehan Gunungkidul langsung disambut dengan keberadaan pasar ikan laut. Pasar ikan ini merupakan los pasar kecil yang dihuni oleh beberapa pedagang saja dan tidak sebesar pasar ikan yang berada di kawasan Pantai Baron dan Pantai Drini. Pasar ikan tersebut menjual beranekamacam jenis ikan laut segar yang ditangkap oleh nelayan Pantai Ngrenehan. Pengunjung yang membeli ikan segar dapat langsung meminta untuk langsung dimasak atau dikemas untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Harga yang ditawarkan kadang sedikit lebih mahal karena merupakan kawasan wisata dan ketersediaan jenis ikan. Sebaiknya pengunjung harus mengetahui perkiraan harga ikan dan mencoba untuk menawar harga terlebih dahulu.

Selain pasar ikan, Pantai Ngrenehan juga memiliki Tempat Pelelangan Ikan dari nelayan pantai tersebut. Nelayan yang datang dari melaut langsung membawa tangkapannya ke tempat pelelangan ini. Selanjutnya semua hasil tangkapan tersebut langsung dilelang di tempat ini. Sebagian ada yang dibeli oleh penjual ikan laut di pasar ikan dan sebagian lagi dibeli oleh para pengepul ikan laut segar untuk dibawa ke kota (Yogyakarta).

Asal-Usul nama Ngrenehan merupakan pemberian Raja Demak yang bernama Raden Fatah, putra dari Prabu Brawijaya V. Prabu Brawijaya V sendiri adalah raja Majapahit yang memerintah tahun 1464-1478 M. Konon, suatu ketika Raden Fatah datang ke kawasan ini hendak mencari ayahnya yang melarikan diri bersama dua orang istrinya (Dewi Lowati dan Bondang Surati) karena enggan untuk memeluk agama Islam. Namun, saat tiba di kawasan ini, Raden Fatah tidak menemukan mereka. Akhirnya, ia mengajak para petinggi-petinggi Kerajaan Demak untuk berembuk (musyawarah) tentang bagaimana cara menemukan orang tuanya. Dari peristiwa inilah muncul istilah pangrena yang berarti ajakan. Kata pangrena berasal dari kata reneh yang berarti sini. Kemudian masyarakat di sekitar kawasan ini mengubahnya menjadi ngrenehan yang berarti kemarilah ke sini. Kata reneh yang diberi awalan ng dan akhiran an berarti menunjuk pada suatu tempat, yaitu Pantai Ngrenehan.

Pemandangan Pantai Ngrenehan Gunungkidul Dari Atas Tebing

Pemandangan Pantai Ngrenehan terlihat indah dengan kondisi air laut yang cukup tenang, berwarna hijau kebiruan, dan diapit oleh dua bukit karang yang memanjang membentuk sebuah teluk kecil. Posisi Pantai Ngrenehan di dalam area teluk ini memang cocok digunakan sebagai tempat berlabuh perahu nelayan. Disamping ombaknya tidak terlalu besar, kerasnya angin laut juga berkurang gara-gara bukit karang yang mengelilinginya. Sehingga lokasinya cukup strategis dikembangkan sebagai pelabuhan tradisional dan obyek wisata alternatif.

Berjalan ke bibir Pantai Ngrenehan, terlihat berjajar rapi perahu-perahu nelayan diatas pasir pantai. Jumlah perahu nelayan di pantai ini cukup banyak hingga memenuhi tepian pantai. Diantara perahu yang berjajar rapi tersebut, terdapat aktivitas sekelompok nelayan yang sedang memperbaiki jaring untuk persiapan melaut keesokan harinya. Sepertinya mereka tidak terganggu dengan kedatangan para wisatawan yang ingin berlibur di Pantai Ngrenehan ini.

Aktivitas Nelayan Di Tepi Pantai Ngrenehan Gunungkidul

Untuk menuju ke tepian pantai, kami harus berjalan menunduk menerobos jajaran perahu yang saling berhimpit atau memutar melalui bagian ujung dengan tebing karang. Pasir pantai Ngrenehan yang berwarna putih membuat suasana terlihat apik dengan pantuan air laut yang berwarna hijau kebiruan dan saat itu langit sedang bagus membuat saya betah menikmati suasana pantai ini. Dibagian sisi barat terdapat rerimbunan tanaman khas pantai yang nyaman untuk berteduh dari panasnya sinar matahari.

