Pantai Dluwok Gunungkidul, Pantai Kecil Di Barat Ngrenehan

Pantai Dluwok Gunungkidul merupakan salah satu pantai kecil yang terletak antara Pantai Ngobaran dan Pantai Ngrenehan. Pantai ini cukup tersembunyi karena tidak ada papan petunjuk arah menuju ke kawasan pantai ini dan akses jalan yang masih jalan setapak. Informasi keberadaan pantai ini diperoleh dari salah seorang petani yang memiliki ladang di sekitar tempat tersebut.

Pantai Dluwok terletak di desa Kanigoro, kecamatan Saptosari, kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Merupakan kawasan pantai yang belum dibuka menjadi obyek wisata.

Pemandangan Pantai Dluwok Saptosari Gunungkidul

Perjalanan menuju ke Pantai Dluwok hampir sama dengan perjalanan menuju ke Pantai Dadap Ayam yaitu menelusuri jalan setapak yang disebelah kanan dan kiri berupa ladang penduduk. Tanda bahwa kita tiba di kawasan Pantai Dluwok adalah beberapa pohon cemara udang yang tumbuh tinggi di tepi tebing dan bangunan permanen yang belum selesai pengerjaannya. Hal yang menarik perhatian kami terdapat beberapa bangunan permanen yang dibangun berdekatan dan sepertinya akan dikembangkan sebagai resort. Sepertinya pengerjaan resort ini cukup serius dan diperkirakan setahun kedepan sudah selesai dibangun.

Tangga Turun Menuju Kawasan Pantai Dluwok Saptosari Gunungkidul

Dari tempat ini kami bisa melihat deburan ombak dari celah bukit karang yang berada di balik pohon cemara udang. Namun untuk memastikan bahwa kawasan ini merupakan Pantai Dluwok, kami berjalan menuju ke belakang pohon cemara udang dan semak belukar yang mulai tumbuh lebat. Belakang semak belukar merupakan tepi tebing atau celah bukit dan diketahui letak Pantai Dluwok berada dibagian bawah tebing tempat kami berpijak. Luas Pantai Dluwok lebih kecil daripada Pantai Ngobaran dan cukup cocok menjadi pantai pribadi seperti yang ada dalam pikiran orang yang membangun resort di kawasan pantai ini.

Baca Juga  Balap Gerobak Sapi, Keunikan Atraksi Balap Sapi Dari Jogja

Annosmile Di Pantai Dluwok Gunungkidul

Ada tangga turun menuju ke area pantai yang telah dibangun cukup baik dan kami menduga bahwa yang membangun adalah resort yang dibangun di dekat tebing karang tadi. Pemandangan cukup indah saat kami menuruni tangga menurun ini dan mirip dengan keindahan alam Pantai Ngobaran yang ada dibagian baratnya. Kondisinya cukup bersih dan alami dengan beberapa pohon pandan laut yang dibiarkan tumbuh di tebing karang.

Namun kami sedikit kecewa karena kondisi pantai sedang pasang. Ombak yang cukup deras mengurungkan niat turun ke dasar tebing karena seluruh dasar tebing terkena hempasan ombak. Pasir pantai yang berwarna putih dan karang-karang di tepi pantai pun tenggelam oleh derasnya ombak. Cukup berbahaya bila mendekati ombak yang telah pasang karena ombak pantai selatan cukup ganas untuk membawa gelombang besar secara tiba-tiba. Kami hanya bisa menikmati keindahan Pantai Dluwok ini dari tangga turun saja tanpa bisa turun ke area pasir pantai.

Akhirnya penelusuran pantai-pantai alami dan perawan diantara Pantai Ngobaran dengan Pantai Ngrenehan berakhir karena pantai disebelah timur Pantai Dluwok sudah pernah kami singgahi beberapa waktu yang lalu yaitu Semenanjung Bitung atau Semenanjung Ngrenehan. Mungkin di lain waktu kami ingin mengunjungi kembali saat pantai sedang surut untuk lebih mengetahui secara detail pesona tersembunyi Pantai Dluwok ini. (text/foto: annosmile)

Ada 2 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Idah Ceris:

    Jarak tempuh dari kota kira2 berapa kilo atau berapa jam, Mas?
    Kalau pelan2 motorannya.. :)

Kirim pendapat