Pantai Mbangkoan Trenggalek, Kawasan Wisata Berbasis Konservasi

Pantai Mbangkoan (Mbangko’an) merupakan kawasan wisata pantai yang belum lama ini dibuka di wilayah kabupaten Trenggalek. Pantai ini dikembangkan sebagai ekowisata oleh masyarakat setempat karena memilki potensi keindahan alam yang masih alami dan keberadaan tanaman khas tepi pantai. Pengelola pantai ini berharap kawasan pantai ini mampu menyaingi kepopuleran Pantai Karanggongso dimasa mendatang.

Ekowisata Pantai Mbangkoan merupakan kawasan wisata pantai yang dikembangkan oleh masyarakat bekerjasama dengan Perhutani. Pantai Mbangko’an terletak di desa Tasikmadu, kecamatan Watulimo, kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Jarak dari pusat kota Trenggalek sekitar 57 km ke arah selatan.

Pintu Masuk Pantai Mbangko'an Watulimo

Lokasi Pantai Mbangkoan tidak jauh dari kawasan Pantai Karanggongso yang menjadi salah satu wisata unggulan di kabupaten Trenggalek. Dari Pantai Karanggongso ikuti jalan beraspal lurus hingga menemui spanduk bertuliskan “Ekowisata Pantai Mbangko’an“. Dari spanduk tersebut terdapat gang jalan yang terbuat dari semen di sebelah kanan kemudian masuk ke gang jalan tersebut hingga ujung jalan.

Gang jalan tersebut ukurannya cukup sempit dan hanya dapat dilalui kendaraan roda empat. Kendaraan jenis bus belum dapat memasuki gang jalan ini. Bila kendaraan roda empat berpapasan, salah satu diantaranya harus mengalah dan berjalan kebelakang untuk mencari celah untuk menepi. Sementara ini disebelah kiri dan kanan gang jalan masih berupa perkampungan penduduk. Belum ada rencana pelebaran akses jalan yang melewati perkampungan ini.

Ekowisata Pantai Mbangkoan resmi dibuka pada bulan Desember 2014. Sebagian besar kawasan Ekowisata Pantai Mbangkoan merupakan wilayah Perhutani.

Rerimbunan Pohon Kelapa Pantai Mbangko'an Watulimo

Ujung jalan yang melewati perkampungan penduduk adalah gapura masuk kawasan Ekowisata Pantai Mbangkoan. Tepat pada gapura tersebut terdapat pos penarikan retribusi atau tiket masuk kawasan wisata. Sementara ini penarikan retribusi hanya dilakukan pada hari minggu atau hari libur aja. Tujuannya sebagai ajang promosi dan meramaikan kawasan Ekowisata Pantai Mbangkoan pada hari-hari biasa.

Baca Juga  Mendirikan Telur Dalam Perayaan Peh Cun

Jalan bercabang setelah gapura masuk Ekowisata Pantai Mbangkoan merupakan jalan menuju pantai-pantai yang berada dalam lingkup Ekowisata Pantai Mbangkoan. Sebut saja Pantai Mbangkoan, Pantai Watu Lunyu, Pantai Ciut, dan Pantai Mbesetan. Pantai Mbangkoan menjadi pilihan utama untuk berwisata karena lokasinya paling dekat diantara yang lain dan paling lengkap fasilitas pendukung wisata.

Pemandangan Pantai Mbangko'an Watulimo

Area parkir Pantai Mbangkoan cukup teduh karena berada diantara pepohonan kelapa yang lebat. Pengunjung tidak perlu khawatir akan kejatuhan buah kelapa karena setiap hari pengelola telah memanen buah kelapa tersebut. Penataan area parkir sepertinya belum teratur dan masih banyak kendaraan yang parkir terlalu dekat dengan tepi pantai. Hal ini sebagai saran agar pengelola memberikan batasan area parkir yang jelas dan melakukan penataan area parkir lebih baik lagi.

Di sekitar area parkir Pantai Mbangkoan terdapat beberapa fasilitas pendukung yang baru saja selesai dibangun yaitu kamar mandi dan wc umum. Keberadannya cukup membantu bagi wisatawan yang ingin berbilas dan berganti pakaian ketika selesai mandi atau bermain air di laut. Selain itu ada beberapa warung yang berdiri berdampingan hingga tepi pantai. Beberapa diantaranya menjual makanan dan minuman serta sebagian yang lainnya menjual beraneka macam cinderamata. Harga yang ditawarkan cukup murah dibandingkan dengan warung-warung di kawasan Pantai Karanggongso.

Fasilitas Kamar Mandi Umum Pantai Mbangko'an Watulimo

Pembangunan fasilitas pendukung yang ada menggunakan bahan ramah lingkungan dan dibuat semi permanen. Bahan baku bangunan yang digunakan berupa kayu, bambu, dan atap asbes. Penataan bangunan cukup rapi dan menunjukkan kematangan dalam mengembangkan kawasan wisata. Selain itu beberapa tong sampah diletakkan di beberapa tempat strategis agar pengunjung tidak membuang sampah di sembarang tempat.

Baca Juga  Pantai Taman Pacitan Dan Flying Fox Terpanjang Di Indonesia

Pemandangan alam Pantai Mbangkoan cukup indah dan tidak kalah dibandingkan dengan Pantai Karanggongso. Posisi pantai yang menghadap ke barat cukup menarik untuk menikmati panorama matahari terbenam. Pasir pantai terasa lembut dan berwarna putih sangat indah layaknya pantai perawan yang jarang terjamah. Bila dibandingkan dengan Pantai Karanggongso, pantai ini terbilang lebih alami dan belum tergerus pembangunan hotel, penginapan, dan villa.

Suasana Tepi Pantai Mbangko'an Watulimo

Ombak Pantai Mbangko’an tidak terlihat besar karena berada disebuah teluk. Pengunjung diperbolehkan mandi atau berenang di laut dengan pengawasan dari pengelola atau petugas SAR yang berjaga di pinggir pantai. Saat kondisi pantai sedang surut akan terlihat batuan karang dan terumbu karang di dasar laut. Di sekitar pantai ini disediakan persewaan ban karet untuk berenang. Selain itu ada juga persewaan perahu untuk berkeliling kawasan pantai hingga Pantai Karanggongso dengan harga yang dapat ditawar.

Kawasan Ekowisata Pantai Mbangkoan menarik dijadikan wisata alternatif untuk keluarga ataupun rombongan wisata. Pengelola kawasan ekowisata juga menyediakan lokasi berkemah, outbound, dan kegiatan pecinta alam. Sebagai kawasan wisata pantai yang baru saja dibuka, Ekowisata Pantai Mbangkoan masih banyak kekurangan. Namun perlahan-lahan pantai ini akan mendapat tempat di hati para wisatawan yang ingin berwisata di kawasan pantai yang masih alami. (text/foto: annosmile)

Ada 1 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Nasirullah Sitam:

    Banyak teman orang sini, tapi belum sekalipun pernah menyusuri pantainya :-(

Kirim pendapat