Kondisi Pantai Ngrenehan tidak jauh beda dengan Pantai Baron. Pantai Ngrenehan merupakan pantai teluk dengan luas sekitar 100 m2. Pantai ini diapit oleh dua bukit batu karang yang menjorok ke laut sehingga ombak besar dari arah laut Samudera Hindia tidak secara langsung menghempas ke pantai karena terhalang oleh dua bukit karang tersebut. Pada dinding-dinding tebing bukit batu karang tampak lubang-lubang kecil mirip dengan goa akibat kerasnya hempasan gelombang laut yang datang setiap saat.

Nelayan Pantai Ngrenehan Gunungkidul Pulang Melaut

Deburan ombak di pantai Ngrenehan tidak terlalu kencang karena lokasinya berada disebuah teluk yang mampu menahan gelombang laut selatan yang keras. Dari tepi pantai terlihat dasar-dasar laut yang dipenuhi oleh pasir pantai yang berwarna putih dan karang-karang yang ditumbuhi oleh tanaman laut. Rasa bila melihat air laut yang jernih dan tenang ini membuat kita tidak tahan untuk menceburkan diri ke air.

Suasana Pantai Ngrenehan siang hari lebih sepi dibandingkan pagi hari, setelah tengah hari tidak ada lagi nelayan yang pulang melaut. Yang terlihat adalah sedikit aktivitas nelayan yang sedang membetulkan jaringnya setelah digunakan untuk melaut dan sedikit wisatawan yang baru datang di siang hari. Cukup nyaman bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana pantai yang tenang dan damai.

Semenjak Pantai Ngrenehan dijadikan sebagai pelabuhan penangkapan ikan sekitar tahun 1980-an, sebelum fajar menyingsing di ufuk timur, para nelayan sudah mulai memadati pantai ini. Para Nelayan tersebut mulai melakukan berbagai aktivitas nelayan seperti menyiapkan perahu dan alat-alat tangkap ikan yang akan digunakan. Suasana di pantai ini akan bertambah semakin ramai pada pukul 10.00-11.00 karena para nelayan telah kembali dari melaut.

Arca Tersembunyi Di Kawasan Pantai Ngrenehan Gunungkidul

Di area parkir kendaraan Pantai Ngrenehan juga disediakan warung-warung yang menyediakan makanan laut. Menu makanan laut yang ada disesuaikan dengan jenis ikan yang berhasil ditangkap nelayan pada hari itu. Ada warung yang menawarkan menu makanan seperti nasi rames atau nasi pecel apabila ada wisatawan yang tidak suka makanan laut. (text/foto: annosmile)

PETA

Ada 13 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. mawi wijna:

    “aktivitas kenelayanan” ? Kok terdengar aneh ya? :D

    btw, nice info tentang asal-usul nama pantai ngrenehan,

  2. marsudiyanto:

    Baru tau kalau dipantai Selatan banyak penyunya…
    Saya suka plang pengumuman larangan nangkap penyu itu… :D
    Komposisi warna dan pemilihan fontnya pas sesuai selera saya…

  3. Nahdhi:

    Mesti itu baca di papan informasi dekat pantai yang ada tulisannya KKN PPM 2011. :p

  4. Maztrie:

    Belum pernah nyoba makan ikan dari sini…
    Semoga ada sensasi lain dibanding pantai Depok wiss…

  5. m-amin:

    Baru tahu kalau di pantai selatan ada juga pantai ngrenehan, saya kira cuma Mbaron dan Parang Tritis saja.

  6. suryaden:

    saya suka beli ikan segar dan di masak di sini

  7. Erdien:

    Bagi saya, di setiap jengkal wilayah pantai itu ada saja keindahan dan itu HARUS dijaga oleh setiap manusia sebagai khalifah di bumi ini.

    Salam

  8. suprih:

    baru tahu kalo di dekat baron ada pantai seindah dan sebersih ini. Info yang menarik gan,…..makasih ya..kapan-kapan akan saya jelajah nih pantai

  9. Pojok Pradna:

    wah…jadi terkenang #eh

    tapi emang yang paling juara komentarnya Pak Mars :lol:

  10. kombor:

    wah, belum pernah sampai ke sana.

  11. anazkia:

    Kakaknyahhhhh…
    Ajakin saya ke sini heheheh
    Fotonya cakep-cakep, No..

  12. nbsusanto:

    apik mas.. pernah dolan kesini pas ada acara labuhan 1 suro.. rame banget.. :D

    • admin:

      Hi nbsusanto, benar mas kemarin saya juga nonton upcara labuhan suronya :-)

Kirim pendapat