Pantai dan Pelabuhan Ikan Muncar Banyuwangi

Pantai dan Pelabuhan Ikan Muncar Banyuwangi
4.3 (86.67%) 6 vote[s]

Pantai Muncar atau dikenal sebagai pelabuhan ikan Muncar merupakan pelabuhan ikan terbesar di Pulau Jawa dan pelabuhan ikan terbesar kedua di Indonesia setelah pelabuhan Bagansiapiapi di Riau. Keberadaan pantai ini lebih dikembangkan sebagai usaha perikanan dibandingkan dengan kawasan wisata. Hampir sepanjang kawasan tepi pantai dibangun tanggul untuk menahan ombak dan sebagai tempat menambatkan perahu atau kapal.

Pantai Muncar terletak di kecamatan Muncar, kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

TPI Brak Kalimoro Pantai Muncar Banyuwangi

Lokasi Pantai Muncar berada di sebelah tenggara dari kota Banyuwangi Jawa Timur. Rute menuju pantai dan pelabuhan ini dari pusat kota Banyuwangi ke arah selatan melewati Rogojampi, Srono, dan Muncar. Akses jalan menuju kawasan ini sudah lebar dan dapat dilalui kendaraan berukuran besar. Hanya saja di beberapa titik terdapat kerusakan jalan yang belum diperbaiki.

Perahu Bersandar Di Pantai Muncar Banyuwangi

Kawasan Pantai Muncar cukup luas dan terdiri dari beberapa bagian diantaranya pemukiman nelayan, pelabuhan nelayan tradisional, pelabuhan kapal berukuran sedang, pabrik pengolahan ikan, galangan kapal, dan sebagainya. Kami memilih menikmati suasana Pantai Muncar dari kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Brak Kalimoro.

Aktivitas disekitar pelabuhan pantai Muncar pada sore hari adalah para nelayan yang berangkat melaut. Mereka datang berombongan menaiki perahu kecil untuk menuju ke perahu yang berukuran lebih besar yang digunakan untuk mencari ikan. Perahu berukuran lebih besar terparkir di tengah laut dan tidak dapat bersandar ke tepi pelabuhan karena ketinggian air laut yang dangkal.

Baca Juga  Pulau Timang, Bukan Wisata Biasa

Nelayan Berangkat Melaut Di Pantai Muncar Banyuwangi

Sebaliknya pada pagi hari, aktivitas yang tampak disekitar pelabuhan pantai Muncar adalah nelayan yang pulang melaut. Suasana pagi ini terrlihat lebih ramai dibandingkan pada saat melaut karena para pembeli dan tengkulak datang menjemput para nelayan.

Tradisi tahunan yang diselenggarakan oleh nelayan Muncar adalah tradisi petik laut yang berlangsung pada bulan Suro dalam penanggalan Jawa. Perayaan tradisi petik laut ini diselenggarakan secara meriah dengan pasar malam dengan puncak acara larung sesaji ditengah laut. Sesaji yang dilarung di tengah laut tepatnya di selat Bali antara lain kepala kambing, bermacam kue, buah-buahan, pancing emas, opium, dan dua ekor ayam hidup.

Nelayan Pantai Muncar Banyuwangi

Masalah yang patut menjadi sorotan di kawasan Pantai Muncar Banyuwangi adalah masalah pencemaran laut yang diakibatkan oleh sampah, limbah perusahaan, dan limbang tambang emas di pesisir pantai Banyuwangi. Hal ini menyebabkan turunnya hasil tangkapan ikan para nelayan dan menimbulkan bau tidak sedap yang tercium di tepi pantai. Masalah tambang emas yang berada di pesisir pantai Banyuwangi sebenarnya sudah diperingatkan lantaran merusak alam dan tidak memiliki ijin yang jelas. Sedangkan perusahaan yang berada di sekitar pelabuhan Muncar kurang memperhatikan pengolahan limbahnya dan langsung dibuang di aliran sungai yang mengarah ke laut. Pemerintah daerah sepertinya kurang tegas untuk menindak perusahaan yang tidak memiliki pengolahan limbah yang layak sebelum dibuang ke aliran sungai.

Baca Juga  Bakso Cak Toha Semeru, Rela Berdesak-Desakan Demi Cita Rasa Juara

Masalah sampah sepertinya menjadi masalah klasik yang juga tidak kunjung terselesaikan di kawasan Pantai Muncar Banyuwangi. Masyarakat masih kurang sadar akan kebersihan dan masih membuang sampah di pantai atau di laut. Bisa dilihat di pinggir pantai hingga ke tengah laut banyak terlihat sampah-sampah yang terapung khususnya sampah plastik yang sulit untuk terurai. Bila lama dibiarkan akan mengganggu ekosistem laut dan berakibat menurunnya produksi ikan di ujung timur pulau Jawa ini. Semoga pemerintah daerah setempat segera menindaklanuti permasalahan ini bersama warga masyarakat yang tinggal di pesisir pantai agar kawasan pantai Muncar terbebas dari masalah sampah. (text/foto: annosmile)

Ada 7 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Khair:

    kebetulan bngt ni mas, aku lagi di jatim, bisa lah berkunjung kesana jika waktu ada, makasih mas informasikan

  2. Azmi:

    Wah sy jadi mau ke pantai lagi nih, klo di jakarta paling ke pulau seribu

  3. irul:

    keren keren nih mas, ruame penjual ikan hihi

  4. Lingga Abdurrachman:

    sayang banget yah masalah kebersihannya kurang terjaga, padahal itu pelabuhan terbesar yah?

    kayaknya cocok juga buat diadikan tempat wisata karena ada tradisi tahunan uga kan?

  5. Andana Paringga:

    Rame ya…ya iyalah terbesar kedua…banyak stok foto tema human interest kie mesti… :D

  6. lion5tudio | Photobooth Murah:

    enak ke pantai terus

  7. bersapedahan:

    kalau belanja ikan laut .. pasti disini murah ..
    sayangnya kotor ya … kalau banyak sampah jadi pada malas orang2 datang kesana

Kirim pendapat